HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN DIARE AKUT PADA BALITA DI KABUPATEN KLATEN
Irma Hamisah, Prof. M. Juffrie, PhD,SpAK
2011 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang: Menurut WHO (World Health Organization) (2009), diare masih merupakan penyebab kedua terjadinya kematian pada balita di seluruh dunia. Satu dari lima anak meninggal dari 1,5 juta setiap tahun disebabkan oleh diare. Menurut data Riskesdas (2007) diare tersebar di semua kelompok umur dengan prevalensi tertinggi terdeteksi pada balita (16,7%). Prevalensi gizi buruk di Kabupaten Klaten masih tinggi yaitu 7,8% dari rerata nasional 5,4%. Sedangkan untuk Gizi kurang juga masih tinggi yaitu 13,5 % dari rerata nasional 13,0%. Diare merupakan penyakit yang menempati peringkat pertama dari daftar penyakit rawat jalan dan rawat inap yang ditangani di Kabupaten Klaten, baik dari laporan puskesmas maupun rumah sakit pada tahun 2009 dan tahun 2010. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan status gizi dengan kejadian diare akut pada balita di Kabupaten Klaten. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan matched case control study. Kasus diambil dari balita yang datang berobat ke puskesmas sebanyak 140 orang balita yang menderita diare akut. Kontrol diambil sebesar 140 orang balita yang tidak menderita diare akut dari tetangga terdekat rumah kasus yang di setarakan (matching) antara umur dan jenis kelamin. Pengambilan sampel secara non probability sampling (consecutive sampling). Analisis bivariabel menggunakan Mc Nemar dan analisis multivariabel menggunakan uji Conditional Logistic Regression. Hasil Penelitian: Hubungan status gizi dengan kejadian diare setelah dikontrol variabel pendapatan (status ekonomi) dan pendidikan ibu berhubungan dengan kejadian diare akut pada balita dan bermakna secara statistik pada analisis bivariat match dan multivariate match, dengan OR=3,46 (CI 95%=1,647 – 7,292) p-value=0,001. Kesimpulan: Hubungan antara status gizi dengan kejadian diare akut pada balita di Kabupaten Klaten bermakna secara statistik dimana balita dengan dengan status gizi tidak baik berhubungan dengan kejadian diare.
Background: According to WHO (2009) diarrhea is the second cause of mortality in underfives worldwide. One of five children dies out of 1.5 million every year due to diarrhea. Based on data of Basic Health Research 2007, diarrhea occurred in all age groups with the highest prevalence in underfives (16.7%). The prevalence of malnutrition at District of Klaten is relatively high, i.e. 7.8% compared to average national figure 5.4%. Meanwhile, undernourishment is also high, i.e. 13.5% compared to average national figure 13.0%. Diarrhea is in the first rank of outpatient and inpatient diseases at District of Klaten based on the report of health centers as well as hospitals in 2009 and 2010. Objective: To identify association between nutrition status and the prevalence of diarrhea in underfives at District of Klaten. Method: The study was analytic observational with matched case control study design. Cases were taken from underfives seeking for medication at health centers as many as 140 underfives that suffered from acute diarrhea. Control consisted of 140 underfives that did not have acute diarrhea taken from the neighborhood matched according to age and gender. Data were taken using non probability or consecutive sampling technique. Data analysis used bivariat McNemar and multivariat conditional logistic regression test. Result: There was association between nutrition status and the prevalence of diarrhea after being controlled with income (economic status) and education of mothers. The association was statistically significant in bivariate and mutivariate analysis match with score of OR=3.46 (CI95%=1.647 – 7,292) at p value= 0.001. Conclusion: There was statistically significant association between nutrition status and the prevalence of acute diarrhea in underfives at Klaten District whereby underfives with poor nutrition status had higher prevalence for diarrhea.
Kata Kunci : Status Gizi, Diare Akut, Balita, Matched case control study