Laporkan Masalah

ANALISIS KETERSEDIAAN DAN KETERPADUAN PASAR BERAS DI KABUPATEN MANOKWARI

Agatha Wahyu Widati, Prof. Dr. Ir. Dwidjono Hadi Darwanto, M.S.

2011 | Tesis | S2 Ekonomi Pertanian

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1). Jumlah ketersediaan beras di Kabupaten Manokwari; 2). Jalur pemasaran beras dan marjin pemasaran beras produksi Kabupaten Manokwari; 3). Tingkat keterpaduan pasar beras di Kabupaten Manokwari; 4). Pengaruh harga beras dari daerah lain di luar Kabupaten Manokwari yaitu beras dolog dan beras superslip terhadap harga beras produksi Kabupaten Manokwari. Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer untuk mengetahui saluran, margin pemasaran dan elastisitas harga beras, sedangkan data sekunder untuk mengetahui keterpaduan pasar dengan menggunakan data harga beras tahun 2004 – 2010. Metode analisis yang digunakan adalah analisis transmisi, analisis Augmented Dickey Faller (ADF), dan analisis regresi. Ketersediaan beras di Kabupaten Manokwari lebih banyak dipenuhi dari produksi beras Kabupaten Manokwari sendiri dengan proporsi rata-rata sebesar 50,23%, sedangkan proporsi pengadaan beras dari luar sekitar 45,59%. Terdapat sembilan pola pemasaran atau saluran pemasaran beras produksi Kabupaten Manokwari. Saluran terpanjang melibatkan sebanyak tiga lembaga perantara yaitu penggilingan, pedagang penampung kabupaten dan pengecer kabupaten. Saluran yang panjang ini mempunyai margin pemasaran yang terbesar pula. Petani paling banyak menggunakan pola pemasaran beras pada saluran pemasaran yang keenam, yang melibatkan dua pedagang perantara yaitu penggilingan dan pedagang pengecer kabupaten. Persentase margin dari seluruh saluran tergolong rendah, hal ini akan mendorong petani untuk lebih memproduksi beras karena harga yang diterima oleh petani menguntungkan, ini dapat dilihat dari share harga yang diterima oleh petani yang relatif tinggi. beras yang tersedia tidak hanya didistribusikan untuk memenuhi Analisis keterpaduan pasar beras produksi Kabupaten Manokwari menunjukan bahwa terdapat keterpaduan atau integrasi secara vertikal antara harga beras di tingkat eceran dan harga beras di tingkat grosir. Selanjutnya, harga beras produksi Kabupaten Manokwari pada periode sekarang dipengaruhi oleh harga beras dolog dan harga beras superslip. Sedangkan harga beras produksi Kabupaten Manokwari periode sebelumnya dan ketersediaan tidak mempengaruhi harga beras produksi Kabupaten Manokwari pada periode sekarang. Hal ini diduga karena kebutuhan beras Kabupaten Manokwari saja, melainkan juga untuk memenuhi kebutuhan beras kabupaten lain yaitu Kabupaten Teluk Bintuni dan Kabupaten Wondama.

This research was aimed to investigate 1) total rice supply in Manokwari regency; 2) rice marketing channel and margin in Manokwari regency; 3) market integration of rice in Manokwari regency; and 4) influence of Bulog’s and Superslyp’r price in other region on rice price in Manokwari regency. Primary and secondary data were collected in this research. Primary data were applied in analysis of rice marketing channel, margin and price elasticity, while secondary data of rice price for the period of 2004 – 2010 were applied in analysis of market integration. Augmented Dickey Fuller (ADF), and regression method were implemented in analysis of this research. Result of the analysis show that rice availability in Manokwari regency has been mostly supplied by local rice production amounted about 50.23%, while the rest was procured from outside the regency. There are nine rice marketing patterns or local rice marketing channels in Manokwari regency. The longest channel was involved three institutions such as village level rice miller/huller, regency wholesaler and retailer which have the largest marketing margin too. Most farmer utilize the sixth rice marketing pattern on marketing channel, involving two intermediate middleman such as rice miller/huller and regency retailer. The channel has low marketing margin which motivated farmer for producing rice due to largest share of price accepted by farmers. Analysis of rice market integration at Manokwari regency show that rice price at wholesale level is integrated with that at retail level. Hereafter, local rice price of Manokwari Regency on recent period is influenced by rice price of Bulog and superslip. Meanwhile local rice price and availability of rice in Manokwari Regency at previous period was not influence by recent price of local rice. That is predicted that available rice in this regency is not only for met the local need but also distributed to meet the need of other regency, such as Teluk Bintuni and Wondama regencies.

Kata Kunci : ketersediaan beras, margin pemasaran dan keterpaduan pasar.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.