Laporkan Masalah

PENGARUH JAMUR MIKORIZA ARBUSKULA TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO DAN INTENSITAS PENYAKIT BERCAK DAUN

YENNY SARIASIH,SP, Dr. Ir. Jaka Widada, MP.,

2011 | Tesis | S2 Fitopatologi

Permasalahan yang muncul pada perkebunan kakao di Indonesia adalah kesulitan memperoleh bibit kakao yang sehat dengan penampilan yang baik dalam jumlah yang banyak untuk peremajaan pertanaman kakao. Di samping itu, bibit kakao sering mengalami gangguan penyakit bercak daun yang disebabkan oleh Colletotrichum gloeosporioides. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh inokulan jamur mikoriza arbuskula (JMA) yang berasal dari beberapa lokasi pertanaman kakao di Pulau Jawa dalam bentuk tunggal dan campuran terhadap pertumbuhan bibit kakao dan intensitas penyakit bercak daun. Penelitian dilakukan mulai bulan Desember 2010 sampai bulan Juli 2011. Bahan utama penelitian adalah zeolit hasil produksi massal dengan inokulan JMA yang berasal dari Serandu, Kulon Progo (S1); Patuk, Gunung Kidul (S2); Sambirejo, Jombang (S3); Segayung TS, Batang (S4); Segayung MK, Batang (S5) campuran (S6) dengan S0 sebagai kontrol. Variabel yang diamati meliputi pertumbuhan bibit kakao, persentase infeksi JMA pada akar dan intensitas penyakit bercak daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inokulan JMA campuran cenderung memberikan hasil pertumbuhan bibit kakao yang paling baik dibandingkan kontrol dan inokulan JMA tunggal. Inokulan JMA campuran menunjukkan tingkat infektivitas yang paling tinggi dengan rerata laju infeksi yang paling tinggi. Intensitas penyakit bercak daun karena C. gloeosporioides tidak berbeda nyata namun ada kecenderungan rerata intensitas penyakit bercak daun pada bibit kakao dengan perlakuan JMA campuran lebih rendah dibandingkan bibit kakao kontrol dan perlakuan JMA tunggal.

The problem that arise on cocoa plantations in Indonesia is the difficulty of obtaining a healthy cacao seedlings with good performance in large numbers for the rejuvenation of cocoa cropping. In addition, cocoa seedlings often attacked by Colletotrichum gloeosporioides causal agent of leaf spots disease. Arbuscular mycorrhizae fungi (AMF) is an alternative method to get the cocoa seedlings with good performance and to reduce the intensity of leaf spot disease. This study aimed to determine the effect of AMF from several locations cocoa plantations on the island of Java on the growth of cocoa seedlings and intensity of leaf spot disease. The study was conducted from December 2010 until July 2011. The main ingredient of this research is mass production zeolite with JMA inoculants originating from Serandu, Kulon Progo (S1); Patuk, Gunung Kidul (S2); Sambirejo, Jombang (S3); Segayung TS, Batang (S4); Segayung MK, Batang (S5) mixtured (S6) with S0 as a control. Variable observed include the growth of cocoa seedling, root infection percentage, and intensity of leaf spot disease. The results showed that on the variable growth of cocoa seedlings, mixtured inoculant is the best compared to the control and single inoculant. Mixtured inoculant showed the highest level of infectivity with a mean rate of infection is highest. In The results of data analysis the intensity of leaf spot disease due to Colletotrichum gloeosporioides not significantly different but there is a tendency average intensity of leaf spot disease on cocoa seedlings with a mixtured inoculant was lower than the control and single inoculant.

Kata Kunci : Jamur mikoriza arbuskula, intensitas penyakit, bibit kakao


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.