PERBANDINGAN DAYA GUNA OBAT KUMUR KETAMIN DAN BENZYDAMINE HCL, UNTUK MENGURANGI NYERI TENGGOROK POST INTUBASI
Bambang Eko Subekti, Dr. Muhdar Abubakar, Sp.An(K), KIC.,
2011 | Tesis |Nyeri tenggorok merupakan komplikasi yang sering terjadi pada pasien pascaoperasi dengan anestesi umum yang dilakukan intubasi dengan pipa endotrakeal. Efek ini terjadi karena iritasi, kerusakan mukosa dan peradangan pada jalan napas yang disebabkan gel sebagai lubrikan, laringoskopi atau oleh karena penekanan dari balon pipa endotrakeal. Tujuan dari penelitian adalah untuk meneliti perbandingan daya guna obat kumur ketamin 40 mg dan benzydamine HCl 0,15 % sebelum pemasangan pipa endotrakeal untuk mengurangi nyeri tenggorok post intubasi. Desain penelitian menggunakan uji klinis secara acak buta ganda (double blind randomized controlled trial). Ruang lingkup penelitian adalah pasien yang menjalani operasi elektif dengan anestesi umum di GBST RSUP Dr Sardjito Yogyakarta dan rumah sakit jejaring pendidikan yang terdiri dari laki-laki dan perempuan, usia 18- 50 tahun dan status fisik ASA I dan II. Subyek dibagi dalam 2 kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 50 pasien. Kelompok A adalah kelompok perlakuan yang diberi obat kumur ketamin 40 mg dan kelompok B diberi obat kumur benzydamine HCl 0,15 % , masing – masing sebanyak 30 ml. Nyeri tenggorok diukur setelah pasien sadar penuh, 2 jam dan 4 jam postoperasi dengan skor Canbay : tidak ada nyeri, nyeri ringan, sedang dan berat. Analisis data menggunakan uji t-test dan data kualitatif akan diuji dengan chi-square dengan tingkat kepercayaan 95%, dan dianggap bermakna bila p<0,05 serta sangat bermakna bila p<0,01.
The incidence of sore throat are frequent post operatively with endotracheal tube. This effects occur due to irritation, mucosal damage and inflammation of the airways as a side effects of gel as a lubricant, laryngoscopy or due to the pressure of endotracheal tube balloon. The objective of this research is to study the effectiveness of ketamine gargle 40 mg compare with benzydamine HCl gargle 0,15 % prior to induction, to reduce sore throat post surgery with endotracheal tube, using the design of double-blind randomized control trial. The study will conducted in GBST RSUP Dr. Sardjito and other allied teaching hospitals. Subjects are patients who undergoing elective surgery under general anesthesia, female and male, age 18-50 year, ASA physical status I and II. Subjects are classified into two groups; each of them consists of 50 patients. Group A use ketamine gargle 40 mg and group B use benzydamine HCl gargle 0,15 %, which are made in 30 ml solution each. Sore throat is measured after the patient fully conscious at 2 hours and 4 hours postoperative, using Canbay score to measure sore throat severity : none, mild, moderate and severe sore throat. The quantitative data is analyzed with t-test and the qualitative data is analyzed with chi-square at the significance level of 95%, and it is considered to be significant when p < 0.05 and very significant with p < 0.01.
Kata Kunci : pipa endotrakeal, nyeri tenggorok, obat kumur ketamin , obat kumur benzydamine HCl.