PENGEMBANGAN ATRAKSI WISATA JELAJAH KINAHREJO BERBASIS KOMUNITAS
Retnaningtyas Susanti, Prof. Dr. Phil. Janianton Damanik M.Si
2012 | Tesis | S2 Magister Kajian PariwisataPenelitian ini dilakukan di Kinahrejo, Yogyakarta yang merupakan salah satu kawasan korban erupsi Merapi 2010. Sebelum terkena dampak erupsi Merapi, Kinahrejo sudah terkenal sebagai kawasan wisata, dan kini sedang diusahakan oleh komunitas untuk mengembangkannya seperti semula. Penelitian ini memiliki 3 tujuan utama, yaitu: pertama, menjelaskan tentang upaya yang eksis dan potensial dilakukan oleh komunitas untuk mengembangkan atraksi wisata Jelajah Kinahrejo. Kedua, menjelaskan mekanisme partisipasi dan pengelolaan Jelajah Kinahrejo oleh komunitas. Ketiga, menjelaskan tentang keberlanjutan atraksi wisata Jelajah Kinahrejo dilihat dari beberapa aspek. Tujuan yang telah ditentukan tersebut kemudian digabungkan untuk mendapatkan gambaran kondisi pariwisata di Kinahrejo pasca bencana erupsi 2010. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara mendalam pada tiap persona yang dianggap sebagai informan kunci. Observasi dan wawancara dilakukan di kawasan wisata Jelajah Kinahrejo dan hunian sementara sebagai kampung baru bagi warga Kinahrejo yang telah kehilangan rumahnya. Wawancara dilakukan kepada pihak-pihak yang terkait dalam pengembangan dan pengelolaan atraksi wisata Jelajah Kinahrejo. Selain observasi dan wawancara, dokumentasi berupa foto juga dilakukan dalam pengumpulan data. Foto membantu memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi sebenarnya yang ada di lapangan. Data-data yang sudah terkumpul kemudian dianalisa menggunakan teknik deskriptif kualitatif, yaitu: pemilihan data (reduksi data), penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini antara lain: komunitas Kinahrejo mengupayakan pengembangan Jelajah Kinahrejo dengan memanfaatkan potensi wilayahnya, dan mengumpulkan dana melalui bantuan untuk membangun sarana pendukung pariwisata. Pengembangan Kinahrejo telah dilakukan dengan fokus pada hal fisik yang memberikan kemudahan bagi wisatawan maupun pengeloa, sebagai contohnya adalah fasilitas peristirahatan. Kedua, pengembangan yang terjadi di Kinahrejo tidak dapat dilepaskan dari partisipasi anggota masyarakat sebagai bentuk kepeduliannya untuk bangkit dari keterpurukan pasca bencana. Kekompakan anggota masyarakat Kinahrejo merupakan kekuatan untuk meningkatkan kesejahteraan tidak hanya bago anggota, melainkan bagi seluruh warga Kinahrejo dan sekitarnya. Ketiga, keberlanjutan atraksi wisata Jelajah Kinahrejo mencakup aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial, yang diharapkan mampu menjamin kesejahteraan seluruh warga Kinahrejo.
Indonesia is a beautiful country with excessively nature potentials, but also with its natural disasters. Disasters can be predict and avoid but it would give a great impact which is tending to destroy aspects of live. Tourism relying on nature has high sensitivity on disasters, marine tourism and coastal area is threaten by tsunami, mountainous area is threaten by volcano and even land area is threaten by many kind of disasters. This research is trying to address tourist attraction development after disaster implemented by the community which some of them are the victim of the disaster. This research has three main purposes. First, it will explain about the ongoing potential activities implemented by the community in their effort to develop tourist attraction of Jelajah Kinahrejo as a tourist attraction. second, it try to explain the participation and management mechanism of Jelajah Kinahrejo by the community. third, it tries to explain about the sustainability of Jelajah Kinahrejo as a tourist attraction from economy, environment and social aspect. those purposes would be compiled to get illustration of tourism condition in Kinahrejo after Merapi eruption 2010. This research used qualitative descriptive method to give picture on the field condition based in observation and interview with informant. Data gathering was implemented in the tourist object of Jelajah Kinahrejo. supporting data for the observation and interview is photos to clarify the condition in the field. this research was with the informants assumed have knowledge on kinahrejo, the disaster and Jelajah Kinahrejo as a tourist attraction. Local people knowledge is the key of this research. This community-based tourist attraction development is an effort from Kinahrejo community to gain prosperity, social welfare and good environmental. The process is always related with the management and participation mechanism from the people who join Kinahrejo community. Jelajah Kinahrejo tourist attraction appears as resurrection after disaster which later develop as new source of livelihood for the society.
Kata Kunci : pengembangan pariwisata, pariwisata pasca bencana, dan pariwisata berbasis komunitas