Laporkan Masalah

ANALISIS DAMPAK PROGRAM PEMBERDAYAAN PETANI MELALUI TEKNOLOGI DAN INFORMASI PERTANIAN (P3TIP) TERHADAP PENINGKATAN KESEJAHTERAAN PETANI (Studi Kasus : FMA Desa Mangunsari Kec. Windusari Kab. Magelang)

Ari Tri Arti, Prof. Dr. Catur Sugiyanto, MA

2011 | Tesis | S2 Magister Ek.Pembangunan

Penelitian tentang analisis dampak Program Pemberdayaan Petani melalui Teknologi dan Informasi Pertanian (P3TIP) terhadap peningkatan kesejahteraan petani (Studi Kasus : FMA Desa Mangunsari Kec. Windusari Kab. Magelang) dilakukan dengan tujuan umum untuk menganalisis dampak pelaksanaan P3TIP di Desa Mangunsari Kecamatan Windusari Kabupaten Magelang terhadap peningkatan kesejahteraan petani peserta pembelajarannya. Tujuan khususnya adalah untuk menganalisis apakah P3TIP dapat meningkatkan pendapatan petani melalui pembelajaran tentang teknologi dan informasinya, menganalisis apakah P3TIP dapat meningkatkan partisipasi peserta dalam perencanaan kegiatan penyuluhan dan kegiatan masyarakat pada umumnya, serta menganalisis apakah FMA dapat meningkatkan pengetahuan, sikap dan ketrampilan petani dalam menjalankan usahanya. Penelitian dilakukan dengan mengumpulkan data primer dari 60 responden yang terdiri dari 30 responden peserta pembelajaran dan 30 responden kontrol (bukan peserta pembelajaran). Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara kuesioner serta wawancara mendalam terhadap beberapa informan kunci. Dengan menggunakan analisis uji beda dua rata-rata berpasangan, terhadap pendapatan bersih sebelum dan sesudah pembelajaran pada responden peserta, diperoleh bahwa P3TIP melalui pembelajaran FMA memberikan hasil yang signifikan terhadap peningkatan pendapatan bersih/keuntungan petani, dengan nilai uji t sebesar -4,763 (α=5 persen). Menggunakan metode Difference-in-Differences, juga diperoleh hasil bahwa P3TIP memberikan dampak bersih sebesar 106,6 persen (setara dengan Rp8.517.790,73) terhadap peningkatan pendapatan bersih petani. Pemberdayaan petani melalui teknologi dan informasi merupakan suatu proses dari sistem penyuluhan yang tidak bisa dipisah-pisahkan, melainkan suatu hubungan yang bersinergi antara lembaga penelitian, instansi pelaksana penyuluhan, kelembagaan petani dan petani itu sendiri. Teknologi yang lebih cepat diadopsi oleh petani adalah teknologi yang berbahan dasar lokal, sedangkan pembelajaran dari petani ke petani dan sesuai dengan kebutuhan petani ternyata lebih efektif dalam merubah pengetahuan, sikap dan ketrampilan petani dalam usahataninya, yang selanjutnya akan meningkatkan kesejahteraan petani.

The study of the analysis of impact of Farmer Empowerment through Agricultural Technology and Information (FEATI) on increasing the farmers welfare (Case Study: FMA Mangunsari Village Kec. Windusari Kab. Magelang) is done with a common objective to analyze the impact of the implementation of FEATI in the Village Mangunsari, Windusari Sub District of Magelang District towards improving the farmers welfare participating in learning. Particular purpose is to analyze whether FEATI can increase farmers' income through learning about technology and information, analyze whether FEATI can improve participation in planning extension activities and community activities in general, and analyze whether FMA can improve knowledge, attitudes and skills of farmers in business . The study was conducted by collecting primary data from 60 respondents consisting of 30 respondents participant learning and 30 respondents control (non-participant learning). The data was collected by interview questionnaire as well as depth interviews with key informants. Using analysis of paired mean difference test, against net income before and after learning the respondent participants, obtained that FEATI through FMA learning show significant results towards increased net revenue / benefit of farmers, with a value of -4,763 (α=5 percent). Using the method of Difference-in-Differences, also obtained results that FEATI net impact is 106,6 percent (equivalent to Rp8.517.790,73) on increase farmers' net income. Farmers empowerment through technology and information is a whole process of extension system that can not be separated, but a synergistic relationship between research institutions, extension implementing agencies, farmers institutions and farmer themselves. Technology more rapidly adopted by farmers is a locally-based technology, while learning from farmer to farmer and in accordance with the needs of farmers is more effective in changing knowledge, attitudes and skills of farmers in farming, which will further enhance the farmers welfare.

Kata Kunci : pemberdayaan petani, P3TIP, FMA, pendapatan petani, kesejahteraan petani


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.