AUDIT ENERGI PADA BERBAGAI JENIS INDUSTRI TAHU BERDASARKAN TEKNOLOGI PEMASAKANNYA
SRI MARKUMNINGSIH, Dr. Ir. Bambang Purwantana, M. Agr.,
2011 | Tesis | S2 Mekanisasi/Teknik PertanianPenggunaan alat mesin pengolah tahu dengan teknologi yang lebih modern seperti ketel uap, mesin penyaring bubur kedelai, dan lain-lain, selain membutuhkan investasi awal dan biaya operasional yang lebih tinggi, juga menyerap lebih banyak energi dari bahan bakar dan memberikan efek negatif pada lingkungan. Dengan adanya ancaman krisis energi dan pentingnya kelestarian lingkungan, maka harus dikembangkan alat mesin yang efektif dan efisien, salah satu langkah awal yang dilakukan adalah melalui audit energi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pola penggunaan energi pada beberapa jenis industri tahu berdasarkan teknologi pemasakan yang digunakan untuk menuju pengelolaan energi yang lebih efisien. Penelitian dilakukan di 4 sampel industri tahu yang menggunakan teknologi pemasakan yang berbeda yaitu dengan menggunakan tungku tunggal, tungku ganda, ketel uap horizontal, dan ketel uap vertikal. Analisa data yang dilakukan meliputi analisis energi (rasio input-output energi) dan analisis ekonomi. Input energi terdiri dari energi tenaga kerja manusia, energi bahan bakar, embodied energy, dan energi bahan. Sedangkan output energi terdiri dari energi tahu dan energi ampas tahu. Hasil penelitian menunjukkan total input energi yang paling tinggi sebesar 19.005,05 kJ/kg tahu digunakan di CV Kitagama dan total input energi paling rendah sebesar 6.026,80 kJ/ kg tahu digunakan di industri tahu yang menggunakan tungku tunggal. Konsumsi energi paling besar di CV Kitagama adalah energi dari bahan bakar untuk mengoperasikan ketel uap dikarenakan ketel uap vertikal yang digunakan bekerja dibawah kapasitas normal.
Application of modern technology in tofu processing such as boilers and soy slurry filter requires higher operational cost and initial investment than traditional technology. Is also consumes more energy and gives a negative effect on the environment. High efficiencies of processing machine is needed due to the energy crisis and the importance of environmental sustainability. One of the first steps taken is energy audit. This research aimed at reviewing the characteristic of energy use in various types of tofu industry based on cooking technology for gaining more efficient energy management. This research was conducted in 4 tofu industries which uses a various cooking technology. The technologies were single furnace, double furnaces, horizontal steam boiler, and vertical steam boiler. Data analysis consisted of energy analysis, i.e. ratio of energy input and output and economic analysis. Energy input consisted of human labor, fuel, embodied energy, and materials. While the energy output consisted of energy in tofu and energy in pulp. The results showed that the highest total energy input which is 19.005,05 kJ / kg that used in the CV Kitagama that using vertical steam boiler and the lowest total energy input which is 6.026,80 kJ / kg used in the tofu industry that using a single furnace. The largest energy consumption in CV Kitagama is energy from fuel for operating the steam boiler due to the vertical steam boiler used to work undernormal capacity.
Kata Kunci : audit energi, industri tahu, ketel uap, tungku