Laporkan Masalah

DISAIN KONSEP IRIGASI PADI DENGAN PENDEKATAN DINAMIKA SISTEM

AGUNG PRABOWO,IR,M.ENG, Prof. Dr. Ir. Sigit Supadmo Arif, M.Eng.

2011 | Disertasi | S3 Mekanisasi/Teknik Pertanian

Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan hampiran konseptual tatacara pengembangan sistem irigasi non padi pada lahan sawah dan lahan kering untuk menvisualisasikan dan memformulasikan kondisi saat ini dan kondisi yang akan datang dengan indikator yang dapat terukur melalui : (1) mendisain model pengembangan sistem irigasi non padi pada jaringan irigasi yang ada (existing condition based) dan untuk jaringan irigasi yang berpotensi dikembangkan (potential condition based) dan (2) mengaplikasikan model untuk kebijakan pengembangan sistem irigasi non padi pada lahan sawah dan lahan kering dalam bentuk beberapa skenario. Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan penalaran induktif sebab-akibat dari kasus khusus di tiga lokasi (Kabupaten Kediri, Kabupaten Tanah Laut dan Kabupaten Tapin) untuk memperoleh kesimpulan yang bersifat umum mengenai pengembangan sistem irigasi non padi. Pemilihan lokasi dilakukan secara purposive. Responden dipilih secara purposive sampling, mencakup komponen petani, kelompok tani, penyuluh pertanian dan petugas Dinas Tanaman Pangan Kabupaten. Metodologi penelitian yang dipakai adalah metodologi sistem dinamik dengan membangun model simulasi kontinyu. Uji validasi dilaksanakan dengan membandingkan perilaku model dengan perilaku historisnya. Skenario yang dilakukan adalah : 1) meningkatkan IP non padi 20% dan pengembangan irigasi pompa di lahan kering, 2) meningkatkan IP non padi 20% dan pengembangan irigasi pompa di lahan kering serta di lahan sawah, dan 3) meningkatkan IP non padi 20% dan pengembangan irigasi pompa di lahan kering dan memanfaatkan jaringan irigasi yang ada di lahan sawah. Hasil simulasi dari ketiga skenario tersebut dianalisis dengan pendekatan kuantitatif metode SWOT. Dari hasil implementasi di tiga lokasi penelitian dapat disimpulkan bahwa untuk mencapai output peningkatan intensitas penanaman sebesar 20% membutuhakan input yang bervariasi dari tiga lokasi penelitian, yaitu : (1) diperlukan biaya investasi berkisar antara Rp. 1,75 milyar – Rp. 14,16 milyar (untuk tanaman jagung) dan Rp. 0,39 milyar – Rp. 8,34 milyar (untuk tanaman jeruk) disesuaikan dengan jumlah kebutuhan pompa, (2) biaya rehabilitasi sekitar Rp.0,26 milyar – Rp. 1,32 milyar (untuk tanaman jagung) dan Rp. 1,48 milyar (untuk tanaman jeruk), disesuaikan dengan luas jaringan irigasi yang rusak, (3) membutuhkan air irigasi sebesar 377 – 1.986 m3/mnt (untuk tanaman jagung) dan 18 – 711 m3/mnt (untuk tanaman jeruk), dan (4) didukung oleh nilai partisipasi petani sebesar 0,9 dalam bentuk kontribusi pembiayaan operasional sarana irigasi.

-

Kata Kunci : Disain Konsep, Dinamika Sistem, Irigasi, Non-padi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.