Laporkan Masalah

KONSUMSI ROKOK DAN ASUPAN ZAT GIZI BALITA PADA RUMAH TANGGA MISKIN KOTA YOGYAKARTA

Winda Irwanti, dr. Madarina Julia, MPH, Ph.D, SpAK

2011 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang: Pemberantasan kemiskinan dan kelaparan menjadi salah satu agenda millenium development goals (MDG’s) 2015 disebabkan karena buruknya dampak kemiskinan dan kelaparan terhadap umat manusia. Kemiskinan dan kelaparan diperparah dengan kebiasaan merokok pada masyarakat Indonesia. Pengeluaran yang digunakan untuk rokok dan paparan asap rokok dapat berakibat buruk bagi kesehatan balita, termasuk kurangnya asupan zat gizi. Namun, hingga saat ini belum diketahui pasti besarnya pengurangan asupan zat gizi balita akibat konsumsi rokok tersebut dan paparan asap rokok pasif. Tujuan: Untuk mengetahui perbedaan asupan zat gizi energi dan protein balita berdasarkan konsumsi rokok pada rumah tangga miskin di Kota Yogyakarta. Metode: Penelitian ini adalah studi cross sectional. Subjek adalah 86 balita usia 2-5 tahun yang tinggal dalam rumah tangga miskin di Kota Yogyakarta. Untuk mendapatkan data asupan dan konsumsi rokok, ibu balita dan seluruh anggota keluarga yang ditanggung akan diwawancara. Metode untuk menilai asupan menggunakan metode multiple food recall 24 jam selama 4 hari, sedangkan untuk menilai konsumsi rokok digunakan metode wawancara. Hasil dan Pembahasan: Terdapat 77,9% rumah tangga miskin yang mempunyai setidaknya 1 perokok. Asupan energi dan protein balita tidak berbeda signifikan antara balita yang tinggal dalam rumah tangga miskin dengan perokok dan tanpa perokok, meskipun persentase pengeluaran untuk pangan lebih rendah secara signifikan pada rumah tangga dengan perokok. Hal ini dapat disebabkan karena tingginya konsumsi makanan dengan densitas energi tinggi dengan harga yang terjangkau, dan protein dengan harga murah. Makanan ringan, baik manis maupun gurih, menjadi jenis makanan ke-3 terbanyak yang dikonsumsi balita, dan 40% protein hewani yang dikonsumsi balita adalah berupa telur. Kesimpulan: Tidak terdapat perbedaan asupan energi dan protein yang signifikan pada balita yang tinggal di dalam rumah tangga miskin dengan perokok dan tanpa perokok.

Background: Eradication of poverty and starvation is still an agenda of Millennium Development Goals (MDGs) 2015 due to the serious impact of poverty and starvation to human beings. Poverty and starvation are worsened by smoking habit of the Indonesian population. Expenditures used for cigarettes and exposure to cigarette smoke can bring bad impact to the health of toddlers, including lack of nutrient intake. However, until today it is not yet precisely known how much lack of nutrient intake in toddlers caused by cigarette consumption and passive exposure to cigarette smoke. Objective: To identify difference in nutrient intake of energy and protein of toddlers based on the cigarettes consumed in poor household at Yogyakarta Municipality. Method: The study used cross sectional design. Subject consisted of 86 toddlers of two-five years living in poor household at Yogyakarta Municipality. Data of nutrient intake, cigarette consumption, mother of toddlers and all members of the family were obtained from interview. Method to assess intake was multiple food recall 24 hours within four days, whereas interview was used to assess cigarette consumption. Result and Discussion: As much as 77.9% of poor household had at least one smoker. There was no significant difference in intake of energy and protein of toddlers living with smokers and non smokers, though percentage of expenditure for food was significantly lower in the household with smokers. This might be due to high consumption of food with high energy density at affordable price and protein at low price. Snacks, either sweet or tasteful, were the third most consumed by toddlers, and 40% of animal protein consumed were eggs. Conclusion: There was no significant difference in intake of energy and protein of toddlers living in the poor household with smokers and those living with non smokers.

Kata Kunci : rumah tangga miskin, rokok, asupan zat gizi, balita, perokok, nonperokok


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.