Laporkan Masalah

KORELASI LAJU EKSKRESI ALBUMIN DENGAN PARAMETER DISFUNGSI ENDOTEL PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN MIKROALBUMINURIA

dr. Niniek Yusida, Tahono, dr. Sp.PK-K

2012 | Tesis | S2 Ked.Klinik/MS-PPDS

Diabetes melitus merupakan suatu kelainan metabolik yang bersifat kronis, ditandai dengan adanya gangguan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein, diikuti dengan komplikasi makro dan mikrovaskuler. Disfungsi endotel telah dilaporkan pada pasien dengan diabetes melitus tipe 2 dan juga pada orang dengan diabetes melitus tipe 1 yang menunjukkan mikroalbuminuria. Beberapa paramater yang dapat digunakan sebagai petanda disfungsi endotel adalah soluble Vasculer Cell Adhesion Molecule (sVCAM-1), plasminogen activator inhibitor-1 (PAI-1), von Willebrand Factor dan mikroalbuminuria (MAU). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya korelasi antara laju ekskresi albumin dengan paramater disungsi endotel (sVCAM-1 dan vWF) pada penderita DM tipe 2 dengan MAU. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian potong lintang, subyek penelitian adalah penderita DM tipe 2 dengan mikroalbuminuria yang kontrol di Poliklinik Penyakit Dalam sub bagian Endokrinologi RSDM dan melakukan pemeriksaan darah di Laboratorium Patologi Klinik RSUD Dr. Moewardi (PK RSDM) Surakarta. Analisis statistik menggunakan uji korelasi Pearson atau Spearman (r), dan analisis regresi linier. p bermakna apabila < 0,05 dengan interval kepercayaan 95%. Laju ekskresi albumin dapat berhubungan dengan parameter disfungsi endotel (sVCAM-1 dan vWF) yang terjadi pada penderita DM tipe 2. Hal ini mempunyai implikasi yang penting baik secara klinik maupun epidemiologi, sebab disfungsi endotel merupakan faktor resiko kearah komplikasi kardio vaskuler , dan pemeriksaan laju ekskresi albumin untuk mengetahui adanya MAU, lebih mudah, murah dan dapat dilakukan secara rutin di laboratorium

Diabetes mellitus is a chronic metabolic disorder, characterized by impaired metabolism of carbohydrates, fats and proteins, followed by macro-and microvascular complication. Endothelial dysfunction has been reported in patients with type 2 diabetes and also in people with type 1 diabetes who showed microalbuminuria. Some parameters that can be used as a marker of endothelial disfunction is soluble Vasculer Cell adhesion molecule (sVCAM-1), plasminogen activator inhibitor-1 (PAI-1), von Willebrand factor and microalbuminuria (MAU). The purpose of this study is to determine whether there is a correlation between albumin excretion rate with others endothelial disfunction parameters (sVCAM-1 and vWF) in type 2 diabetes patients with MAU. This study used cross-sectional study design, study subjects is type 2 diabetes patients with MAU, who come to Endocrinology Subdivision of Internal Medicine Departement and Laboratory of Clinical Pathology at dr. Moewardi Hospital Surakarta. Statistical analysis using Pearson or Spearman correlation test (r),and linier correlation regression. Significant if p <0.05 with 95% confidence interval. Albumin excretion rate can be correlated with endothelial dysfunction parameters (sVCAM-1 and vWF), which occurs in type 2 diabetics with MAU. This has important implications both in the clinic and epidemiology, because endothelial dysfunction is a risk factor towards cardio vascular complications, and urinary albumin excretion rate examination to detect the present of MAU is easier, cheaper and can be carried out routinely in the laboratory

Kata Kunci : Laju ekskresi albumin - disfungsi endotel - sVCAM-1 - vWF - DM tipe 2


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.