Laporkan Masalah

PENGARUH CITRA KEAMANAN DESTINASI TERHADAP KUNJUNGAN WISATAWAN NUSANTARA KE YOGYAKARTA TAHUN 2011

ABADI RAKSAPATI, Prof. Dr. Phil. Janianton Damanik, M.Si.

2011 | Tesis | S2 Magister Kajian Pariwisata

Salah satu tantangan yang dihadapai oleh Yogyakarta sebagai destinasi wisata adalah menciptakan rasa aman bagi para wisatawan. Rasa aman yang tercipta pada gilirannya dapat menciptakan citra positif terhadap Yogyakarta. Dari latar belakang tersebut penelitian ini bertujuan untuk: pertama menganalisis persepsi wisatawan terhadap citra keamanan wisata Yogyakarta sebagai destinasi pariwisata. Kedua menjelaskan latar belakang persepsi wisatawan terhadap citra pariwisata Yogyakarta, dan ketiga menjelaskan pengaruh persepsi citra keamanan wisata Yogyakarta terhadap kunjungan wisatawan. Penelitian dilakukan dengan menggali persepsi wisatawan nusantara terhadap tingkat kriminalitas dan ancaman bencana alam. Proses penelitian dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada 100 orang wisatawan nusantara diempat lokasi yaitu kawasan Malioboro, pantai Parangtritis, kebun binatang Gembira Loka, dan taman wisata candi Prambanan pada kurun waktu Mei-Juni 2011. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa asal wisatawan dan pengetahuan wisatawan tidak memiliki perbedaan signifikan mempersepsikan citra keamanan Yogyakarta. Hal ini bertolak belakang dengan jenis wisata dan pengalaman wisatawan yang menemukan terjadi perbedaan signifikan dalam mempersepsikan citra keamanan Yogyakarta. Penelitian ini juga menemukan bahwa persepsi wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta pada kurun waktu dilakukannya penelitian lebih banyak dipengaruhi oleh tingkat kriminalitas dibandingkan dengan bencana alam. Simpulan dari penelitian ini adalah, sebagai sebuah destinasi wisata Yogyakarta secara umum telah memiliki mental maps positif dimata wisatawan nusantara, sehingga adanya ancaman bencana alam maupun tingginya tingkat kriminalitas tidak mudah merubah citra positif Yogyakarta dimata wisatawan nusantara. Selanjutnya penelitian ini merekomendasikan stakeholder pariwisata Yogyakarta untuk dapat meningkatkan sistem pengamanan obyek wisata dengan memaksimalkan keamanan intern obyek wisata maupun bantuan dari pihak kepolisian. Sementara itu untuk meningkatkan keamanan wisatawan yang berkaitan dengan bencana alam, perlu dirancang crisis management yang dapat memberikan jaminan terhadap wisatawan.

A challenge faced by Yogyakarta as a tourism destination is to creating a sense of security for visitors. Such feeling will create a positive image of Yogyakarta. From the background, the study aims to: firstly analyze the perceptions of visitors towards the security image of Yogyakarta as tourism destination. Secondly, to describe the background of the traveler perception toward the city image, and the third describes the effect of perception of the security image of the tourism attractions of Yogyakarta. The study was conducted with visitors exploring the perception of the level of criminality and the threat of natural disasters. The research conducted by distributing questionnaires to 100 people visitors on four destinations: Malioboro, Parangtritis beach, Gembira Loka zoo, and theme parks Prambanan temple during May-June 2011. From the study results, it found that the visitors’ origin and knowledge do not have significant differences toward the perceived security image of Yogyakarta. It contrasts with the types of tourism and visitors which both have a significant differences in the security image of Yogyakarta. The study also found that their perceptions in visiting Yogyakarta during the study are more influenced by crime rates rather than natural disasters. The conclusions of this study is, as a visitors destination, Yogyakarta has a positive mental of imaging map in the eyes of visitors, therefore, the threat of natural disasters and the high rate of criminality will not influence the positive image of the destination in their eyes. Furthermore, this study recommends the stakeholders of Yogyakarta tourism to improve the security system by maximizing tourism attractions as well as internal security assistance from the police. Meanwhile, to improve the security of travelers associated with natural disasters, a crisis management should be designed to provide assurance to visitors.

Kata Kunci : Citra Destinasi, Keamanan, Kriminalitas, Bencana Alam.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.