Laporkan Masalah

Evaluasi Perencanaan Kebutuhan Obat Tahun 2008 dan 2009 di Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan

Miftahur Rahman Hafid, dr. Sulanto Saleh Danu, SpFK.

2011 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang : Upaya untuk memenuhi kebutuhan obat diperlukan pengelolaan dan perencanaan yang baik. Secara umum perencanaan obat di Kabupaten Gowa belum dilaksanakan secara baik. Masih terdapat obat berlebih dan kurang, obat kosong dan obat mati sehingga perlu dilakukan penelitian tentang bagaimana perencanaan kebutuhan obatnya. Saat ini di Kabupaten Gowa belum ada Tim Perencanaan Obat Terpadu. Tujuan Penelitian : Untuk mengevaluasi perencanaan kebutuhan obat di Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2008 dan 2009, mengetahui gambaran terhadap perencanaan kebutuhan obat, mengetahui proses perencanaan kebutuhan obat dan efisiensi perencanaan kebutuhan obat Metode Penelitian : Penelitian deskriptif yang bersifat eksploratif. Data yang dikumpulkan berupa data kuantitatif melalui observasi dokumen di Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa, dan data kualitatif berupa wawancara mendalam. Hasil Penelitian : Dengan menggunakan indikator perencanaan kebutuhan obat hasil penelitian menunjukkan bahwa di Kabupaten Gowa : Persentase Dana Obat antara 13%-13,8%, Ketepatan Perencanaan Jumlah Barang dalam Satu Item hanya 2,7% atau hanya 1 item obat yang tepat dalam perencanaan, Kecukupan Obat hanya hanya 41,6% atau hanya 15 item obat yang tepat dalam perencanaan, Rata-rata stok Obat Berlebih antara 32%-33,83%, Masih terdapat stok Obat Kosong antara 2%-15,4%, Masih terdapat stok Obat Mati dengan rata-rata 37%-66,95%, Obat DOEN antara 75%-77,27%, Obat Rusak/Kadaluarsa dengan persentase antara 1%-1,85%. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian di Kabupaten Gowa 1) Tidak ada Tim Perencanaan Obat Terpadu, tidak ada kerja operasional sehingga proses perencanaan kebutuhan belum dilaksanakan sesuai dengan pedoman 2) Sumber Daya Manusia (SDM) masih kurang, Sarana dan prasarana belum memadai dalam melakukan kegiatan perencanaan obat, anggaran yang tersedia belum sesuai dengan yang dibutuhkan 3) Proses perencanaan kebutuhan obat belum efisien, karena perencanaan anggaran tidak sesuai jumlah anggaran yang dibutuhkan, perencanaan item, jumlah, dan jenis obat tidak sesuai dengan obat yang dibutuhkan, masih banyak obat yang berlebih, kurang, obat mati dan obat kosong dan obat rusak/kadaluarsa.

Background: The effort required to meet the needs of medicine management and good planning. In general, the medicine plan in Gowa has not been implemented properly. Still there is an excess of medicines and less, empty medicine and medicine to death so it needs to be done research on how the plan needs a cure. Currently in Gowa no Medicines Integrated Planning Team. Objectives: To evaluate the planning needs of the medicine in Gowa District Health Office of South Sulawesi Province in 2008 and 2009, know the description of the planning needs of the medicine, the medicine needs to know the process of planning and planning efficiency needs of medicine Methods: The study is descriptive exploratory. Data collected in the form of quantitative data through observation of documents in Gowa District Health Office, and qualitative data in the form of in-depth interviews. Results: The medicine use indicators demand planning results showed that in Gowa: Percentage of Medicine Funds of between 13% -13.8%, Accuracy Planning only 2,7% or just 1 item right medicine in the planning, adequacy of medicine is only just 41,6% or only 15 item in the planning of appropriate medications, average inventory of between 32% Excess Medicine -33.83%, there is still stock Blanks MEDICINEs between 2% - 15.4%, There is still a stock Off MEDICINEs with an average of 37% - 66.95%, doen MEDICINE Data between 75% -77.27%, Medicine Damaged / Expired with a percentage between 1% -1.85%. Conclusion: Based on the results of research in Gowa 1) No Medicines Integrated Planning Team, there are no operational work so that the planning process need not be implemented in accordance with the guidelines 2) Human Resources (HR) is still lacking, inadequate facilities and infrastructure in the conduct of planning medicines, the budget available does not meet the required 3) The planning process needs medicine has not been efficient, because the budget plan does not fit the required amount of budget, planning items, quantity, and type of medicines are not in accordance with the required medication, many medicines are excessive, less, medicine death and medicines and medicine blank damaged/expired.

Kata Kunci : Evaluasi, Perencanaan, Kebutuhan Obat, Kabupaten Gowa


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.