Laporkan Masalah

POLA SEBARAN DAN FAKTOR RISIKO KEJADIAN DBD DI KOTA KENDARI TAHUN 2010

I Kadek Mulyawan, dr. Tri Baskoro Tunggul Satoto,M.Sc,PhD,

2011 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar belakang : Demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit yang sangat mengkhawatirkan karena dapat menyebabkan kematian dalam waktu yang cepat. Jumlah kasusnya cenderung meningkat dan penyebarannya bertambah luas. Propinsi Sulawesi Tenggara termasuk 12 propinsi yang memiliki prevalensi DBD klinis diatas nilai angka nasional. Pada tahun 2009, sebanyak 6 kabupaten/kota di Propinsi Sulawesi Tenggara melaporkan adanya kejadian DBD. Salah satunya Kota Kendari yang memiliki angka incidence rate kasus DBD sebesar 117 per 100.000 penduduk dan CFR sebesar 1,34 %. Angka bebas jentik di Kota Kendari masih dibawah angka nasional yaitu 82 %. Pola penyebaran kasus DBD di Kota Kendari belum diketahui secara pasti. Tujuan : Mengetahui pola sebaran kasus DBD serta faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian DBD di Kota Kendari Propinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2010. Metode Penelitian : Rancangan penelitian adalah kasus kontrol dan dilaksanakan di Kota Kendari Propinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2010. Sampel penelitian merupakan populasi penderita yang didiagnosa DBD sesuai kriteria WHO dan tercatat dalam W2 DBD Dinas Kesehatan Kota Kendari. Sampel pada penelitian ini sebanyak 276 orang. Analisis data dengan analisis bivariabel, multivariabel dan spasial. Hasil : Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara angka bebas jentik dengan kejadian DBD (p:0,62), terdapat hubungan yang bermakna antara kepadatan penduduk dengan kejadian DBD (p:0,00). Terdapat hubungan antara perilaku masyarakat yang tidak melakukan PSN (OR :2,81,CI:1,70 – 4,81), terdapat hubungan antara kebiasaan menggantung pakaian yang sudah dipakai (OR:2,89,CI:1,69-5,16), terdapat hubungan antara frekuensi membersihkan tempat penampungan air (OR:3,45,CI:1,73 – 7,49), terdapat hubungan antara keberadaan jentik (OR:3,17,CI:1,81-5,84). Variabel yang dominan terhadap kejadian DBD di Kota Kendari adalah frekuensi membersihkan tempat penampungan air (OR:2,75,CI:1,29-5.86).Terdapat pengelompokan kasus DBD pada koordinat 446725,9.55537 meter 51 S UTM dengan luas daerah pemukiman penduduk yang sempit. Kesimpulan: Pengelompokan kasus DBD terjadi pada daerah pemukiman padat dengan faktor risiko yang paling dominan mempengaruhi kejadian DBD adalah frekuensi membersihkan tempat penampungan air.

Background: Dengue hemorrhagic fever (DHF) is a disease that is very alarming because it can cause death within a short time. Number of cases tends to rise and expanding distribution. Southeast Sulawesi Province including 12 provinces with a prevalence of clinical DHF above the national figure. In 2009, a total of six districts / cities in Southeast Sulawesi Province reported an incidence of dengue. One Kendari with reduced incidence rate of dengue cases by 117 per 100,000 population and the CFR of 1.34%. Larvae-free numbers in the city of Kendari is still below the national figure of 82%. The pattern of spread of dengue cases in the city of Kendari is not known with certainty. Objective: Knowing the pattern of distribution of dengue cases and the factors that influence the incidence of dengue in the city of Kendari Southeast Sulawesi Province in 2010. Research Methods: The study design was case-control and implemented in Kendari Southeast Sulawesi Province in 2010. The research sample is a population of patients diagnosed with dengue according to WHO criteria and documented in the DHF W2 Kendari City Health Department. The sample in this study as many as 276 people. Analysis of data with bivariabel analysis, multivariable and spatial. Results: There was no significant association between larva-free rate with the incidence of DHF (p: 0.62), there is a significant association between population density with DHF incidence (p: 0.00). There is a relationship between the behavior of people who do not do the PSN (OR: 2.81, CI: 1.70 to 4.81), there is a relationship between the habit of hanging clothes that have been used (OR: 2.89, CI :1,69-5 , 16), there is a relationship between the frequency of cleaning water reservoirs (OR: 3.45, CI: 1.73 to 7.49), there is a relationship between the presence of larvae (OR: 3.17, CI :1,81-5, 84). The dominant variables on the incidence of dengue in the city of Kendari is the frequency of cleaning water reservoirs (OR: 2.75, CI :1,29-5 .86). There is a clustering of dengue cases at 51 S coordinates 446725,9.55537 meters UTM with a residential area narrow. Conclusion: The grouping of cases of DHF occurred in dense residential areas with the most dominant risk factor affecting the incidence of dengue is the frequency of cleaning water reservoirs.

Kata Kunci : Pola Sebaran, faktor risiko,Aedes aegypti, demam berdarah dengue.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.