KEDUDUKAN ANAK LAKI-LAKI DALAM PEWARISAN WARGA NEGARA INDONESIA KETURUNAN TIONGHOA DIKECAMATAN LUWUK PROPINSI SULAWESI TENGAH
yenny hosen, RA. Antari Innaka T., S.H., M.Hum.
2011 | Tesis | S2 Magister KenotariatanPenelitian ini berjudul Kedudukan Anak Laki-Laki dalam Pewarisan Warga Negara Indonesia Keturunan Tionghoa di Kecamatan Luwuk Propinsi Sulawesi Tengah. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui : praktek pembagian waris masyarakat keturunan Tionghoa yang secara yuridis tunduk pada KUHPerdata tetap menggunakan hukum adat nya dan mengkaji kedudukan anak laki-laki dalam sistem pewarisan di Kecamatan Luwuk Propinsi Sulawesi Tengah. Penelitian ini adalah penelitian yuridis sosiologis, yang mengutamakan data primer yaitu melalui wawancara, dalam pelaksanaannya penulis juga melakukan penelitian kepustakaan untuk memperoleh data sekunder. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dalam praktek pembagian waris masyarakat keturunan tionghoa di Kecamatan Luwuk terbagi atas cina totok dan cina peranakan yang secara yuridis tunduk pada Kitab Undang-Undang Hukum Perdata tetap menggunakan hukum adatnya, golongan tionghoa totok sangat menjunjung hukum dari nenek moyang, dan golongan tionghoa peranakan yang pembagian warisnya tidak lagi secara penuh bertujuan untuk mengikuti hukum nenek moyang tapi mereka memilih menyelesaikan secara kekeluargaan dan kesepakatan antara pewaris dan ahli warisnya. Kedudukan anak laki-laki bagi golongan cina totok melakukan pewarisan dengan memberikan hak mutlak kepada anak laki-laki. Tetapi bagi golongan tionghoa peranakan dalam melakukan pembagian waris, perlahan telah menuju mengikuti aturan Undang- Undang yang tidak membedakan kedudukan anak laki-laki dan anak perempuan, tetapi berbeda mengenai bagian harta warisan dari ahli waris masih melihat kemanfaatan bagi ahli warisnya.
-
Kata Kunci : Anak Laki-laki, Tionghoa, Waris