SUPERIORITAS MASKULIN DALAM BAHASA PRANCIS DAN BAHASA INDONESIA : SEBUAH STUDI KONTRASTIF
Wiwid Nurwidyohening, Dra., Dr. I Deswa Putu Wijana, S.U., M.A.
2011 | Tesis | S2 LinguistikSetiap bahasa mempunyai sistemnya sendiri yang berkaitan erat dengan budaya masyarakatnya. Budaya masyarakat Prancis berbeda dari budaya masyarakat Indonesia, demikian pula system bahasanya. Bahasa Prancis membedakan nomina dan pronominanya atas jenis maskulin dan feminin, dan dalam pemakaiannya yang seringkali terjadi adalah ketidakseimbangan gender, dan pihak feminin yang direndahkan atau dalam hal ini tampak superioritas maskulin. Sedangkan bahasa Indonesia meskipun tidak membedakan nomina atau pronominanya atas jenis maskulin dan feminin, namun ternyata pada pemakaiannya terjadi pula superioritas maskulin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja perbedaan dan persamaan superioritas maskulin yang terjadi pada kedua bahasa, yakni Prancis dan Indonesia. Metode penelitiannya adalah dengan membandingkan superioritas maskulin yang ada pada keduanya melalui data-data yang diperoleh dari berbagai sumber, seperti kalimatkalimat, judul, atau tulisan yang ada di majalah, surat kabar, kamus, dan sumber lain. Superioritas maskulin yang terjadi, antara lain adalah generalisasi oleh pihak maskulin, inferiorisasi feminin, seperti ketaksetaraan makna, ketaksetaraan peran, pengasosiasian jenis feminin dengan benda, serta kealpaan jenis feminin. Hasil akhir penelitian ini adalah terdapat kesimetrikan dalam hal superioritas maskulin pada bahasa Prancis dan bahasa Indonesia di hampir semua tataran, yakni tataran fonologi, morfologi dan leksikon; artinya, bahwa superioritas maskulin dalam bahasa Prancis terjadi juga pada pemakaian bahasa Indonesia. Kesimetrikan superioritas maskulin pada bahasa Prancis dan bahasa Indonesia tidak sama benar karena system bahasa dan latar budaya yang berbeda.
Each language has its own system which is in close relationship with the culture of the language society. France and Indonesia are very different in language system and culture. Mostly European languages, like French, they differentiate their nouns and pronouns as masculine and feminine gender type. Differentiation on gender type usually gives inequality bias in the practical use. The feminine type is often used unequally than the other type so we can call it as a masculine superiority. Such as in French, in Indonesian this masculine superiority is usually occurred, although there is no differentiation of gender in its nouns and pronouns. The objective of this study is especially for knowing the differences and similarities of masculine superiorities that occurred in both languages, French and Indonesian. The method of the study is by contrasting all data about masculine superiorities, grabbed from various sources, like magazines, newspapers, dictionaries, and any other sources of both languages. The masculine superiorities found in this work, such as generalization power of masculine, feminine inferiority as well as unequally uses in sense and role, feminine association with objects, and the absence of the feminine type. The conclusion of this study is that masculine superiority in French and Indonesian can be notified symmetrically in almost language levels, such as in phonology, morphology, and lexicology. The similarities are not precisely identical, due to the differences in language system and cultural background.
Kata Kunci : budaya masyarakat, sistem bahasa, superioritas maskulin.