Laporkan Masalah

PENGEMBANGAN METODE APLIKASI CITRA MULTISPEKTRAL UNTUK KAJIAN RISIKO BENCANA GEMPABUMI DI GRABEN PALU

M. Rusydi, Drs.,M.Si., Prof. Dr. H. Hartono, DEA, DESS

2011 | Disertasi | S3 Penginderaan Jauh

Sejak tahun 1927 telah terjadi delapan kali peristiwa gempabumi merusak di lajur Patahan Palu-Koro. Gempa ini menimbulkan kerusakan dan korban jiwa. Data ini menunjukkan bahwa wilayah Graben Palu sangat rawan bencana gempabumi. Aplikasi citra multispektral dapat digunakan untuk menggambarkan wilayah rawan bencana gempabumi. Penelitian ini bertujuan mengembangkan metode aplikasi citra multispektral untuk identifikasi, pemetaan objek dan fenomena gempabumi tektonik, mengkaji faktor penyusun bencana gempabumi, menganalisis tingkat risiko bencana gempabumi. Penelitian dilakukan di wilayah Graben Palu Sulawesi Tengah. Citra yang digunakan adalah Landsat ETM+, ASTER, dan Ikonos. Pengembangan metode pengolahan citra dilakukan dengan cara menggabungkan transformasi IHS, PCA, filter AEL. Hasil interpretasi citra dianalisis untuk mendapatkan patahan sebagai sumber gempabumi, besar magnitudo gempabumi, tingkat bahaya, kerawanan dan risiko bencana gempabumi. Pencocokan di lapangan dilakukan dengan mengambil beberapa sampel. Penentuan sampel menggunakan purposive sampling. Penelitian menunjukkan bahwa akurasi interpretasi metode integrasi pada objek patahan (90,3 persen), litologi (89,94 persen), dan penggunaan lahan (98,13 persen). Terdapat 66 patahan yang ditemukan di wilayah penelitian. Potensi gempabumi magnitudo momen (Mw) ≥ 5,5 sebesar 33,8%. Magnitudo terbesar mencapai Mw = 7,5. Nilai PGA periode 0,02 detik diperoleh 0,6 - 2,9 g. Besar magnitudo gempa, besar guncangan, dominasi batuan aluvium di permukiman, dan permukiman yang padat bangunan merupakan faktor yang dapat menimbulkan bencana gempabumi di Graben Palu. Penelitian ini juga menemukan bahwa Patahan Palu-Koro merupakan patahan dengan tipe campuran geser dan turun (oblique normal fault) Luas masing-masing kerawanan di tiga kecamatan yang terpilih adalah tingkat rawan I (81 persen), rawan II (9 persen), rawan III (6 persen), dan rawan IV (4 persen). Tingkat risiko bencana gempabumi terdiri atas risiko I (81 persen), risiko II (9 persen), risiko III (6 persen) dan risiko IV (4 persen). Tujuh kelurahan di wilayah penelitian masuk risiko IV dan empat kelurahan termasuk risiko III. Sosialisasi tentang mitigasi bencana perlu dilakukan di wilayah ini untuk mengurangi kerugian akibat bencana dimasa datang.

Since 1927 there have been eight times the event of earthquake damage in the lane Palu-Koro Fault. These earthquakes caused damage and casualties. These data indicate that the region of Palu Graben is very vulnerable earthquake disaster. Applications multispectral image can be used to describe areas vulnerable earthquake disaster. This research aims to develop a method of multispectral image in an integrated application for the identification, mapping objects and phenomena of earthquake, assess the main factors, analyze the level of vulnerability, risks disaster and mitigation alternatives. The study was conducted in the region of Palu Graben in Central Sulawesi. The image used was Landsat ETM +, ASTER, Ikonos and SRTM. Development of image processing method carried out by combining the transformation of IHS, PCA, filters AEL. The results of image interpretation are analyzed to obtain the source earthquake, magnitude earthquake, the level of hazard, vulnerability and risk of earthquake. Matching in the field is done by taking several samples. Determination of the sample using purposive sampling. Research shows that the accuracy of interpretation of the integration method on the fracture (90.3 percent), lithology (89.94 percent), and land use (98.13 percent). There are 66 fault is found. The potential for earthquakes of magnitude moment ≥ 5.5 of 33.8% with the largest magnitude reached Mw = 7.5. PGA values of periods 0.02 seconds obtained 0.6 to 2.9 g. Large magnitude earthquakes, large shocks, the dominance of rock alluvium in the settlements, and dense of settlements is a factor that can lead to disasters earthquakes in Palu Graben. Wide of each vulnerability in the three subdistrict are vulnerable level of I (81 percent), II (9 percent), III (6 percent), and IV (4 percent). Level of earthquake risk consists of risks I (81 percent), risk II (9 percent), risk III (6 percent) and the risk of IV (4 percent). Seven villages in the area of research including the risk IV and four villages risk of III. Dissemination of disaster mitigation needs to be done in this region to reduce losses from disasters in the future.

Kata Kunci : citra multispektral, gempabumi, bencana, risiko


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.