HUMOR KEKERASAN FILM ANAK-ANAK TELEVISI INDONESIA DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT ANALITIS LUDWIG WITTGENSTEIN
ENDAH AGUSTIANI, Dr. M. Mukhtasar Syamsuddin
2011 | Tesis | S2 Ilmu FilsafatPenelitian tentang humor kekerasan dalam film anak-anak di pertelevisisan Indonesia terkait pembentukan pola pikir dan pemahaman realitas penonton merupakan suatu upaya untuk memahami bagaimana korelasi antara tayangan di televisi yang disaksikan secara intens mempengaruhi cara berpikir dan juga pembentukan pemahaman seorang anak tentang realitas. Dalam upaya pemahaman tersebut, peneliti menggunakan teori filsafat analitis Ludwig Wittgenstein sebagai objek formal, hal ini karena teori tersebut menekankan pada logika bahasa dan tata permainan bahasa sehari-hari yang dapat memberikan gambaran logis dari kenyataan. Dengan kata lain dapat dikatakan bahwa realitas dunia dapat kita pahami melalui bahasa yang logis dan dapat diterima secara meluas melalui bahasa sehari-hari. Penelitian ini merupakan studi kasus melalui penelitian kepustakaan yang menggunakan metode hermeneutika filosofis sebagai alat untuk menganalisis data yang berhubungan dengan tema yang diangkat. Adapun unsur-unsur metodis yang digunakan adalah:1) Analisis, yaitu untuk melakukan penafsiran dan interpretasi tentang data yang sebelumnya telah diklasifikasi terlebih dahulu, 2) Koherensi Intern, yaitu melihat keterkaitan antara objek material dan formal dalam suatu struktur yang konsisten., 3) Interpretasi, suatu upaya untuk dapat menangkap arti, nilai, dan maksud dari kenyataan (fakta, data, dan gejala), 4) Bahasa Inklusif atau analogal, menyesuaikan dengan pola yang terdapat dalam objek penelitian, dan 5) Deskripsi, yang digunakan untuk memberikan gambaran secara menyeluruh terhadap makna yang terkandung dalam objek penelitian. Hasil yang dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Sensualitas dan kekerasan menjadi unsur penting dalam penyajian humor, bahkan tayangan anak-anak pun tidak terlepas dari kedua hal tersebut, seakan melegalkan kekerasan, 2) teori filsafat analitis Wittgenstein tidak terlepas dari upaya dan perhatian utama untuk bisa memahami realitas, namun dengan cara yang berbeda. Yaitu dengan mengungkapkan realitas dunia melalui logika bahasa, dan hakikat bahasa dari penggunaannya dalam kehidupan manusia sehari-hari yang beraneka ragam (tata permainan bahasa), dan 3) Pemahaman realitas melalui permainan bahasa berkaitan dengan proses alamiah penggunaan bahasa sejak anak-anak, dalam perkembangannya merupakan suatu fenomena empiris. Namun apa yang dipersepsikan dalam film anak-anak, tidak dapat mewakili realitas sepenuhnya, karena mengaburkan suatu dampak sebab-akibat secara nyata.
The reseach on humor violence in film of children in Indonesia television which is related to establishment mindset and to understand the reality of the viewers represent an efforts to understand the correlation between television and the viewers, in case how if the viewers watch intensively the television that can affect their mindset and children ability in understanding reality. In order to accomplish the research, the reseacher employs This reseach is a study case through literature research, which uses philosophical hermeneutic as a method to analyze data. In this method the reseacher use some methodical elements as follows: 1) Analysis, to do an explanation and interpretation of data, 2) Internal coherence, to see the correlation between material and formal object inside a consistent structure, 3) Interpretation, is an effort to intercept the meaning, value, and purpose from reality (facts, data, and phenomenon), 4) Inclusive language or analogal, adapt with the system in the reseach object, and 5) Description, to give a comprehensive view of the meaning that occurs in object research. The result in this research are: 1)theory of analytical philosophy of Ludwig Wittgenstein as a formal object, since the theory emphasizes the logical and ordinary languages games which are used to build logical picture of the facts. In other words, the world’s reality can be understood within the logical language and is widely acceptable through ordinary language. Sensuality and violence becomes an important element in humor, especially in the children film and it is not apart from them. Nowadays, the impression of humor violence, and humor as the main package to present the violence so everyone can enjoy it, as if it a legal thing, 2) theory of analytical philosophy Wittgenstein not apart from an effort and main concern to understand the reality, but in different ways. Its to figure out the reality of the world with logical language and the essence of language is from exercise in human daily activity which has pluriformity (language games), and 3) The understanding of reality through language games is correlated with natural processes of the application of language since children, in its development is an empiric phenomenon. But unfortunately, what is perceived in children films, it can’t represent the entire reality, because it has obscured the causal impact significantly.
Kata Kunci : humor, kekerasan, Filsafat Analitis