Laporkan Masalah

DINAMIKA KOPERASI DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT ANGGOTA KOPERASI (STUDI TENTANG KUD “USAHA BERSAMA” DESA TRIMODADI – LAMPUNG UTARA)

GEMPITARIA JULIASTI, Prof. Dr. Tadjuddin Noer Effendi

2011 | Tesis | S2 Sosiologi

Latar belakang penelitian ini berangkat dari dinamika KUD Usaha Bersama sebagai lembaga ekonomi yang berusaha memberdayakan anggota-anggotanya melalui penyediaan layanan unit usaha KUD. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui dinamika KUD dilihat dari partisipasi anggota, proses interaksi dari para anggota, akuntabilitas dan transparansi mekanisme KUD, serta proses demokratisasi guna meningkatkan kesejahteraan hidup anggota, dan 2) memahami berbagai pelayanan yang dilakukan oleh KUD Usaha Bersama bagi anggota-anggotanya dalam rangka memberdayakan anggota-anggotanya. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kualitatif diskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Keabsahan data diuji dengan teknik triangulasi. Analisis dilakukan dengan teknik deskriptif interaktif melalui tahap reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan hal-hal berikut. Pertama dinamika koperasi tampak dari perkembangan KUD Usaha Bersama dalam menambah dan memperluas unit-unit usaha mulai dari waserda penyedia sembako dan sarana produksi pertanian hingga unit usaha jasa angkutan, jasa kelistrikan, dan jasa simpan pinjam. Upaya pemberdayaan yang dilakukan baru pada tingkat memberikan akses sarana ekonomi. Penyediaan sarana ini ditempuh secara bertahap sesuai kebutuhan anggota. Penyediaan akses ekonomi dibarengi dengan upaya penyadaran tentang pentingnya berkoperasi bagi anggota, mendorong partisipasi anggota dalam usaha berkoperasi, menjaga interaksi positif dengan para anggota, mengupayakan akuntabilitas dan transparansi mekainsme di tubuh koperasi, serta demokratisasi di tubuh koperasi. Namun demikian, Partisipasi anggota hanya pada pemanfaatan unit usaha milik KUD untuk mendapatkan kebutuhan sehari-hari ataupun kebutuhan sarana pertanian. Kedua, keberhasilan KUD Usaha Bersama mengembangkan usahanya telah dapat memberikan manfaat kepada anggota dalam bentuk layanan sarana ekonomi, baik penyediaan barang-barang kebutuhan masyarakat ataupun jasa keuangan. Namun demikian, tidak otomatis menjadikan KUD mampu memberdayakan seluruh anggotanya karena hanya sebagian kecil anggota yang benar-benar memanfaatkan KUD untuk mengembangkan dirinya sehingga kehidupannya menjadi lebih baik. Kesimpulannya, dinamika KUD berkembang sesuai dengan tingkat kebutuhan masyarakat. KUD Usaha Bersama memberdayakan anggota-anggotanya baru pada tahap penyediaan sarana ekonomi yang dibutuhkan bagi para anggota. KUD belum sepenuhnya berorientasi pada pemberdayaan bagi anggota-anggotanya karena ada kepentingan untuk peningkatan omset usaha KUD Usaha bersama.

This research was done based on dynamic of KUD Usaha Bersama as economic institution that empowers its member through providing KUD business unit service. This research was intended (2) to identify KUD dynamic in member participation, interaction process among its member, accountability and transparence of KUD mechanism, and democratization process to increase member life welfare and (2) to identify various services the KUD Usaha Bersama offers for its members in order to empower its members. It used qualitative descriptive method. Data was collected through observation, interview and documentation. Data validity was tested with triangulation technique. Analysis was done with descriptive interactive technique through steps of data reduction, data presentation and inference or verification. The results indicated following matters. First, cooperation dynamic appeared in growth of KUD Usaha Bersama in adding and extending business unit from grocer supplying staple foodstuff and agricultural supplies to transportation service, electricity service and saving-loan service. Efforts to empower its members have been only conducted to give economic access. Providing the service was done gradually according to member needs. Economic access provision was followed with efforts of making member aware of importance of being active in cooperation, encourage member participation in cooperation business, keep positive interaction with member, strive accountability and mechanism transparence in the cooperation and democratization within the cooperation. However, member participation is only in using the KUD business unit to get daily needs or agricultural needs. Second, success of KUD Usaha Bersama in developing its business has benefited its members in form of economic facility service, supplying member needs and financial service. However, it is not automatically making the cooperation being able to empower all members because only small part of members that really use the cooperation to develop their selves for better life. The conclusion is that the cooperation dynamic grew according to society need level. KUD Usaha Bersama empowered its member just in providing economic needs of members. The cooperation has not oriented on empowering members because there is objective to increase KUD Usaha Bersama income.

Kata Kunci : KUD, Dinamika, Pemberdayaan, Anggota


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.