PENGARUH JARAK DALAM BARIS DAN IMBANGAN PUPUK NITROGEN ANORGANIK DENGAN NITROGEN KOMPOS TERHADAP PERTUMBUHAN GULMA DAN HASIL GANDUM DI MERAUKE
Yosefina Mangera, S.Si., Prof. Dr. Ir. Prapto Yudono, M.Sc.,
2011 | Tesis | S2 AgronomiPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jarak dalam baris dan imbangan pupuk nitrogen anorganik dengan nitrogen kompos terhadap pertumbuhan gulma dan hasil gandum serta menentukan kombinasi yang tepat antara jarak dalam baris dan imbangan pupuk nitrogen anorganik dengan nitrogen kompos yang memberikan hasil biji tertinggi dan berat kering gulma rendah. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sirapu, Distrik Semangga, Kabupaten Merauke Papua dari bulan September sampai Desember 2010. Percobaan faktorial 3 x 6 disusun dalam Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan 3 blok sebagai ulangan. Faktor pertama jarak rumpun dalam baris aras yaitu jarak tanam 25 cm x 10 cm, 25 cm x 15 cm, 25 cm x 20 cm. Faktor kedua adalah imbangan pupuk nitrogen anorganik dengan nitrogen kompos yang terdiri atas 6 aras yaitu kompos 0% + urea 0%, kompos 0% + urea 100%, kompos 25% + urea 75%, kompos 50% + urea50%, kompos 75% + urea 25%, kompos 100% + urea 0%. Kontrol terdiri dari dua aras yaitu tanaman dengan pengendalian gulma manual dan tanaman tanpa pengendalian gulma. Data hasil pengamatan dianalisis dengan analisis varians dan apabila berbeda nyata maka dilanjutkan dengan uji DMRT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara perlakuan jarak dalam baris dan imbangan pupuk nitrogen anorganik dengan nitrogen kompos terhadap komponen hasil tanaman. Penyempitan jarak dalam baris dari 15 cm menjadi 10 cm dan pelebaran jarak dalam baris dari 15 cm menjadi 20 cm tidak merubah komposisi jenis gulma, sedangkan pelebaran jarak dalam baris dari 10 cm menjadi 20 cm merubah komposisi jenis gulma. Jarak dalam baris 25 cm x 15 cm dan imbangan pupuk nitrogen anorganik 75% dengan nitrogen kompos 25% memberikan hasil biji/ panen tertinggi dan mampu menurunkan berat kering gulma pada 21 dan 35 HST.
This study aims to determine the effect of intra row spacing and the proportion of inorganic nitrogen and compost nitrogen on the growth of weeds and yield of wheat.It’s also determine the right combination intra row spacing and the proportion of inorganic nitrogen and compost nitrogen that gives the highest wheat grain yield and the lowest weed weight. The research was conducted in the Sirapu Village, Semangga District, Merauke Regency, Papua from September to December2010. The experiment design used was 3 x 6 in Randomized Complete Block Design with 3 blocks as replication. The first factor was intra row spacing consists of three level, i.e., 25 cm x 10 cm, 25 cm x 15 cm, 25 cm x 20 cm. The second factor was proportion of inorganic nitrogen and compost nitrogen consists of six levels, i.e., compost 0% + urea 0%, 0% compost + 100% urea, 25% compost +75% urea, 50% compost + 50% urea, 75% compost + 25% urea, 100% compost + 0%. Control has of two levels, i,e., weed control manually and without weed control. The data was analyzed using F test and if significant continued using DMRT at 5% significant level. The experiment results showed that there was interaction between intra row spacing and the proportion of inorganic nitrogen and compost nitrogen on all yield components. Narrower intra row spacing from 15 cm to 10 cm and wider intra row spacing from 15 cm to 20 cm was not alter the composition of weeds. On the other hand, wider intra row spacing from 10 to 20 cm was changed the composition of weed. Intra row spacing of 25 cm x 15 cm and 75% urea + 25% compost gave the highest yield and reduced weed dry weight at 21 and 35 DAP.
Kata Kunci : jarak dalam baris, imbangan pupuk, gulma, gandum