Laporkan Masalah

STRATEGI IMPLEMENTASI PENINGKATAN MUTU KLINIS BERBASIS BUDAYA ORGANISASI DI RS KARITAS WEETEBULE

Denny Hardianto, Prof. dr. Adi Utarini, MSc., MPH., PhD; dr. Hanevi Djasri, MARS

2011 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar belakang: Sejumlah kasus medical error masih sering dijumpai pada proses pelayanan kesehatan di rumah sakit dalam laporan-laporan penelitian terkini. Berbagai aspek seperti budaya organisasi dan implementasi TQM dapat berpengaruh dalam pencapaian mutu pelayanan klinis yang dapat menurunkan error di rumah sakit. Dalam setiap upaya perubahan dan pembelajaran di organisasi diperlukan adanya strategi yang fit dengan lingkungan di organisasi tersebut. Maka strategi implementasi peningkatan mutu klinis berbasis budaya organisasi dan juga memperhitungkan mutu pelayanan merupakan tawaran strategi yang layak untuk digunakan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan budaya organisasi, menilai implementasi TQM, menilai mutu pelayanan klinis, dan menyusun strategi implementasi peningkatan mutu klinis berbasis budaya organisasi di RS. Karitas Weetebula. Metode: Mix method diaplikasikan dalam penelitian ini. Tahap petama penelitian kuantitatif untuk mendiskripsikan persepsi karyawan tentang budaya organisasi, TQM, dan mutu klinik. Dilanjutkan dengan penelitian kualitatif untuk menganalisa hasil penelitian kuantitatif tersebut dan mengidentifikasi beberapa strategi yang dapat digunakan untuk meningkatkan mutu klinis rumah sakit. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 20 orang. Lokasi penelitian di sebuah rumah sakit swasta keagamaan dengan kapasitas 120 tempat tidur di pulau Sumba, NTT. Hasil dan pembahasan: Didapatkan budaya kelompok sebagai budaya dominan organisasi di RS. Karitas. Implementasi TQM yang dinilai dengan model EFQM masih berjalan lambat dan belum menyentuh seluruh area pelayanan rumah sakit. Proses implementasi mutu klinis juga belum berjalan baik, banyak diantara proses clinical governance yang masih dalam perencanaan. Dari potret budaya organisasi dan mutu pelayanan rumah sakit dapat diidentifikasi strategi-strategi yang dapat memperkuat aspek clinical governance yaitu pada nilai pelanggan, kinerja klinis, manajemen risiko klinis, dan manajemen pengembangan profesi. Kesimpulan dan saran: Strategi dengan pendekatan budaya organisasi layak digunakan sebagai alternatif untuk mempercepat peningkatan mutu klinis rumah sakit. Faktor-faktor kekuatan dalam budaya organisasi tersebut perlu ditingkatkan dan menjadi modal guna mengintegrasikan mutu organisasi

Background: A number of cases of medical errors are still common in the health care process in hospitals in recent research reports. Various aspects such as organizational culture and TQM implementation can be influence in the achievement of quality clinical services that can reduce errors in hospitals. In any attempt for organizational change and learning, strategies necessary to fit with the environment in the organization. Then the implementation strategy for clinical quality improvement based on organizational culture is offer a viable strategy to use. Objective: This study aims to describe the organizational culture, assess the implementation of TQM, assess the quality of clinical services, and develop implementation strategies for clinical quality improvement based on organizational culture in Karitas hospitals. Method: Mix method applied in this study. First stage quantitative research to describe employee perceptions about organizational culture, TQM, and quality of the clinic. Followed by qualitative research to analyze the results of quantitative research and identify some strategies that can be used to improve hospital clinical quality. The number of respondents in this study is 20 people. Research sites in a private religious hospital with a capacity of 120 beds on the island of Sumba, NTT. Result and discussion: Obtained group culture as the dominant organizational culture in Karitas hospitals. TQM implementation is assessed with the EFQM model is still slow and has not touched all areas of hospital services. The process of implementation of clinical quality is also not going well, many of the clinical governance processes are still in the planning. From portraits of organizational culture and quality of hospital services can be identified strategies that can strengthen the clinical governance aspects of the customer value, clinical performance, clinical risk management, and professional development management. Conclusion and recommendation: Strategies to approach organizational culture fit for use as an alternative to accelerate the improvement of clinical quality of hospitals. Factors in the strength of the organization's culture needs to be improved and a capital in order to integrate the organization's quality.

Kata Kunci : budaya organisasi, TQM, strategi, clinical governance, mutu klinis


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.