Laporkan Masalah

CARPAL TUNNEL SYNDROME PADA PEMECAH BATU DI DESA ROWOSARI KECAMATAN TEMBALANG SEMARANG

Siswi Jayanti, dr., Prof. Dr. dr. KRT Adi Heru Sutomo, M.Sc, D.Comm Nutr, DLSHTM, PKK

2011 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Kerja

Tujuan: penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan frekuensi gerakan memecah batu, panjang palu, kesesuaian keliling gagang palu dengan ukuran genggaman dalam tangan, berat palu dan masa kerja dengan carpal tunnel syndrome pada pemecah batu di Desa Rowosari, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang. Metode: penelitian secara potong lintang dilakukan pada 79 pemecah batu yang seluruhnya wanita. Penelitian ini merupakan penelitian explanatori secara potong lintang. Variable bebas adalah frekuensi memecah batu, panjang palu, kesesuaian gagang dan genggaman tangan, berat palu, serta masa kerja responden. Variable terikat adalah CTS yang didiagnosis berdasar criteria NIOSH dan dinilai keparahannya dengan score severity scale dari Levine Data diperoleh dari wawancara tentang karakteristik responden dan keluhan CTS, pengukuran frekuensi memecah batu, panjang gagang palu, keliling gagang palu berat palu dan ukuran genggaman dalam tangan. Pemeriksaan CTS dengan tes sensibilitas (two point discrimination dan monofilament), tes provokasi ( tes Phalen dan Tinel). Hasil :diperoleh hasil pada tangan kanan terjadi CTS sebesar 74,7 %, sedang pada tangan kiri hanya 40,5 %, skor Levine pada tangan kanan lebih besar (rerata 21,66) daripada tangan kiri (rerata 15,24). Rerata frekuensi adalah 50,99x/menit, panjang gagang palu 174,19 mm, kesesuaian keliling gagang dengan ukuran genggaman dalam tangan (selisih) 45,234 mm, berat palu 872,41 g serta masa kerja 11,71. Hasil analisis bivariat ditemukan tidak ada hubungan yang signifikan antara semua variabel bebas dengan CTS (p>0,05). Kontribusi semua variabel bebas secara bersama-sama dalam menyebabkan CTS sebesar 1,7 %, sedangkan sisanya (98,7 %) disebabkan oleh faktor lain. Kesimpulan: tidak ada hubungan antara semua variabel bebas (frekuensi, panjang ganging, kesesuaian gagang dan tangan, berat palu dan masa kerja dengan CTS. Kontribusi relative semua variabel bebas secara bersama-sama dalam menyebabkan CTS sebesar 1,7%, sisanya oleh penyebab yang lain.

Objective: The objective of this study was to analyze the correlation between repetition (frequency of movement), force (length of hammer, the fitting of hammer to the hand, weight of hammer) and work periode and Carpal Tunnel Syndrome (CTS) among manually stone breaker at Rowosari Village, Tembalang district, Semarang City. Method: A cross sectional design was used in this study to 79 person. Independent variables were frequency of movement, length of hammer, the fitting of hammer to hand, weight of hammer and working periode). Dependent variable was CTS. All of samples were women with incidental sampling method. Data collection was done through interviews about characteristic of samples, CTS complains and work periode, inspections about working condition, sensibility test (two point discrimination and monofilament) and provocation test (Phalen’s and Tinel’s) and meassurment of frequency, length of hammer, diameter of hammer, anthropometry of hand, weight of hammer. Result: The study found that there were no significant correlation between frequency of movement (p = 0,062), length of handle (p = 0,181), the fitting of hammer to hand (p = 0,292), weight of hammer (p = 0,483) and working periode (p = 0,488)) and CTS. Contribution of all independent variables to cause CTS was 1,7 %, and 98,3 % by the other factors. Conclution: no significant correlation were found between frequency, length of handle, the fitting of handle to hand, weight of hammer, work periode and CTS. Relative contribution of all variables to cause CTS were 1,7% and 98,3% cause by the other factors.

Kata Kunci : CTS, frekuensi, panjang gagang, kesesuaian alat tangan, berat palu, masa kerja


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.