DUKUNGAN KELUARGA DAN KEJADIAN STUNTED PADA ANAK BALITA DI KABUPATEN SIMEULUE
Anita, Prof. dr. Djauhar Ismail, SpA(K), MPH, PhD
2011 | Tesis | S2 Kesehatan Masyarakat/ELLatar Belakang: Kekurangan gizi kronis dengan stunted merupakan ancaman kesehatan global terbesar untuk kelangsungan hidup anak, terutama pada masa balita. Kejadian stunted di Kabupaten Simeulue Provinsi Aceh masih berada diatas prevalensi nasional mencapai 63.9%. Kejadian gizi kurang di Aceh masih dipengaruhi oleh pengasuhan orang tua dalam praktek pemberian makan pada anak yang belum sesuai. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dan kejadian stunted pada anak balita. Metode: Jenis penelitian observasional dengan pendekatan kuantitatif menggunakan rancangan cross-sectional dan didukung data kualitatif. Subjek penelitian berjumlah 156 anak balita berusia 24-59 bulan. Pengambilan sampel menggunakan metode three stage sampling dimodifikasi dengan purposif dan random sampling. Variabel terikat adalah anak balita dengan stunted, variabel bebas adalah dukungan keluarga dan variabel luar yaitu struktur keluarga, jumlah anak, pekerjaan ibu. Sebelum kuesioner digunakan dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Pengolahan data menggunakan analisis univariabel, bivariabel dengan chi-square, analisis multivariabel dengan model regresi logistik. . Hasil: Prevalensi stunted di Kabupaten Simeulue mencapai 57,05%. Analisis multivariabel menunjukkan hubungan yang signifikan antara anak balita yang tidak mendapatkan dukungan keluarga dengan nilai (OR=2,9; CI=1,41-6,08) dengan kejadian stunted setelah menganalisis secara bersamaan dengan variabel struktur keluarga, jumlah anak dan pekerjaan ibu. Kesimpulan: Anak yang tidak mendapatkan dukungan keluarga terbukti meningkatkan kejadian stunted, maka perlu dilakukan upaya pembinaan pada setiap keluarga terutama dengan anak balita yang mengalami stunted untuk meningkatkan dukungan keluarga dalam praktek pemberian makan dan perawatan pada anak balita.
Background: Chronic malnutrition with stunting constitutes the most considerable global health threat for the child survival, particularly for children under-five. The prevalence of stunted children cases in Simeulue District, Aceh Province, still exceeds the national prevalence in which the district prevalence has reached 63.9%. The prevalence of malnutrition in Aceh is attributed to inadequacy of parental care in the feeding practice for the children. Objective: To find out the correlation of family’s supports and the stunted children prevalence among under-five children. Method: This was an observational study using quantitative approach with cross-sectional design and supported by qualitative data was conducted. Subjects were 156 under-five children aged 24-59 months. Sample taking used three stage sampling method. The dependent variable was stunted under-five children, the independent variable was family’s supports and the extraneous variables were family’s structure, number of children, and maternal occupation. Prior the use of the questionnaire, validity and reliability tests were done. Data processing used univariable analysis, bivariable analysis with chi-square test, and multivariable analysis with logistic regression. . Result: Prevalence of stunting in Simeulue Regency was 57,05%. Multivariable analysis showed that there was a significant correlation between children without family’s support with a value (OR=2,9; CI=1,41- 6,08) with the prevalence of stunting after considering the variables of family’s structure, number of sibling, and maternal occupation. Conclusion: A child who does not receive his family’s supports is proven to increase stunted prevalence; therefore, there needs to be a dissemination, supervision and advocacy for each family, especially those with stunted under-five children to improve the family’s supports in children feeding practice and treatment.
Kata Kunci : Dukungan keluarga, stunted, anak balita