Laporkan Masalah

IMPLEMENTASI ASYMMETRIC-WATERMARKING BERBASIS PERMUTASI RC-4 PADA KOEFISIEN DWT CITRA DIGITAL

Mina Naidah Gani, Dr. Eng. Ir. Risanuri Hidayat, M.Sc.

2011 | Tesis | S2 Teknik Elektro

Pengaksesan data citra digital yang semakin mudah dan marak, menyebabkan diperlukannya suatu sistem keamanan yang dapat melindungi informasi dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Salah satu metode perlindungan untuk data citra digital adalah Digital Image Watermarking. Dengan metoda Digital Image Watermarking, maka copyright citra digital yang dihasilkan akan terlindungi dengan cara menyisipkan informasi tambahan seperti informasi pemilik, keaslian, dsb ke dalam citra tersebut. Discrete Wavelet Transform (DWT) merupakan salah satu ranah yang banyak digunakan dalam teknik watermarking dalam domain transform. Dengan selalu berasumsi bahwa algoritma dapat dimiliki siapa saja, metode Asimetrik watermarking citra digital dapat menjembatani agar watermark yang terdapat pada Host tetap aman. Permutasi yang sulit dilacak adalah salah satu pemecahan masalah ini. Metoda permutasi RC-4 berbasis logistik map, dengan konsep penyisipan pada koefisien dwt citra digital yang diajukan oleh beberapa peneliti. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ranah DWT lebih robust terhadap serangan geometri rotasi dan pengubahan ukuran gambar dibandingkan pada ranah DCT. Pendeteksian watermark, dilakukan dengan menerapkan uji korelasi, didapat selalu positif pada semua serangan non malicious (cropping, compression, noise, sharpening resizing, dan rotation), kecuali pada pengecilan ukuran gambar berwatermark lebih kecil dari 22% dan derau salt & peppers pada koefisien lebih besar dari 0.1%. Sedangkan pada pengekstrasian, diseluruh pengujian tanpa serangan maupun dengan serangan non malicious, watermark terekstraksi, kecuali pada pemotongan gambar untuk watermark termutasi, pengecilan dan kompresi jpeg dengan kwalitas kurang dari 100%. Pengaturan beberapa koefisien seperti koefisien ambang penyisipan, nilai kekuatan watermark, dan koefisien watermark itu sendiri, dapat menghasilkan copyright yang handal pada suatu host.

Accessing the digital image data is increasingly easy and widespread, causing the need for a security system that protects information from those who are not responsible. One method of protection for digital image data is the Digital Image Watermarking. Discrete Wavelet Transform (DWT) is widely used in the domain of watermarking techniques. By always assume that the algorithm can be owned by anyone, asymmetric watermarking method can bridge the digital image so that watermark contained in the host remains safe. Permutations which are difficult to trace is one of solving this problem. RC-4 permutation method based on logistic map, with the concept of embedding a digital image of the dwt coefficients proposed by several researchers. Test results show that the DWT domain is more robust against geometric attacks rotation and resizing images than in DCT domain. Watermark detection, performed by applying the correlation test, obtained is always positive on all nonmalicious attacks (cropping, compression, noise, sharpening resizing, and rotation), except in size reduction watermarked images smaller than 22% also noise and salt & peppers on a coefficient greater than 0.1%. While on extraction, throughout the testing without an attack or with non-malicious attacks, the watermark extracted, except for cutting images to watermark permuted, reduction and JPEG compression with quality less than 100%. Setting some coefficients such as the coefficient of the insertion threshold, the watermark strength, and coefficient of the watermark itself, can produce a reliable copyright on a host.

Kata Kunci : Citra Digital, Asymmeric Watermarking, DWT, permutasi, korelasi, ekstraksi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.