KARAKTER FISIOLOGIS DAN HASIL PUCUK TEH PADA BEBERAPA UMUR PANGKAS PRODUKSI DAN TINGGI TEMPAT
RETNO MUNINGSIH, Prof. Dr. Ir. Didik Indradewa
2011 | Tesis | S2 AgronomiPerbedaan ketinggian tempat di kebun, berpengaruh terhadap proses fisiologis yang terjadi pada tanaman teh sehingga akan berdampak terhadap penentuan waktu pangkas tanaman. Pemangkasan dilakukan apabila terjadi penuruanan produktivitas tanaman dan tinggi tanaman menyulitkan dalam pemetikan. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari proses fisiologis pertumbuhan pada beberapa umur pangkas dan tinggi tempat yang berbeda dan mengetahui umur pangkas optimum pada tinggi tempat yang berbeda. Percobaan lapangan menggunakan rancangan antar lokasi (oversite) dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan November 2010 di Kebun Teh Inti PT> Pagilaran Desa Keteleng Kecamtan Blado Kabupaten Batang. Percobaan terdiri dari dua faktor, faktor pertama adalahTinggi tempat terdiri dari: 700-900 m dpl (T1), 900-1100 m dpl (T2), 1100-1350 m dpl (T3), dan faktor kedua adalah umur pangkas tersiri dari: 1 tahun setelah pangkas (P1), 2 tahun setelah pangkas (P2), 3 tahun setelah pangkas (P3), dan 4 tahun setelah pangkas (P4). Kombinasi masing-masing perlakuan di ulang dalam 3 blok. Data hasil pengukuran dan pengamatan para parameter fisiologis, eprtumbuhan dan hasil pucuk, serta analisis pertumbuhan tanaman yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam berdasarkan Rancangan oversite (multilokasi) jenjang 5%, bila ada beda nyata diteruskan dengan uji jarak ganda Duncant jenjang 5%. Analisis korelasi-regresi dilakukan untuk mengetahui hubungan antara dua perubah (variabel) dan Analisis lintas untuk mencari pengaruh langsung dan tidak langsung variabel fisiologis, pertumbuhan dan hasil pucuk terhadap bobot pucuk kering. Hasil penelitian menunjukkan pada ketinggian 700-900 m dpl bobot pucuk peko dan pucuk burung pada umur pangkas 1 tahun lebih tinggi dibandingkan bobot pucuk peko dan pucuk burung pada umur 2,3 dan 4 tahun. Hasil bobot pucuk segar dan bobot pucuk kering terendah pada umur pangkas 3 tahun, ditandai dengan hasil jumlah akumulatif pucuk peko, bobot per pucuk peko dan panjang internodia terendah dibanding umur pangkas 1,2 dan 4 tahun. Pada ketinggian 900-1100 m dpl dan 1100-1350 m dpl umur pangkas 3 tahun memiliki bobot pucuk kering lebih tinggi dibandingkan umur pangkas 1,2 dan 4 tahun. pada umur pangkas 3 tahun diperoleh jumlah akumulatif pucuk peko, bobot per pucuk peko, jumlah akumulatif pucuk burung, bobot per pucuk burung dan panjang internodia lebih tinggi. Penurunan produksi terjadi pada umur pangkas 4 tahun, ditandai dengan hasil akumulatif pucuk peko, bobot per pucuk peko dan panjang internodia lebih rendah.
-
Kata Kunci : teh, fisiologis, pertumbuhan, pemangkasan, tinggi tempat, ekofisiologi teh