Laporkan Masalah

KAJIAN PEMANFAATAN INOKULUM JAMUR MIKORIZA ARBUSKULA UNTUK MEMACU PERTUMBUHAN KESEHATAN BIBIT KAKAO

HARTINI, Prof. Dr. Ir. Bambang Hadisutrisno, DAA.

2011 | Tesis | S2 Fitopatologi

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh inokulum mikoriza arbuskula dengan penambahan zar aditif untuk mendapatkan inokulum unggul yang dapat memacu pertumbuhan dan kesehatan bibit kakao. Penelitian dilaksanakan di laboratorium Mikologi, rumah kaca Fakultas Pertanian UGM, dan rumah kasa di kebun Condongcatur mulai bulan Mei 2010 sampai dengan bulan Mei 2011. Penelitian dilakukan dalam tiga tahapan yakni; (1). Isolasi dan perbanyakan mikoriza dari beberapa lokasi pertanaman kakao, (2). Teknik perbanyakan dengan variasi penambahan zat aditif pada tanaman jagung pada medium zeolit, (3). Pengujian infektivitas inokulum pada bibit kakao. Penelitian menggunakan rancanangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan. pengamatan dilakukan selama 12 minggu setelah tanam (MST) terhadap aspek pertumbuhan dan kesehatan tanaman. Data dianalisis dengan metode Analisis Sidik Ragam dan selanjutnya dilakukan uji jarak berganda Duncan untuk menentukan besarnya perbedaan antar perlakuan pada derajat kepercayaan 95%. Hasil isolasi ditemukan beberapa genus jamur mikoriza arbuskula yaitu Glomus, Gigaspora, Acaulospora, Entrophospora, Scutellospora, dan Sclerocystis. Glomus merupakan genus yang dominan ditemukan pada semua lokasi pertanaman kako. Pengembangan inokulum dengan teknik perbanyakan kombinasi penambahan batuan fosfat dan pupuk lengkap minus fosfat (D) menunjukkan hasil yang terbaik dalam jumlah spora, infeksi akar, dan potensi inokulum, diikuti dengan teknik perbanyakan dengan penambahan batuan fosfat (B), penambahan pupuk lengkap minus fosfat (C), penambahan mikoriza (A), dan Kontrol (K). pengujian inokulum terhadap infektivitas pada bibit kakao menunjukkan inokulum dari hasil teknik perbanyakan dengan penambahan batuan fosfat (M2) dan kombinasi penambahan batuan fosfat dan pupuk lengkap minus fosfat (M4) tidak menunjukkan beda nyata berdasarkan hasil sidik ragam. Pengamatan terhadap kesehatan bibit didapatkan dua gejala penyakit yaitu becak daun antraknosa yang disebabkan oleh Colletotrichum sp. dan busuk ranting atai pucuk yang disebabkan oleh Botryodiplodia sp. Pada kontrol menunjukkan intensitas penyakit yang paling tinggi. hasil penelitian ini menunjukkan bahwa teknik perbanyakan dengan penambahan batuan fosfat (B) dan kombinasi penambahan batuan dan pemupukan (D) dapat digunakan dalam produksi inokulum yang unggul untuk memacu pertumbuhan dan kesehatan bibit kakao.

-

Kata Kunci : Jamur mikoriza arbuskula, zat aditif, bibit kakao


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.