FAKTOR SOSIODEMOGRAFI, PENGETAHUAN DAN PERILAKU MAKAN ANAK TERHADAP KEMAMPUAN KOGNITIF DI DAERAH ENDEMIS GANGGUAN AKIBAT KEKURANGAN YODIUM
METTY, Toto Sudargo, SKM, M.Kes.
2012 | Tesis | S2 Kesehatan Masyarakat/GKLatar belakang: Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY) merupakan salah satu masalah gizi pada anak usia sekolah di Indonesia, termasuk di Kecamatan Cangkringan, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Prevalensi gondok populasi (TGR) di Kecamatan Cangkringan sebesar 39,5%, termasuk ke dalam daerah endemis berat. Pada daerah yang kekurangan yodium ditemukan rendahnya tingkat IQ anak sekolah. Tujuan: Mengkaji pengaruh faktor sosiodemografi, pengetahuan, dan perilaku makan anak pada anak sekolah dasar terhadap kemampuan kognitif anak di daerah endemis GAKY. Metode: Rancangan penelitian ini adalah case control. Subjek penelitian sebanyak 298 anak, terdiri dari 193 anak dengan kemampuan kognitif di atas rata-rata, dan 105 anak dengan kemampuan kognitif di bawah ratarata pada umur 8-14 tahun. Kemampuan kognitif diukur dengan tes Culture Fair Intelligent Test (CFIT) dan faktor sosiodemografi, pengetahuan, dan perilaku makan anak dikumpulkan dari kuesioner. Analisis data menggunakan uji chi square, dan regresi logistik ganda, dengan tingkat kemaknaan < 0,05 dan interval kepercayaan (IK) 95%. Hasil: Uji regresi logistik menunjukkan faktor yang berhubungan dengan kognitif anak adalah pendidikan ayah dan asupan protein. Uji chi square menunjukkan faktor yang berhubungan dan beresiko (OR) dengan kemampuan kognitif anak antara lain pendidikan ayah (OR=3,4), pendidikan ibu (OR=2,1), perilaku makan anak (OR=3,9), dan protein (OR=3,3). Kesimpulan: Pendidikan ayah, pendidikan ibu, perilaku makan anak, dan asupan protein merupakan faktor resiko terhadap kemampuan kognitif anak, serta pendidikan ayah dan asupan protein yang paling mempengaruhi kemampuan kognitif anak.
Background: IDD is a nutrition problem of school children in Indonesia, including at Subdistrict of Cangkringan, Province of Yogyakarta Special Territory. The prevalence for having goitre of the population at Subdistrict of Cangkringan is 39.5%; this belongs to serious endemic area. In an area with IDD, school children have low level of intelligent quotient (IQ). Objective: To study effect of factors of sociodemography, knowledge and eating behavior of school children to cognitive capacity of children at IDD endemic area. Method: The study was case control study design. Subject consisted of 298 children of 8-14 years old, comprising 193 children with cognitive capacity above the average and 105 children with cognitive capacity below the average. Cognitive capacity was assessed using Culture Fair Intelligent Test (CFIT). Factors of sociodemography, knowledge, and eating behavior of children were assessed through questionnaire. Data analysis used chi square, and logistic regression at significance < 0.05 and confidence interval 95%. Result: The result of logistic regression test showed that factor associated with cognitive capacity of children was protein and education of father. The result of chi square test showed that factors associated with and bringing risk (OR) for cognitive capacity of children were education of father (OR=3.4), education of mother (OR=2.1), eating behavior of children (OR=3.9), and protein intake (OR=3,3). Conclusion: Education of parents, eating behavior of children, and protein intake were risk factors of cognitive capacity of children; education of father and protein intake was the most dominant factor affecting cognitive capacity of children.
Kata Kunci : sosiodemografi, pengetahuan makan anak, perilaku makan anak, kemampuan kognitif anak, GAKY.