Laporkan Masalah

KAJIAN KERUSAKAN EKOSISTEM MANGROVE AKIBAT KEGIATAN PERTAMBAKAN DI DESA KUALA KARANG KECAMATAN TELUK PAKEDAI KABUPATEN KUBU RAYA PROVINSI KALIMANTAN BARAT TAHUN 2005-2010

WELI ZUANDI, S.T., Dr. SU RITOHARDOYO, M.A.

2011 | Tesis | S2 Magister Pengelolaan Lingkungan

Hutan mangrove penting keberadaannya karena memberikan fungsi ekologi danfungsi ekonomis bagi kehidupan masyarakat pesisir. Kerusakan hutan mangrove yang terjadi bersumber dari perilaku masyarakat untuk membuka lahan tambak, budidaya perikanan, dan penebangan liar karena semakin besarnya permintaan terhadap produksi kayu. Penelitian ini bertujuan untuk : 1)Mengkaji tingkat kerusakan ekosistem hutan mangrove dari aspek perubahan penutupan lahan tahun 2005-2010 akibat kegiatan pertambakan di Desa Kuala Karang. 2)Mengkaji partisipasi masyarakat Desa Kuala Karang dalam pengelolaan ekosistem mangrove yang meliputi partisipasi dalam penyuluhan dan partisipasi dalam pencegahan kerusakan ekosistem mangrove. 3)Mengetahui pengaruh tingkat pendidikan, pengetahuan dan pendapatan masyarakat dalam pengelolaan ekosistem mangrove di desa Kuala Karang. 4)Merumuskan strategi pengelolaan lingkungan pada ekosistem hutan mangrove berbasis masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini terbagi atas dua macam yaitu (1) interpretasi citra Spot secara manual dan survei lapangan (field survey) dan (2) metode survei melalui wawancara dengan menggunakan kuisioner. Analisis data menggunakan tabel silang,kemudian hasilnya dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan Terdapat tingkat kerusakan ekosistem hutan mangrove dari aspek perubahan penutupan lahan tahun 2005-2010 berupa kegiatan pertambakan di Desa Kuala Karang, yang menyebabkan kerusakan ekosistem mangrove dimana untuk luasan area kerusakan hutan mangrove dalam hal ini hutan mangrove yang beralih fungsi menjadi lahan tambak sebesar 372 ha, yang dilakukan oleh investor dari luas Desa Kuala Karang. Sebagian besar masyarakat Desa Kuala Karang mempunyai tingkat pengetahuan dalam pemanfaatan 62,20% dan partisipasi dalam pencegahan kerusakan ekosistem mangrove yang tergolong sedang, selain hal tersebut terdapat permasalahan dalam pengelolaan lahan tambak yaitu tidak dilibatkannya masyarakat lokal dalam pengelolaan tambak. Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan, pendidikan, pendapatan dalam partisipasi masyarakat terhadap kerusakan hutan mangrove. Adanya Invenstor dari luar Desa Kuala Karang yang membuka hutan mangrove menjadi tambak tanpa memperhatikan kelangsungan ekosistem mangrove dan ekonomi masyarakat sekitar.

Presence of mangrove forest is very necessary because it serve ecological andeconomical functions to beach inhabitants’ life. Mangrove forest was damaged as result ofinhabitants’ behavior to open embankment area, fishing, and illegal logging due to bigdemand for wood products. Objectives of research were 1) Assess the extent of damage to the mangrove forest ecosystem of the aspects of land cover change in 2005-2010 due to aquaculture activities in the village of Kuala Reefs. 2) Assess the community's participation in the village of Kuala Karang mangrove ecosystem management that includes participation in counseling and participation in the prevention of damage to mangrove ecosystems. 3) Knowing the influence of level of education, knowledge and incomes in the management of mangrove ecosystems in the village of Kuala Reefs. 4) Formulate environmental management strategy in community-based mangrove forest ecosystem. There results showed the level of destruction of mangrove forest ecosystem aspects of land cover change 2005-2010 in the form of aquaculture activities in the village of Kuala Reef, which causes damage to the mangrove ecosystem in which an area of mangrove forest area of damage in this case the switching function of mangrove forests into fishponds for 372 ha, which is done by investors from the village of Kuala Coral area. Most of the villagers of Kuala Corals have this level of knowledge in the utilization of 62.20% and the participation in the prevention of damage to mangrove ecosystems are classified as being, in addition to this there are problems in land management pond that does not involve local communities in the management of ponds. There is a relationship between the level of knowledge, education, income, community participation in mangrove forest destruction. The existence Invenstor from outside the village of Kuala Karang mangrove forest that opens into the pond without regard to the sustainability of mangrove ecosystems and the economic community.

Kata Kunci : Hutan mangrove, kerusakan, partisipasi masyarakat, pertambakan.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.