Laporkan Masalah

SARANA KESEHATAN LINGKUNGAN DAN PERILAKU IBU DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH PUSKESMAS PASAR IKAN KECAMATAN TELUK SEGARA KOTA BENGKULU TAHUN 2010

Yusmidiarti, Prof. Dr. KRT, Adi Heru Husodo, M.Sc

2011 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar belakang: Penyakit Diare di Indonesia masih merupakan masalah kesehatan masyarakat. Kejadian diare pada balita sebanyak 31,4%, sedangkan angka kematian balita akibat diare sebesar 25,2%. Kejadian ini lebih banyak jika dibandingkan dengan kasus penyakit lain pada balita seperti Pneumonia 15,5%, DBD 6,8% dan Campak 5,8% (Riskesdas, 2007). Di Propinsi Bengkulu angka kejadian diare masih tinggi, pada tahun 2009 ditemukan 58,084 kasus, pada anak balita sebanyak 18.181(64,37%) kasus. jumlah penderita diare di Kecamatan Teluk Segara Kota Bengkulu tahun 2006 sampai dengan tahun 2009 terjadi peningkatan jumlah kasus 448, 290, 751, 755 orang. Tujuan: Mengetahui faktor risiko sarana kesehatan lingkungan (jenis sumber air bersih, ketersediaan air bersih, pemanfaatan air bersih, ketersediaan jamban keluarga, pemanfaatan jamban keluarga)dan perilaku ibu (kebiasaan memberi makan bayi/balita sambil bermain di luar rumah dan kebiasaan personal hygiene) terhadap kejadian diare pada balita di wilayah Puskesmas Pasar Ikan Kecamatan Teluk Segara Kota Bengkulu. Metode: Jenis penelitian observasional analitik dengan menggunakan rancangan penelitian case- control Study. Besar sampel 140 orang, 70 kasus dan 70 kontrol. variabel independen sarana kesehatan Lingkungan (jenis sumber air bersih, ketersediaan air bersih, pemanfaatan sumber air bersih, ketersediaan jamban keluarga, pemanfaatan jamban keluarga) dan perilaku ibu (memberi makan bayi/balita sambil bermain diluar rumah dan personal hygiene) sedangkan variabel dependen adalah kejadian diare pada balita. Analisis data dengan univariat, bivariat dan multivariat. Hasil : Penelitian menunjukkan bahwa (1). sarana Kesehatan Lingkungan (Jenis sumber air bersih dengan nilai OR = 4,026 dan p=0,000; Ketersediaan jamban yang tidak memenuhi syarat kesehatan dengan nilai OR =3,574 dan p=0,000, terbukti berperan sebagai faktor risiko terhadap kejadian Diare pada balita. (2). Perilaku ibu (memberi makan bayi/balita sambil bermain di luar rumah dengan nilai OR=3,377 dan p=0,000; dan kebiasaan melakukan personal hygiene dengan nilai OR=2,728 dan p=0,001), terbukti berperan sebagai faktor risiko terhadap kejadian diare pada balita Kesimpulan : (1). Sarana Kesehatan Lingkungan (Jenis sumber air bersih dan Ketersediaan jamban keluarga yang tidak memenuhi syarat kesehatan terbukti berperan sebagai faktor risiko terhadap kejadian Diare (2). Perilaku ibu (memberi makan bayi/balita sambil bermain di luar rumah dan kebiasaan melakukan personal hygiene) terbukti berperan sebagai faktor risiko terhadap kejadian diare pada balita

Background: Diarrhea is a major health problem in Indonesia. The prevalence of diarrhea in underfives is 31.4%, and mortality rate caused by diarrhea is 25.2%. This figure is higher than pneumonia (15.5%), dengue hemorrhagic fever (6.8%), measles (5.8% (Riskesdas 2007). At the Province of Bengkulu the prevalence of diarrhea is still relatively high. In 2009 there were 32,940 cases and in underfives there were 18,181 cases (64.37%). According to data of Bengkulu Municipal Health Office cases of diarrhea from 2006 to 2009 tended to increase. Objective: To identify risk factors of environmental health facilities (type of clean water resources, availability of clean water, utilization of clean water, availability of family toilet, utilization of family toilet) and mothers' behavior (habit of baby/child feeding outside the house and habit of personal hygiene) and the prevalence of diarrhea in underfives at Pasar Ikan Health Center Subdistrict of Teluk Segara Bengkulu Municipality. Method: The study was analytic observational that used prospective case control study design. Samples consisted of 140 people, comprising 70 cases and 70 control. The independent variables were environmental health facilities (type of clean water resources, availability of clean water, utilization of clean water, availability of family toilet, utilization of family toilet) and mothers' behavior (baby/child feeding outside the house and personal hygiene); whereas the dependent variable was the prevalence of diarrhea in underfives. Data analysis used univariate, bivariate and multivariate techniques. Result: The result of the study showed that 1) Environmental health facilities (OR=4.026 and p=0.000 for type of clean water resources, OR=3.574 and p=0.000 for availability of toilet that did not meet health criteria) were risk factors for the prevalence of diarrhea in underfives; 2) Mothers' behavior (baby/child feeding outside the house OR=3.377 and p=000) and habit of doing personal hygiene (OR=2.728 and p=0.001) were risk factors for the prevalence of diarrhea in underfives. Conclusion: 1) Environmental health facilities (type of clean water resources and availability of family toilet that did not meet health criteria) were risk factors for the prevalence of diarrhea; 2) Mothers' behavior (baby/child feeding outside the house and habit of doing personal hygiene) were risk factors for the prevalence of diarrhea in underfives.

Kata Kunci : Sarana kesehatan lingkungan, Perilaku ibu, kejadian Diare


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.