Analisis Biaya Terapi Obat Antidiabetik Kombinasi dan Kualitas Hidup Pasien Diabetes Melitus Rawat Jalan Di RSUD Kabupaten Sukoharjo
Kusumaningtyas Siwi Artini S.Farm, Prof.Dr. Achmad Fudholi, DEA., Apt.
2011 | Tesis | S2 Mag.Manaj.FarmasiDiabetes Melitus merupakan salah satu masalah kesehatan yang berdampak pada produktivitas dan dapat menurunkan sumber daya manusia serta merupakan salah satu penyakit yang membutuhkan biaya yang besar untuk mengatasinya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran penggunaan antidiabetik, besarnya biaya terapi langsung dan kualitas hidup pasien diabetes melitus tipe 2 yang menjalani rawat jalan di RSUD Kabupaten Sukoharjo. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Observasional Crosssectional. Data diambil dengan 2 cara, yaitu concurrent dan retrospektif, dengan menggunakan teknik purposive sampling. Bahan penelitian yang digunakan adalah rekam medis pasien, hasil kuesioner pasien, dan rincian biaya pada pasien. Subyek penelitian adalah pasien diabetes melitus tipe 2 rawat jalan di RSUD Kabupaten Sukoharjo, yang telah menerima antidiabetik kombinasi minimal 3 bulan terapi sebelum pengukuran kualitas hidup. Subyek penelitian berjumlah 105 pasien. Untuk mengetahui kualitas hidup berdasarkan karakteristik pasien digunakan uji independent sampe t-test dan uji Anova; dan untuk mengetahui kualitas hidup berdasarkan kombinasi antidiabetik digunakan uji independent sample t-test. Dari penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil kombinasi antidiabetik yang paling banyak digunakan di RSUD Kabupaten Sukoharjo adalah kombinasi glibenklamid-metformin sebanyak 33 pasien (31,4%), biaya total pasien diabetes melitus tipe 2 rawat jalan di RSUD Kabupaten Sukoharjo yang paling rendah adalah kombinasi glibenklamid-metformin dengan biaya sebesar Rp 102.847,00 dan yang paling tinggi adalah kombinasi insulin glarginakarbose- gliquidon, Rp 450.694,00 dan faktor karakteristik pasien seperti usia, status pernikahan, pendidikan dan pekerjaan berpengaruh terhadap kualitas hidup serta tidak ada perbedaan kualitas hidup pada pasien dengan kombinasi ADO dan pasien dengan kombinasi ADO+insulin.
Diabetes mellitus is one of health problem that affects in productivity and can reduce human resources and is one of disease that requires a large cost to overcome them. The research was conducted to know the description of the use of antidiabetic, the magnitude of the direct costs and quality of life of outpatient with type 2 diabetes mellitus in RSUD Kabupaten Sukoharjo. The research is conducted using Crosssectional Observational methods. Data taken in 2 ways, concurrent and retrospective, using purposive sampling technique. Research material used is the patient's medical record, results of patient questionnaires, and details the cost to the patient. Subjects were outpatient with type 2 diabetes mellitus in RSUD Kabupaten Sukoharjo, who had received combined antidiabetic therapy of at least 3 months prior to the measurement of quality of life. Study subjects totaled 105 patients. To determine the quality of life based on the characteristics of the patients used an independent test until t-test and Anova test, and to know the quality of life based on a combination of antidiabetic used independent sample test t-test. The result of research showed that the most combination of antidiabetic that used in RSUD Kab. Sukoharjo is glibenclamide-metformin as many as 33 patients (31.4%), total cost of diabetes mellitus type 2 which cheapest is glibenclamide-metformin, Rp 102.847,00 and the highest is insulin garglinakarbose- glidiab, Rp 450.694,00 and patient characteristics such as age, marital status, education and job influence the quality of life and there is no defferences of quaality of life between patients with a combination of ADO to patients with a combination of insulin+ADO.
Kata Kunci : Diabetes melitus tipe 2, biaya obat kombinasi antidiabetik, kualitas hidup, RSUD Kabupaten Sukoharjo.