Laporkan Masalah

KAJIAN KERUSAKAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN AKIBAT BANJIR DI DAERAH ALIRAN SUNGAI SANGATTA BAGIAN HILIR KABUPATEN KUTAI TIMUR PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

DESYELINE SUZAN KOMMALA, S.T., Prof. dr. Totok gunawan, M.S

2011 | Tesis | S2 Magister Pengelolaan Lingkungan

Penelitian ini mengkaji kerusakan komponen lingkungan permukiman yang meliputi komponen abiotik, biotik, dan kultur yang diakibatkan oleh banjir yang terjadi pada DAS Sangatta bagian hilir. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji tingkat kerawanan banjir, mengidentifikasi lahan permukiman yang rawan terhadap banjir, mengkaji komponen lingkungan permukiman yang rusak akibat banjir dan menentukan strategi pengelolaan lingkungan untuk mengatasi banjir yang terjadi di DAS Sangatta bagian hilir, Metode pengumpulan data dilakukan dengan studi literatur, dokumentasi lapangan, dan wawancara. Metode analisis menggunakan metode analisis kuantitatif dengan menggunakan metode pendekatan analisis tumpang susun parameter banjir berupa bentuk lahan, drainase permukaan, kemiringan lereng, infiltrasi tanah, dan curah hujan, analisis tumpang susun peta kelas kerawanan banjir dengan peta penggunaan lahan dalam penetapan zonasi daerah beresiko banjir, dan analisis deskriptif evaluatif kerusakan lingkungan permukiman akibat banjir. Hasil penelitian menunjukkan DAS Sangatta bagian hilir terbagi ke dalam lima kelas kerawanan banjir yaitu sangat rawan seluas 3862,62 ha (56,66%), rawan 1207,09 ha (17,71%), cukup rawan 1134,38 ha (16,64%), dan tidak rawan 261,18 ha (3,83%), dan sangat tidak rawan 351,24 ha (5,15%). Permukiman dengan kelas kerawanan banjir sangat rawan seluas 153,94 ha (28,84%), rawan seluas 354,47 ha (66,41%), dan cukup rawan seluas 25,36 ha (4,75%). Zonasi daerah beresiko banjir meliputi zona I seluas 508,41 ha (7,46%), zona II seluas 915,93 ha (13,44%), zona III seluas 198,32 ha (2,91%), zona IV seluas 260,93 ha (3,83%), dan zona V seluas 4932,93 ha (72,37%). Kerusakan lingkungan berupa terganggunya aktifitas sosial ekonomi penduduk, kerusakan harta benda dan bangunan rumah, menurunnya kualitas lingkungan dan gangguan kesehatan, rusaknya lahan pertanian dan tambak yang berakibat pada gagal panen, dan kerusakan infrastruktur jalan. Strategi pengelolaan lingkungan untuk mengatasi permasalahan banjir DAS Sangatta bagian hilir dengan mengoptimalkan fungsi rawa sebagai tempat parkir air, mengembangkan produksi kayu Ramin, Meranti, Bengkirai, dan jenis kayu lainnya sebagai alternatif bahan bangunan selain kayu ulin untuk menunjang pemenuhan kebutuhan rumah panggung, dan mengembangkan konsep rumah panggung sebagai alternatif rumah tempat tinggal.

This research studied the settlement environmental component distruction ,which is contains of the abiotic, biotic, and cultural component, caused by flood in downstream area of Sangatta River Basin. This research’s goals are to study the flood vulnerability level, to identify the settlements vulnerable to flood, to study the settlement environmental component distruction due to flood and to find the environmental management strategies to overcome the flood in downstream of Sangatta River Basin. The methods of collecting data were literatural study, site documentation, and interviewing the resource person. The analysis methods used quantitative analysis in accordance to flood parameter overlay analysis approximation method in terms of landform, surface drainage, slope elevation, infiltration, and rainfall, overlay analysis between floods hazardous mapping and land use mapping to determine flood risk zones, and descriptive-evaluative analysis to identify the settlement environmental component distruction due to flood. The analysis result shows that downstream area of Sangatta River Basin devided into five flood vulnerability levels which are highly vulnerable level as much as 3862.62 ha (56.66%), vulnerable level 1207.09 ha (17.71%), quite vulnerable level 1134.38 ha (16.64%), invulnerable level 261.18 ha (3.83%), and very invulnerable level 351.24 ha (5.15%). Settlement area devided into three flood vulnerability levels which are highly vulnerable level as much as 153.94 ha (28.84%), vulnerable level 354.47 ha (66.41%), and quite vulnerable level 25.36 ha (4.75%). Zoning of flood risk area consists of zone I as much as 508.41 ha (7.46%), zone II 915.93 ha (13.44%), zone III 198.32 ha (2.91%), zone IV 260.93 ha (3.83%), and zone V 4932.93 ha (72.37%). The environmental destruction take forms in inhabitant/civilian economical social activity disturbance, housing and property damage, environment and health quality degradation, farmland and embankment damage leads to crop failure, and road infrastructure damage. The environmental management strategy to overcome flood problems in downstream of Sangatta River Basin by optimizing the function of swamps as water park area, expanding production of woods such as Ramin, Meranti, Bengkirai, and other types as an alternative building material besides Ironwood to support fulfillment needs of stilt houses, and developing the concept of stilt houses as an alternative residence.

Kata Kunci : kerusakan lingkungan, rawan banjir, pengelolaan lingkungan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.