VALUASI EKONOMI WISATA PANTAI KARANG SARI CARITA DENGAN PENDEKATAN NON-MARKET VALUE : APLIKASI TRAVEL COST DAN CONTINGENT VALUATION METHOD TAHUN 2011
HAYATUN NUFUS, Dr. Wakhid S. Ciptono, M.B.A., M.P.M.
2011 | Tesis | S2 Magister Ek.PembangunanPenilaian terhadap barang publik menjadi salah satu bagian dalam siklus manajemen aset. Terdapat dua pendekatan untuk mengestimasi nilai aset publik, yaitu pendekatan pasar (market value) dan pendekatan bukan pasar (non-market value). Pantai Karang Sari merupakan aset milik Pemerintah Kabupaten Pandeglang yang potensial karena memberikan kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar kedua setelah obyek wisata kolam renang Cikole. Ciri khas Pantai Karang Sari Carita adalah keindahan alam pantai yang sangat sedikit memiliki terumbu karang sehingga bisa dinikmati sepuas-puasnya untuk berenang, sehingga pantai ini dikenal dengan nama lain kolam renang alami. Upaya pengembangan obyek wisata ini terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Pandeglang, akan tetapi nilai atas wisata pantai tersebut belum diketahui sehingga perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui nilai wajar atas wisata Pantai Karang Sari Carita. Selain itu, pengenaan tarif masuk ke lokasi wisata yang diatur dalam Peraturan Daerah Nomor 17 Tahun 2003 dinilai terlalu rendah dan sudah tidak relevan dengan kondisi saat ini terutama jika didasarkan pada laju inflasi sejak tahun 2003 hingga tahun 2011 (delapan tahun). Untuk itu, perlu dilakukan analisis terhadap penentuan tarif yang tepat sesuai dengan persepsi konsumen melalui kesediaan membayar dari pengunjung. Adapun pendekatan yang dilakukan untuk menilai aset milik Pemerintah Kabupaten tersebut adalah pendekatan non-market value, karena data transakasi atas jasa rekreasi tidak tersedia dalam transaksi pasar. Metode yang dipilih adalah travel cost method untuk megestimasi nilai wisata pantai, dan contingent valuation method untuk mengestimasi tarif masuk lokasi wisata selain digunakan untuk mengestimasi kesediaan membayar. Terdapat dua tujuan dalam penelitian ini. Mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi nilai wisata Pantai Karang Carita dan mengestimasi nilai wisata Pantai Karang Sari Carita. Alat analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan metode Old Least Square (OLS). Data yang digunakan adalah data primer melalui wawancara terstruktur menggunakan kuesioner, dan data sekunder yang diperoleh dari sumber terkait dan ada relevansinya dengan penelitian. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara random dan tidak terstruktur (unstrutified random sampling) terhadap 100 orang responden, akan tetapi survei hanya berhasil dilakukan terhadap 49 orang responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah kunjungan ke Pantai Karang Sari Carita pada derajat kebebasan (α=5 persen) terdiri atas, biaya perjalanan berpengaruh negatif dan tidak signifikan, pendapatan berpengaruh positif dan signifikan, lamanya pendidikan berpengaruh positif dan tidak signifikan, dummy alamat tempat tinggal berpengaruh negatif dan sigifikan, dummy persepsi kualitas berpengaruh positif dan signifikan. Nilai ekonomi wisata Pantai Karang Sari Carita dengan Travel Cost Method (TCM) pada tingkat suku bunga bebas risiko (free risk rate) 6,75 persen berada pada rentang Rp860.453.000.000,- – Rp860.455.000.000,-, dan rata-rata kesediaan membayar (Willingness to Pay/WTP) pengunjung sebesar Rp714.640,29,-. Nilai ekonomi wisata Pantai Karang Sari Carita berdasarakan Contingent Valuation Method yang ditentukan berdasarkan berbagai alternatif WTP tarif masuk lokasi wisata antara lain: nilai ekonomi berdasarkan WTP tarif anak-anak sebesar Rp231.907.600,4; nilai ekonomi berdasarkan WTP tarif dewasa sebesar Rp405.325.589,6; nilai ekonomi berdasarkan WTP tarif kendaraan sepeda motor sebesar Rp36.369.694.693; nilai ekonomi berdasarkan WTP tarif kendaraan mobil sedan dan sejenisnya sebesar Rp798.777.396,7; nilai ekonomi berdasarkan WTP tarif kendaraan mikro bus sebesar Rp1.240.176.215; nilai ekonomi berdasarkan WTP tarif kendaraan bus sebsar Rp149.107.826,2.
Public goods valuation is one of steps in life cycle asset management. There are two approaches to estimate the public goods valuation, they are market value and non market value approach. Karang Sari Carita Beach is potential asset belongs to Pandeglang local goverrnment because has been giving second highest PAD after Cikole swimming pool tourism. Some think special in Karang Sari is natural view of beach which has little coral so that can be use for swim maximally, because of that it called natural swimming pool. Effort to develop this tourism has been done by Pandeglang government continuous, but value of this beach tourism is still unknown yet so that need to be researched to get fair value of Karang Sari Carita Beach. Beside that, fee for entrance location recreation based on Peraturan Daerah Nomor 17 Tahun 2003 is valued very low and unrelevant with condition today especially based on inflation rate since 2003 untill 2011 (eight years). So that, it needs to do analysis to establish exact fee according to consumen perception through willingness to pay. As to approach in this research is non-market value approach, beacause data of recreation is not available in market transaction. Travel cost method was selected as method to estimate value of beach tourism, and contingent valuation method to estimate entrance fee beside to estimate willingness to pay. There are two goals in this research. They are to identify determinants of Karang Sari Carita Beach tourism value and to estimate value of Karang Sari Carita Beach tourism. This reasearch used multiple linier regression analysis with Old Least Square method. Data resourches used primary data through structur interviewed by quetioner, and secondary data from related resourch and relevant with research. Sampling had done randomly and unstructure (unstritified random sampling) to 100 respondents, but survey successed only to 49 respondents. Result of research described that determinants of number of visit to Karang Sari Carita Beach for degree of freedom (α=5 persen) such as, travel cost gave negative influence and not significant, income gave positive influence and positive, education gave positive influence and not significant, dummy address gave positive influence and significant, dummy quality of perception gave positive influence and significant. Value of Karang Sari Carita Beach tourism with Travel Cost Method (TCM) at free risk rate 6,75 percent was on range Rp860.453.000.000,- – Rp860.455.000.000,-, and average of Willingness to Pay (WTP) of visitor was Rp714.640,29,-. Value of Karang Sari Carita Beach tourism based on Contingent Valuation Method according choise of WTP entrance fee such as: value based on WTP of children entrance fee Rp231.907.600,4; value based on WTP of adult entrance fee Rp405.325.589,6; value based on motorcycle entrance fee Rp36.369.694.693; value based on car entrance fee Rp798.777.396,7; value based on bus micro entrance fee Rp1.240.176.215; value based on bus entrance fee Rp149.107.826,2.
Kata Kunci : valuasi ekonomi, Travel Cost Method (TCM), Contingent Valuation Method (CVM), wisata Pantai Karang Sari Carita.