ANALISIS PENGARUH PDKB TEGANGAN MENENGAH 20 kV TERHADAP SAIDI SAIFI DAN K3 DI PT PLN (PERSERO) APJ SURAKARTA
Mokh. Yusuf Hasyim, ST, Dr.Ir.Sasongko PH,DEA,
2011 | Tesis | S2 Mag.Sist.Energi ElektrikKontinuitas pelayanan tergantung pada macam sarana penyalur dan peralatan pengaman. Sarana penyalur (jaringan distribusi) mempunyai tingkat kontinuitas yang tergantung pada susunan saluran dan cara pengaturan operasinya, yang pada hakekatnya direncanakan dan dipilih untuk memenuhi kebutuhan dan sifat beban. Tingkat kontinuitas pelayanan dari sarana penyalur disusun berdasarkan lamanya upaya menghidupkan kembali suplai setelah mengalami pemutusan karena gangguan dengan tanpa pemadaman. Salah satu penyebab dari rugi teknis ádalah sering terjadinya pemadaman pada jaringan distribusi, yang mengakibatkan menurunnya pendapatan yang diterima oleh PT. PLN (Persero). Untuk menekan penurunan pendapatan maka dilakukan penekanan angka SAIDI SAIFI yang salah satunya dengan menggunakan Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) pada Jaringan Tegangan Menengah. Namun PDKB mempunyai efek dapat terjadi resiko kecelakaan karena keterbatasan pandangan dan tenaga jika kerja dilakukan pada malam hari Dengan PDKB metode berjarak angka kecelakaan kerja dapat ditekan. Jika pemakaian PDKB dikelola dengan baik dan tepat maka kinerja yang diharapkan akan terwujud, yaitu susut teknis dan SAIDI SAIFI akan mengalami penurunan yang sangat berarti bagi kinerja perusahaan. Dari hasil analisis dan perhitungan pada penelitian dapat dihasilkan untuk UPJ Surakarta Kota karena sering menggunakan PDKB untuk SAIDI SAIFI lebih kecil jika dibandingkan dengan UPJ Jatisrono yang hampir tidak menggunkan kerja PDKB. PDKB – TM APJ Surakarta sendiri kontribusi pada kinerja antara lain komulatif angka Pemadaman yang dapat diselamatkan adalah 394,41 menit per pelanggan per tahun dengan nilai kWh dan rupiah yang terselamatkan sebesar 13.227.151,19 kWH dan Rp. 8.497.541.151,19.
Service continuity depends on types of distribution channel and securing instruments. Distribution channel has continuity level which depends on the its channel structure and operation adjustment method, which basically preplanned and selected to meet the needs and burden characteristics. The service continuity level from its distribution channel is compiled on the base of the effort length to recharge supply after termination due to obstruction without extinction. One of the cause of technical disadvantage is the frequent extinction on distribution channel which resulting in the decreasing income accepted by PT. PLN (Persero). To minimize the income decrement, then there had conducted SAIDI SAIFI rate minimization which among the others using Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) on Medium Voltage Networks. But Hot Line MAintenance has its effect to incur accident risk due to the limited field of vision and energy if the work is conducted in night time. With distanced method Hot Line Maintenance, the rate of work accident can be minimized. If Hot Line Maintenance use can be effectively and efficiently managed, then a performance is expected to be achieved, that is technical shrinkage and SAIDI SAIFI will decreasing by which very useful for company performance. Of the analysis and estimation results on this research, there can be obtained for UPJ Surakarta Kota for the use of Hot Line Maintenace for smaller SAIDI SAIFI if compared with UPJ Jatisrono which almost using no Hot Line Maintenace works. For PDKB – TM APJ Surakarta it self, contribution on its performance are cummulative extinction rate which can be saved is up to 394.41 minutes per subscriber annually with kWh value and rupiah saved of 13,227,151.19 kWH and IDR. 8,497,541,151.19.
Kata Kunci : PDKB, Sardi, Salfi