Laporkan Masalah

DUKUNGAN SUMBER DAYA MANUSIA TERHADAP PENGADAAN OBAT DI DINAS KESEHATAN KABUPATEN KONAWE UTARA PROPINSI SULAWESI TENGGARA TAHUN 2008 – 2010

Endang Ervitha, dr. Sumartono, M.Kes.

2011 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang : Sumber daya manusia yang berkualitas dan profesional merupakan kunci utama dalam tumbuh kembangnya sebuah organisasi. Dalam pengadaan obat di Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe Utara, sumber daya manusia yang terlibat harus profesional, terampil dan menguasai permasalahan dalam pengadaan obat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana dukungan sumber daya manusia terhadap pengadaan obat di Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe utara dengan melihat indikator pendidikan, pelatihan, penempatan, beban kerja, pengalaman kerja, kompensasi yang dimiliki sumber daya manusia yang terlibat dalam pengadaan obat. Tujuan : Untuk memperoleh gambaran mengenai jumlah serta kualifikasi sumber daya manusia terhadap pengadaan obat di Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe Utara. Metode : Penelitian ini adalah deskriptif, dengan rancangan penelitian studi kasus. Hasil : Tidak adanya perencanaan dan rekrutmen sumber daya manusia baik dari segi jumlah maupun kualifikasi yang disesuaikan dengan pelaksanaan pengadaan obat. Panitia pengadaan dan pemeriksa/penerimaan obat berjumlah gasal terdiri atas ketua, sekretaris, dan anggota. SDM berasal dari instansi Dinas Kesehatan dan instansi lain. Tidak ada SDM dengan latar belakang pendidikan farmasi dalam panitia pengadaan obat sehingga tidak mengetahui spesifikasi obat-obatan. Kurangnya SDM yang telah mengikuti pelatihan. Belum jelasnya pembagian tugas sehingga ada SDM yang tidak melaksanakan tugas. Pengadaan obat dengan jumlah dan jenis item obat yang banyak dengan anggaran yang besar serta tidak adanya kerja tim dalam panitia menimbulkan beban kerja yang tinggi dan tidak merata. Keterbatasan pengalaman kerja dalam kepanitiaan pengadaan barang/jasa. Pemberian kompensasi kepada SDM belum mempertimbangkan tingkat pekerjaan dan profesional dalam melakukan pengadaan obat. Kesimpulan : Dukungan sumber daya manusia terhadap pengadaan obat di Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe Utara belum optimal menunjang pengadaan obat sehingga sangat berpengaruh terhadap stok obat.

Background: Qualified and professional human resources was essential in development of organization. In drug procurement in North Konawe district health office, human resources involved must be professional, skillful, and able to deal with drug procurement related problems. The research was conducted to determine the human resources support for drug procurement in North Konawe district health office by viewing indicators of education, training, placement, work load, working experiences, and compensation possessed by human resources involved in drug procurement. Aim: To obtain a description about number and qualification of human resources for drug procurement in North Konawe district health office. Methods: The research was descriptive with case study design. Result: Absent of planning and recruitment of human resources both in number and qualification as required for conducting drug procurement. The committee for procurement and drug examiner/receiver was in odd number, consisted of chief, secretary, and members. Human resources were from health office and other institutions. No human resources with pharmacy educational background were included within the committee of drug procurement and this lead to inadequate knowledge in drug specifications. Lack of personnel experienced training. Unclear job description lead to inefficient work. Drug procurement with large number and types with big budget and the absence of teamwork in the committee lead to high and uneven distribution of work load. Limitation in working experience in the committee of good/service procurement. Providing compensation for human resources had not yet considered the work load and professionalism in conducting drug procurement. Conclusion: Human resources support for drug procurement in North Konawe district health office was not yet optimal to support drug procurement that it affected drug availability.

Kata Kunci : Sumber Daya Manusia, Pengadaan obat, Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe Utara.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.