DETEKSI AVIAN INFLUENZA DI PASAR UNGGAS BERISIKO TINGGI DI PROPINSI BALI PADA MUSIM DAN JUMLAH PERMINTAAN UNGGAS YANG BERBEDA
Dinar Hadi Wahyu Hartawan, Prof.Dr.drh.Bambang Sumiarto,SU,M.Sc
2011 | Tesis | S2 Sain VeterinerBali merupakan salah satu propinsi dengan status kasus rendah penyakit Avian influenza (AI). Lalu lintas unggas terbesar saat ini melalui pasar unggas hidup. Peningkatan risiko penularan di pasar unggas terjadi karena unggas dari berbagai spesies, umur, dan berbagai asal unggas bercampur menjadi satu untuk diperjual belikan. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeteksi keberadaan virus avian influenza (VAI) serta melihat asosiasi keberadaan VAI di pasar unggas berisiko tinggi di propinsi Bali pada musim dan jumlah permintaan unggas yang berbeda, dan menganalisis jumlah rata-rata unggas dan kandang yang dibawa ke pasar pada saat permintaan unggas yang berbeda. Metode sampling yang digunakan adalah multistage dengan kombinasi musim dan permintaan unggas sebagai strata waktu pengambilan sampel. Sampling dilakukan di enam pasar unggas risiko tinggi di propinsi Bali dan dapat diambil 336 sampel pedagang dan 568 kandang dari empat kali waktu pengambilan sampel yang merupakan kombinasi dari perbedaan musim dan jumlah permintaan unggas. Hasil penelitian ini adalah, 1) dua pedagang di pasar unggas berisiko tinggi terdeteksi hasil positif AI (H5), satu sampel positif AI (H5) terdeteksi pada saat pengambilan sampel musim kemarau/permintaan rendah, satu sampel lainnya ditemukan pada saat musim kemarau/permintaan tinggi, 2) Analisis faktor risiko di tingkat pedagang tidak menemukan adanya variabel yang berasosiasi (P>0,05) dengan keberadaan VAI di pasar unggas berisiko tinggi di Bali. Analisis di tingkat keranjang, variabel keranjang yang berisi ayam pejantan layer (PJLAY) dipertimbangkan sebagai faktor risiko yang berasosiasi (P=0,0083; OR=16,13) dengan keberadaan VAI di pasar unggas berisiko tinggi di Bali, dan 3) Analisis jumlah rata–rata unggas yang dijual dan kandang yang dibawa ke pasar unggas berisiko tinggi tidak menunjukkan adanya perbedaan (P>0,05) pada tiap permintaan unggas yang berbeda. Berdasarkan hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa masih ada penyakit AI yang bersirkulasi di pasar unggas berisiko tinggi di Bali.
Bali is one of the provinces with low cases status of Avian Influenza (AI). The highest poultry movement is always present in live bird markets (LBM). Increased risk of transmission of AI in the LBM because of birds from different species, age, and a variety of poultry origin mixed together to be traded. The objectives of this study was to detect the presence of avian influenza virus (VAI) and measure the association of variables in the high-risk poultry markets in Bali on the different season and number of poultry demand, and to analize the differences number of poultry and cages brought to the high-risk poultry market on the different poultry demand. Sampling method used in this study was multistage and stratifies of collecting sample time, with random selection for vendor unit sampling. This study has been conducted in six high risk market in Bali and has been collected sample of 336 vendors and 568 cages during four collecting sample time which is combination of different season and number of poultry demand. The result of this study, 1) there is two positive sample of AI (H5) from six high-risk poultry market selected in Bali. One of positive sample was found in the sampling time of dry season and low number of poultry demand, another positive sample detected on sampling time of dry season and high number of poultry demand, 2) Analysis of association on the vendor stage, there were no variables associated (P>0,05) with the presence of VAI in high-risk poultry market in Bali. For the analysis at the cage level, the cage which is contains of male chicken layer (PJLAY) was considered as a risk factor (P = 0,0083; OR = 16,13) associated with the presence of AI in high-risk poultry market in Bali, dan 3) In the analysis of the average poultry were sold and cages that brought to high-risk poultry market in Bali in each different number of poultry demand (low/high) time showed no differences (P>0,05). With these all of results can be stated that VAI is still present in high-risk poultry market in Bali.
Kata Kunci : Avian influenza, Pasar unggas berisiko tinggi, musim, jumlah permintaan unggas.