Laporkan Masalah

PEMANFAATAN CITRA SPOT 5 DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK KAJIAN KESESUAIAN LAHAN TAMBAK UDANG BERBASIS KARAKTERISTIK BIOFISIK LAHAN Kasus: Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara

SAWALUDIN,S.Pi, Prof. Dr. Totok Gunawan, M.S

2011 | Tesis | S2 Penginderaan Jauh

Penelitian ini dilakukan dengan memanfaatkan citra SPOT 5 (Systeme Probatoire de I’Observation de la Terre) dan Sistem Informasi Geografis untuk mengkaji kesesuaian lahan tambak udang berbasis karakteristik biofisik lahan di Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara. Tujuan utama penelitian ini untuk mengetahui kemampuan citra SPOT 5 dalam menyadap parameter kesesuaian lahan tambak udang, mengkaji kesesuaian lahan tambak udang berbasis karakteristik biofisik lahan dengan pemanfaatan sistem informasi geografis (SIG), dan menyusun rekomendasi arahan fungsi penggunaan lahan tambak udang yang berbasis karakteristik biofisik lahan. Cara penelitian dilakukan dengan pengolahan citra dan pemodelan spasial Sistem Informasi Geografis. Teknik pengolahan citra terdiri dari penajaman citra untuk interpretasi bentuklahan, klasifikasi maximum likelihood untuk interpretasi penggunaan lahan, dan transformasi citra untuk mengetahui sebaran muatan tersuspensi. Sistem Informasi Geografis dimanfaatkan untuk menganalisis hasil interpretasi dan transformasi citra serta data lapangan menggunakan metode pencocokan (arithmethic matching) dengan melakukan tumpangsusun (overlay) beberapa peta yang menjadi kriteria biofisik kesesuaian lahan tambak udang. Citra SPOT 5 memiliki kemampuan untuk menyadap parameter biofisik lahan untuk kesesuaian lahan tambak udang. Ketelitian secara keseluruhan (overall accuracies) interpretasi penggunaan lahan mencapai 89%. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan citra SPOT 5 untuk interpretasi penggunaan lahan dan kemampuan interpreter dalam kategori baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kriteria lahan tambak udang di pesisir Kabupaten Bombana yang sesuai (S1) menempati daerah seluas 6.952,52 ha atau 32,79%, kelas agak sesuai menempati daerah seluas 3.679.72 ha atau 17,35%, dan kelas yang tidak sesuai menempati daerah seluas 10.574,91 ha atau 49,86% dari luas daerah penelitian. Arahan pemanfaatan lahan yang direkomendasikan adalah kawasan budidaya tambak udang yang memperhatikan aspek keberlanjutan budidaya dan tidak melakukan perubahan bagi lahan yang telah terbangun.

This research was conducted by utilizing SPOT 5 image (Systeme de I'Observation Probatoire de la Terre) and Geographic Information System to asses the suitability of shrimp farm biophysical characteristics of land in Bombana Regency, Southeast Sulawesi Province. The main purpose of research is to know the ability of SPOT 5 image to extract parameters of shrimp farm suitability, assess the land suitability of shrimp farm biophysical characteristics with the use of geographic information systems (GIS), and recommended direction of the land use function based management of shrimp farm. The way of research was conducted with image processing and spatial modeling of Geographic Information Systems. The image processing technique consists of image enhance for interpretation of landforms, maximum likelihood classification for land use interpretation, and image transformation to know the suspended load distribution. The Geographic Information System was utilized to analyze the interpretation results and image transformation and field data using matching arithmethic method by making overlay several maps into biophysical characteristic for land suitability of shrimp farm. The SPOT 5 image has the ability to extract biophysical parameters for land suitability of shrimp farm. The overall accuracies of land use interpretation reaches 89%. This suggests that the ability of SPOT 5 image for land use interpretation and the ability of interpreters in good categories. The results showed that the criteria for shrimp farm in coastal land Bombana Regency appropriate (S1) occupies an area of 6952.52 hectares or 32.79%, according to class rather occupies an area of 3.679.72 hectares or 17.35%, and class are not according to occupy an area of 10,574.91 hectares or 49.86% from the research area. The recommended land use direction is area of shrimp farm cultivation that takes into account the sustainability aspects of aquaculture and not make changes for the built land.

Kata Kunci : Citra SPOT 5, Sistem Informasi Geografis, Kesesuaian Lahan, Tambak Udang, Karakteristik Biofisik.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.