Laporkan Masalah

Potret Perilaku Komunikasi Perempuan Jawa Anggota Kelompok Batik Tulis Sungging Tumpuk Imogiri Bantul

siti chotijah, Dr. Phil. Hermin Indah W., SIP., M.Si.

2011 | Tesis | S2 Ilmu Politik/Ilmu Komunikasi

Kelompok Batik Tulis Sungging Tumpuk dibentuk oleh Australian Indonesian Partnership (AIP) pada tahun 2006 dengan beranggotakan para perempuan pembatik di Giriloyo Imogiri Bantul. Kelompok ini merubah peran perempuan yang awalnya pembatik rumahan, menjadi perempuan pembatik yang berkelompok dan mampu menyumbang 60% pendapatan keluarga. Kondisi ini membedakan perempuan anggota KBT Sungging Tumpuk dengan perempuan Jawa pada umumnya. Perempuan Jawa secara umum mengalami domestiifikasi peran serta mengalami stereotype termasuk dalam perilaku komunikasi. Perempuan anggota KBT Sungging Tumpuk berbeda dari perempuan Jawa secara umum. Peneliti ingin mengetahui bagaimana perilaku komunikasi perempuan Jawa anggota KBT Sungging Tumpuk. Peneliti akan menggunakan metode etnografi komunikasi untuk mengetahui bagaimana perilaku komunikasi perempuan Jawa anggota KBT Sungging Tumpuk. Peneliti akan mengumpulkan data dengan melakukan observasi partisipatori dan melakukan wawancara mendalam terhadap informan dengan teknik snow ball. Metode ini diharapkan akan mampu memberikan data sealamiah mungkin sehingga peneliti dapat memberikan gambaran yang riil terkait perilaku komunikasi anggota KBT Sungging Tumpuk. Perempuan anggota KBT Sungging Tumpuk selalu berkomunikasi untuk memenuhi kebutuhannya. Komunikasi dilakukan antar anggota kelompok (relasi internal) dan relasi eksternal seperti anggota kelompok lain, tamu, masyarakat umum dan juragan batik. Dalam berkomunikasi perempuan anggota KBT Sungging Tumpuk menggunakan bahasa verbal dan bahasa nonverbal. Bahasa verbal menunjukkan adanya tingkatan bahasa yang digunakan secara khusus sesuai dengan nilai dan norma budaya Jawa. Bahasa nonverbal yang digunakan diantaranya adalah kinesik, paralinguistik,komunikasi sentuhan dan proksemik. Variabel Hofstede yang paling berpengaruh dalam menentukan perilaku komunikasi adalah power distance. Perbedaan status ekonomi menjadi hal yang paling mempengaruhi perilaku pada relasi eksternal. Sedangkan pada relasi internal, perbedaan struktur birokrasi menentukan pola komunikasi. Perilaku komunikasi merupakan pencerminan dari nilai , norma dan sistem pengetahuan individu. Perilaku memiliki makna sesuai dengan konteks nilai pada budaya yang diyakini. Budaya Jawa merupakan budaya kolektif, hal ini memberikan pengaruh terhadap keseragaman perilaku. Perilaku yang berbeda dari hal yang umum dinilai berbahaya. Perempuan anggota KBT Sungging Tumpuk tergolong vokal, relasi masculinity –feminity tidak membedakan dalam berkomunikasi.

The Written Batik Sungging Tumpuk Group was formed by Australian Indonesia Partnership (AIP) at 2006 which be composed of women batik workers in Giriloyo Imogiri Bantul. This group change the women role that originally an home batik worker becomes women batik workers in group and able to contribute 60% of family income. This condition distinguish the women members of Written Batik Sungging Tumpuk Group with Javanese women in general. Javanese women generally experience a domestivication role and experience a stereotype included in the communication behaviour. The women members of Written Batik Sungging Tumpuk Group is different from Javanese women in general. Researcher want to know how the communication behaviour of Javanese womens member of Written Batik Sungging Tumpuk Group. Researcher will use communication ethnographic method to find out how the communication behaviour of Javanese women members of Written Batik Sungging Tumpuk Group. Researcher will collect data by conducting participatory observation and in-depth interview of informant with snow ball technique. This method is expected to be able to provide data as naturally as possible so that researcher can provide a real picture of the behaviour-related communication member of Written Batik Sungging Tumpuk. The women members of Written Batik Sungging Tumpuk is always communicating to fulfill their need. Communication is done among members (internal relation) and external relation such as the other group members, guests, public society, and owner of batik enterprise. In communication, women members of Written Batik Sungging Tumpuk uses verbal and non-verbal language. The verbal language indicate existence of language level used specially in accordance with values and norms of Java cultural. The non-verbal language used include kinesik, paralinguistic, touch communication and proksemik. The most influential of Hofstede variable in determining communication behaviour is power distance. Difference of economic status become the most influence on the behaviour of external relation. While on the internal relation, difference of bureaucratic structure determines the pattern of communication. Communication behaviour are a reflecting of values, norms and individual knowledge system. The behaviour has a meaning appropriate to context of values on the cultural which are believed. Different behaviour than general thing considered dangerous. The women members of Written Batik Sungging Tumpuk is classified vocal, masculinityfeminicy do not distinguish in communicating.

Kata Kunci : Communication, Culture, Javanese Woman


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.