Laporkan Masalah

FUNGSI SOSIAL GEREJA MENURUT KONSEP RASIONALITAS KOMUNIKATIF JURGEN HABERMAS

Ricardo F. Nanuru, S.Si, Dr. M. Mukhtasar Syamsuddin

2011 | Tesis | S2 Ilmu Filsafat

Penelitian yang berjudul Fungsi Sosial Gereja dalam Konsep Rasionalitas Jürgen Habermas dilatarbelakangi oleh arus globalisasi atau pasar global yang membuat masuknya modal asing disertai tekanan berbagai koorporasi yang mengakibatkan eksploitasi diberbagai bidang. Di dalam negeri sendiri, akibat tekanan asing dijumpai pemerintahan yang lemah, karakter bangsa yang juga lemah dalam menyikapi perubahan global, mengakibatkan timbulnya berbagai krisis ekologi, kemiskinan, pelanggaran hak asasi manusia (HAM) serta krisis kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Dengan melakukan kajian filosofis terhadap fungsi sosial gereja dalam konsep rasionalitas komunikatif Jürgen Habermas, diharapkan dapat memberikan sumbangan bagi penyelesaian berbagai krisis yang disebutkan di atas. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka (library research) yang menggunakan filsafat sosial Jürgen Habermas sebagai objek formal, sedangkan objek material dari penelitian ini adalah fungsi sosial gereja. Unsur-unsur metodis untuk membedah penelitian ini adalah hermeneutika dan heuristika. Setelah melakukan penelusuran dalam penelitian ini, maka hasil yang di dapat adalah (1) Rasionalitas komunikatif yang dimaksudkan Habermas dalam kajian ini adalah rasionalitas yang berorientasi pada pemahaman timbal balik tanpa paksaan atau dominasi, yang dapat ditemukan dalam diskursus argumentatif yang mengarah pada konsensus. Hasil dari semua diskursus ini adalah kepastian tentang dunia objektif dan kehidupan intersubsektif manusia; (2) Globalisasi memberikan dampak yang sangat besar bagi pergerakkan perubahan bergereja, dan berdasarkan pengkajian ini terlihat bahwa gereja belum maksimal dalam menjalankan fungsi sosialnya ketika berhadapan dengan persoalan kemiskinan, penindasan, krisis ekologi, dan sebagainya, karena perjuangannya masih terbungkus dalam bingkai religiusitasnya sebagai agama; (3) Gereja menurut Habermas adalah bagian dari masyarakat sekular dan sepantasnya memiliki “kompetensi komunikasi” sehingga mampu memberikan argumentasiargumentasi dalam diskursus untuk menciptakan suatu masyarakat yang komunikatif; (4) Gereja yang menjalankan fungsi sosial komunikatifnya secara baik adalah gereja yang mengandalkan nilai-nilai etis-moral-kemanusiaan, dan dengan rela melepaskan bingkai religiusnya serta “melebur” bersama entitas privat lainnya ke dalam masyarakat sehingga membentuk suatu kekuatan komunikatif baru yang berdasarkan rasionalitas. Dengan demikian gereja bukan lagi berwajah dan berbahasa agama, tetapi berbahasa sekular dan berwajah kemanusiaan, sert menjadi aktor komunikatif yang bersama entitas lainnya berjuang menciptakan masyarakat yang bebas dominasi berdasarkan rasionalitas komunikatif.

The research background about “The Social Function of Church based on the Communicative Rationality Concept of Jürgen Habermas’” is rapidly globalization including global market practice which stricken every sectors of people life. The impacts of globalization in Indonesia is government and the people seems to have a weaker characters. That weaker characters of government can culminate in varieties of crises like ecology, poor people, human right, and crises of trust of the people to the government officials. The philosophical study about social function of the church might be provide some solution to solve that crises mention above. This research that used Jürgen Habermas Social Philosophy as formal object. The material object is Social Function of the Church. The methods a used in the study are hermeneutic and heuristic. The results of the study are found (1) Communicative Rationality according to Jürgen Habermas in this study is a rationality that oriented to interrelated understanding without compulsion or domination. That rationality often find in the argumentative discourse that lead to consensus. The result of all the discourses are certainty about objective world and inter-subjective live of human being; (2) Globalization gives a large impact to transformation progress of the church. The character of the church as religion institution is not maximizing its social function when faced with varieties of the life crises yet; (3) Church according to Habermas is a part of secular community and it should have “communication competence”. With this competence, church can give its argumentations to discourses to creating communicative community: (4) Church that doing well its social communicative function,is a church that reliable ethics, moral and humanity values. This kind of Church will break the religious frame and can engage to other private entities in to a community so it will establish a new communicative power that based on rationality. Therefore, church is not religiosly faced anymore, however it has secular and humanity language. By having the secular and humanity attribute, church become a communicative actor together with other entity of community it will create a community that free from domination according to communicative rationality.

Kata Kunci : gereja, fungsi sosial, rasionalitas komunikatif.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.