PERUBAHAN PERILAKU PEMILIH Studi Kasus Perubahan Perilaku Pemilih dalam Pemilukada Putaran Kedua di Kabupaten Agam Tahun 2010
Fauzi S, Nur Azizah, S.I.P., M.Sc.
2011 | Tesis | S2 Ilmu Politik minat Politik Lokal & Otonomi DaerahPemilukada dua putaran ini adalah fenomena politik yang menarik sejak Pemilu 2004. Aturan formal paling mutakhir tentang Pemilukada dua putaran ini adalah Peraturan KPU No. 73/2009, khususnya Pasal 47 ayat 4 yang menjelaskan bahwa apabila tidak ada calon yang memperoleh suara 30% dari suara sah, maka diadakan pemilihan ulang yang diikuti oleh pemenang pertama dan kedua. Aturan ini memberi dampak perubahan pilihan di masyarakat dari pilihan atas pasangan yang kalah dalam putaran pertama ke pilihan atas dua pasangan yang bertarung dalam putaran kedua. Perubahan perilaku memilih ini dipengaruhi banyak faktor, baik pengaruhnya signifikan atau tidak. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui fenomena perubahan perilaku memilih dari masyarakat pada Pemilukada putaran kedua 2010 di Kabupaten Agam dan menguji faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan perilaku memilih tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif untuk menguji faktorfaktor yang mempengaruhi perubahan perilaku pemilih pada Pemilukada putaran kedua di Kabupaten Agam. Data penelitian ini adalah data primer yang diperoleh dengan menyebarkan kuesioner dan melakukan wawancara, dan data sekunder yang diperoleh melalui penelaahan atas banyak referensi, majalah, jurnal, tesis, catatan, peraturan perundang-undangan, laporan kegiatan, kliping, dan materi lain yang terkait tema penelitian. Data yang terkumpul dianalisis secara kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 380 responden yang diteliti, sebagian besar memilih pasangan Indra Catri – Umar dengan dukungan dari PPP- Golkar dan Hanura-PPRN. Pemilihan ini umumnya didasarkan pada pengaruh cara kampanye, identifikasi kepartaian, rasionalitas pemilih, track record kandidat dan popularitas kandidat. Uji regresi parsial menunjukan bahwa empat variabel independen ( cara kampanye, identifikasi kepartaian, rasonalitas pemilih dan track record kandidat) menunjukkan signifikansi kurang dari 0,05. Artinya, keempat variabel tersebut secara parsial memiliki pengaruh signifikan terhadap perubahan perilaku memilih terhadap perubahan perilaku memilih pada Pemilukada putaran kedua di Kabupaten Agam 2010. Sedangkan variabel popularitas kandidat menunjukan signifikansi besar dari 0.05. Artinya variabel popularitas kandidat tidak berpengaruh signifikan terhadap perubahan perilaku memilih tersebut. Artinya, empat hipotesis yang diajukan (H1-4) diterima dengan signifikansi α<0,005, sedangkan satu hipotesis(H5) tentang popularitas kandidat ditolak karena signifikansi α>0,005. Hasil uji regresi linier menunjukkan bahwa nilai R2 dalam model penelitian ini makin mendekati 0 yaitu 0,527. Artinya hipotesis ke-5 (H5) diterima dengan signifikansi α<0,005 di mana cara kampanye, identifikasi kepartaian, rasionalitas pemilih, track record kandidat dan popuralitas kandidat secara simultan mempengaruhi perubahan perilaku memilih dalam Pemilukada putaran kedua 2010 di Kabupaten Agam.
Two rounds Election is an interesting political phenomenon since the election 2004. The most recent formal rules about the Two rounds election is Rule No. KPU. 73/2009, particularly, Article 47 paragraph 4 explaining in absence of candidate obtained 30% votes of the valid votes threshold, then re-election should be held those followed by the first and second winners. This rule impacts on the community vote for pairs who lost in the first-round to the two pairs those fighting in second-round. Changes in voting behavior is influenced by many factors, both significantly or not. The purpose of this study was to determine the phenomenon of change in public voting behavior in the second-round of the General Election 2010 in Agam regency and examine the factors that influence the change of voting behavior. This research was conducted through quantitative methods to examine factors affecting the changes in voting behavior on second-round General Election in Agam Regency. The data is taken from primary data obtained by distributing questionnaires and conducting interviews, and secondary data obtained through review of the many references, magazines, journals, theses, notes, legislation, activity reports, clippings, and other materials related themes research. The collected data were analyzed quantitatively. The results of this study showed from 380 respondents surveyed, the majority of pairs chose Indra Catri - Umar who supported by Golkar and the PPP- Hanura-PPRN. The selection was based on the influence of campaign, party identification, voter rationality, candidate track record and candidate popularity. The partial regression test showed four independent variables (campaign method, party identification, voter rationality and candidates track record) are less than 0.05 significance. It found four variables partially had a significant influence on changes in electoral behavior toward the changes in the second-round behavior vote on the General Election in Agam Regency 2010. While the popularity of candidate showing a higher significance greater than 0.05. it meant the candidate popularity had no significant effect on change of voting behavior. Itr evident from four proposed hypotheses (H1-4) which were received a significance of α <0.005, while one hypothesis (H5) on the candidate popularity was rejected because the significance of α> 0.005. The results of the linear regression test showed the value of R2 in the research model is near to 0 of 0.527. therefore, the hypothesis-5 (H5) were accepted of significance α <0.005 which meant the campaign, party identification, voter rationality, candidate track record and candidates popularity were simultaneously affecting change of second-round vote behavior in General Election in Agam Regency2010.
Kata Kunci : Pemilukada, putaran kedua, perubahan perikaku memilih