Laporkan Masalah

PENGARUH PEMUPUKAN P TERHADAP PERTUMBUHAN PEGAGAN (Centella asiatica) DI INCEPTISOL DARI TOPOSEKUEN LERENG SELATAN GUNUNG MERAPI PADA BERBAGAI KONDISI LENGAS

AGUS SUPRIHATIN, SP., Dr. Ir. Abdul Syukur, SU.

2011 | Tesis | S2 Ilmu Tanah

Inceptisol dari toposekuen lereng selatan gunung Merapi memiliki potensi sebagai media tanam pegagan, karena berkembang dari bahan induk abu vulkan yang kaya akan unsur hara K, Ca, Na dan Mg. Permasalahan yang dihadapi pada tanah tersebut yaitu memiliki retensi P yang tinggi, sehingga perlu dilakukan pemupukan P dan pemberian cekaman air yang diharapkan dapat meningkatkan kandungan asiatikosida pegagan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk SP-36 dan kondisi lengas serta kombinasi perlakuan terbaik terhadap P tersedia, serapan P, pertumbuhan, produksi dan ka ndungan asiatikosida pegagan yang ditanam di inceptisol dari toposekuen lereng selatan gunung Merapi. Penelitian ini merupakan percobaan pot dengan rancangan acak kelompok lengkap (RAKL) faktorial dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Perlakuan terdiri atas 4 taraf dosis pupuk SP-36 yaitu : 0, 75, 150 dan 300 kg SP-36/ha, serta 2 taraf kondisi lengas yaitu 50% kapasitas lapangan dan kapasitas lapangan. Data dianalisis dengan analisis sidik ragam (uji F) dan dilanjutkan dengan uji DMRT taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan dosis pupuk SP-36 dan kondisi lengas semakin meningkatkan P-tersedia setelah pemupukan di Inceptisol dari toposekuen lereng selatan gunung Merapi. Kombinasi perlakuan terbaik yaitu pada dosis 225 kg SP-36/ha dan kondisi lengas kapasitas lapangan di Inceptisol Kalitirto memberikan P-tersedia setelah pemupukan tertinggi yaitu sebesar 44,13 ppm P.

Inceptisols Merapi toposequent had potential as media of growth Centella asiatica, as developed from volcanic ash parent material rich in nutrients such as K, Ca, Na and Mg. The problems on the that soil was had a high P retention, so it were needed P fertilizer and water stress were expected to i ncreased the asiaticoside contents of Centella asiatica. The aims of this study to determine the effect of SP-36 fertilizer and moisture conditions as well as the best combination treatments of available P, P uptake and asiaticoside contents of Centella asiatica was grown in Inceptisols Merapi toposequent. This study was a pot experiment with Randomized Complete Block Design (RCBD) factorial with two factors and three replications. The treatments consisted of four doses of SP-36 were: 0, 75, 150 and 300 kg SP-36/ha, and 2 levels of moisture conditions that were 50% of field capacity and field capacity. The data were analyzed by analysis of variance (F-test) and continued with the DMRT test on level of significant 5%. The results showed that increasing doses of SP-36 fertilizer and moisture conditions was increasing available P after fertilization in Inceptisols Merapi toposequent. The best combination treatment that was at doses of 225 kg SP36/ ha and field capacity in Inceptisols Kalitirto gave the highest available P after fertilization that was equal to 44,13 ppm P.

Kata Kunci : pegagan, pupuk SP-36, kondisi lengas kapasitas lapangan, Inceptisol.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.