Laporkan Masalah

TINJAUAN PROSEDUR LELANG NON EKSEKUSI SUKARELA SECARA TIDAK LANGSUNG DI BALAI LELANG PT TRIAGUNG LUMINTU

Yullinta Astried Dian Vitalova, Dwi Haryati, S.H., M.H

2011 | Tesis | S2 Magister Kenotariatan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang prosedur Lelang Non Eksekusi Sukarela secara tidak langsung di Balai Lelang PT Triagung Lumintu dan untuk mengetahui apa keunggulan serta kelemahan dari prosedur Lelang Non Eksekusi Sukarela secara tidak langsung yang telah dilaksanakan oleh Balai Lelang PT Triagung Lumintu. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif yaitu data yang diteliti, dikaji dan dikembangkan berdasarkan pada data kepustakaan. Data yang digunakan adalah data sekunder dan didukung dengan data primer. Data sekunder diperoleh melalui penelitian kepustakaan yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder dan tersier, sedangkan data primer didapatkan melalui penelitian lapangan baik berupa hasil wawancara dengan narasumber dan responden. Data yang telah terkumpul dianalisis secara kualitatif dan disusun dalam laporan yang bersifat deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Lelang Non Eksekusi Sukarela secara tidak langsung di Balai Lelang PT Triagung Lumintu telah memenuhi sebagian besar nilai- nilai pokok dan esensi dari asas Lelang, terkecuali asas efisiensi.Lelang ini juga memenuhi ketentuan yang berlaku dalam aturan pelaksanaan lelang, sehingga sah secara hukum. Lelang Non Eksekusi Sukarela secara tidak langsung menggunakan sebagian besar mekanisme lelang pada umumnya, kecuali dalam media penawarannya menggunakan teknologi informasi. Lelang Non Eksekusi Sukarela secara tidak langsung memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan lelang pada umumnya yaitu tidak memerlukan kehadiran secara fisik dari Peserta Lelang sehingga menghemat waktu, tenaga dan biaya karena tidak memiliki keterbatasan geografis. Selain itu tidak memerlukan modal yang besar untuk tempat mengadakan Lelang. Lelang Non Eksekusi Sukarela secara tidak langsung juga memiliki kelemahan-kelemahan, antara lain yaitu tidak adanya sarana dan infrastruktur yang memadai, kurangnya keamanan dalam bertransaksi, SDM yang tidak menguasai teknologi informasi, ma halnya biaya penyediaan software dan hardware, dan kurangnya peraturan yang mengatur mengenai Lelang Non Eksekusi Sukarela secara tidak langsung, mengakibatkan perkembangan Lelang Non Eksekusi Sukarela secara tidak langsung di Indonesia terhambat.

This research aims to find out about non-execution of a voluntary and indirectly auction procedure on the auction house of PT Triagung Lumintu and to find out what the advantages and disadvantages of non execution of a voluntary and indirectly auction procedure that have been implemented by the auction house of PT Triagung Lumintu.. This research is a normative juridical study of the data examined, studied and developed based on literature data. Its used secondary data and supported by primary data. The secondary data obtained through library research consisted of primary legal materials, secondary and tertiary. While the primary data obtained through field research in the form of interviews with informants and respondents. The data have been collected were analyzed qualitatively and arranged in a descriptive report. The results showed that the implementation of the non execution of voluntary and indirectly auction in the auction house PT Triagung Lumintu has met most of the core values and essence of the principle of the auction, unless the principle of efficiency. This auction also meet the applicable provisions in the rules of the auction, so its legal. Non execution of voluntary and indirectly auctions use most of the auction mechanism in general, except for offering media using information technology. Non execution of voluntary and indirectly auctions has several advantages compared with the auction in general that does not require the physical presence of the bidders so as to save time, effort and cost because it has no geographic limitations. otherwise it does not require substantial capital to place a an auction. non-execution of voluntary and indirectly auctions also have weaknesses, among others, namely the lack of adequate facilities and infrastructure, lack of security in the interaction, not human resources master information technology, high cost of providing software and hardware, as well as the lack of regulations regarding voluntary auction resulted in non executable development of non-execution of voluntary and indirectly auctions in Indonesia is hampered.

Kata Kunci : Lelang tidak langsung, Lelang Non Eksekusi Sukarela secara tidak langsung, Balai Lelang


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.