ANALISIS FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEBERHASILAN PENANGGULANGAN GIZI BURUK DI KABUPATEN GORONTALO
Mujayanto, Prof.dr.M.Jufrie, Sp.Ak, Ph.D
2012 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang. Data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo mengenai hasil penanggulangan gizi buruk di TFC (Therapeutic Feeding Center) sudah 86,4% mencapai target. Dari mulai didirikan TFC tahun 2007 sampai Januari 2010 sudah merawat 308 kasus gizi buruk, setelah diterapi dari 308 kasus gizi buruk tersebut diantaranya 178 balita atau (57,8%) ke status gizi kurang, 88 balita atau (28,6%) ke status gizi normal dan sisanya 42 balita atau (13,6%) masih tetap gizi buruk . Tujuan Penelitian. Untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Keberhasilan Penanggulangan Gizi Buruk di Kabupaten Gorontalo. Metode Penelitian. Penelitian ini merupakan penelitian Observasional Analitik, menggunakan rancangan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di TFC (Pusat Perbaikan Gizi Buruk) Kabupaten Gorontalo, populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pengelola TFC dan balita gizi buruk yang dirawat di TFCserta ibu balita. Variabel yang diteliti, variabel terikat : keberhasilan penanggulangan gizi buruk (perubahan status gizi) dengan indikator penilaian BB/TB WHO-NCHS. Variabel bebas : Faktor Internal (penyakit infeksi, pengetahuan ibu, tingkat pendidikan orang tua, tingkat pendapatan, jumlah anggota keluarga) dan Faktor Eksternal :Tim pengelola TFC. Instrumen dalam penelitian ini adalah menggunakan kuesioner dan indep interview. Analisis data: untuk melihat keragaman variabel menggunakan analisis diskriptif dan untuk melihat hubungan antar variabel internal dengan keberhasilan menggunakan analisis Chi- Square sedangkan variabel eksternal menggunakan indep interview. Hasil Penelitian. Ada hubungan yang bermakna antara faktor internal dengan keberhasilan penanggulangan gizi buruk di TFC: Penyakit infeksi p=0,00 (p< α 0,05) dengan RP=1,63, pendidikan ayah p=0,02 (p< α 0,05) dengan RP=1,3, pendapatan orang tua p=0,00 (p< α 0,05) dengan RP=1,3, jumlah anggota keluarga p=0,02 (p< α 0,05) dengan RP=0,56. Sedangkan yang tidak ada hubungan bermakna antara faktor internal dengan keberhasilan penanggulangan gizi buruk di TFC adalah pengetahuan ibu p=0,654 (p> α 0,05) denga RP=1,13 dan pendidikan ibu p=0,087 (p> α 0,05) dengan RP=1,13. Faktor Eksternal berhubungan dengan keberhasilan penanggulangan gizi buruk dengan indikator perubahan status gizi setelah balita gizi buruk dirawat di TFC. Kesimpulan. Status penyakit infeksi, pendidikan ayah, pendapatan orang tua, dan jumlah anggota keluarga berhubungan dengan keberhasilan penanggulangan gizi buruk. Sedangkan status pengetahuan ibu dan pendidikan ibu tidak berhubungan dengan keberhasilan penanggulangan gizi buruk di Kabupaten Gorntalo. Dokter spesialis anak,dokter umum,perawat,ahli gizi dengan juknis10 langkah utama tatalaksana gizi buruk berhubungan dengan keberhasilan penanggulangan gizi buruk di Kabupaten Gorontalo.
Background: Data obtained from Gorontalo District Health Office on malnutrition prevention at Therapeutic Feeding Center (TFC) have nearly reached the target (86.4%). From its establishment in 2007 to January 2010, TFC has managed 308 cases of malnutrition; after the therapy, 178 out of 308 malnutrition cases in underfives or 57.8% changed to undernourished status, 88 or 28.6% changed to normal and the rest 42 or 13.6% remained malnourished. Objective: To identify factors associated with the success of malnutrition prevention at District of Gorontalo. Method: The study was analytic observational with cross sectional design that was undertaken at TFC District of Gorontalo. Population of the study were all staff of TFC and malnourished underfives being treated at TFC. The dependent variable was the success of malnutrition prevention (changes in nutrition status) with indicator of weight/height assessment based on WHO-NCHS. The independent variables were internal factor (infection diseases, knowledge of mothers, level of education of parents, level of income, number of family members) and external factor (team of TFC management). Research instruments were questionnaire and indepth interview. Data analysis used descriptive method to identify variety of variables and chi square methods to identify association between variables. Indepth interview was used to identify external variable. Result: There was significant association between internal factor and the success of malnutrition prevention at TFC for infection disease p=0.00 (p< α 0.05)RP=1,63; education of father p=0.02 (p< α 0.05)RP=1,3; income of parents p=0.00 (p< α 0.05)RP=1,3; number of family members p=0.02 (p< α 0.05)RP=0,56. There was no significant association between internal factor and the success of malnutrition prevention at TFC for knowledge of mother p=0.654 (p> α 0.05)RP=1,13 and education of mother p=0.087 (p> α 0.05)RP=1,13. External factor was associated with the success of malnutrition prevention with the indicator of changes in nutrition status after malnourished underfives were treated at TFC. Conclusion: Status of infection diasease, education of father, income of parents, and number of family members were associated with the success of malnutrition prevention. Whereas status of knowledge of mother and education of mother were not associated with the success of malnutrition prevention at District of Gorontalo. Pediatricians, general physicians, nurses, nutritionists with technical guideline on 10 major steps in malnutrition management were associated with the success of malnutrition prevention at District of Gorontalo.
Kata Kunci : Pencegahan Gizi Buruk, TFC, Gizi Buruk, Balita