Laporkan Masalah

PEMIKIRAN EMHA AINUN NADJIB DALAM TINJAUAN FILSAFAT HUMANISME: KONTRIBUSINYA BAGI PERKEMBANGAN KEHIDUPAN SOSIAL

Sumasno Hadi, Dr. Protasius Hardono Hadi

2011 | Tesis | S2 Ilmu Filsafat

Judul penelitian ini adalah Pemikiran Emha Ainun Nadjib dalam Tinjauan Filsafat Humanisme: Kontribusinya bagi Perkembangan Kehidupan Sosial. Gejala dehumanisasi sebagai krisis kemanusiaan yang menimbulkan persoalan sosial merupakan latar belakang dilakukannya penelitian. Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan hakikat manusia dalam pemikiran Emha Ainun Nadjib, dan merefleksikan dimensi humanistik pemikiran Emha Ainun Nadjib sehingga menjadi kontribusi pemikiran terhadap perkembangan kehidupan sosial di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan jenis kualitatif deskriptif. Unsur-unsur metodis pengkajian yang digunakan dalam proses analisis data adalah metode: historis, hermeneutika, deskripsi, dan heuristik. Filsafat humanisme merupakan objek formal penelitian ini, dan obyek materialnya adalah pemikiran-pemikiran humanistik Emha Ainun Nadjib. Hasil penelitian yang diperolah adalah: (1) dari pemikiran-pemikiran Emha Ainun Nadjib menyatakan bahwa hakikat manusia adalah ruh, sedangkan dunia ruh adalah tempat kesejatian manusia berada, dan badan manusia adalah manifestasi dunia ruh ke dalam bentuk fisik-materi; (2) ada empat jenis dimensi humanistik yang terdapat dalam pemikiran Emha Ainun Nadjib. Pertama, dimensi religius-teistik dalam konsep sunnatullah yang mendasari peran manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan; sunnatullah memiliki aspek-aspek otonomi-kebebasan, tanggung-jawab, dan keterbatasan. Kedua, dimensi rasionalistik yang memprasyaratkan manusia atas tiga konsep kebenaran, yaitu kebenaran personal, komunal, dan wahyu/Tuhan. Ketiga, dimensi naturalistik dalam konsep kesadaran kealamsemestaan atau kesadaran kosmologis, adalah kesadaran manusia terhadap kodrat dasar alam yang berasal dari Tuhan, mengenai kesatuan/harmoni alam semesta dengan setiap unsur-unsurnya. Keempat, dimensi etis dalam konsep ketercerahan manusia sebagai kesadaran moral (nilai) yang dicapai/dihasilkan melalui tiga kesadaran, yaitu kesadaran: spiritual, mental, dan intelektual. (3) Implikasi-kritis atas dimensi humanistik pemikiran Emha Ainun Nadjib sebagai kontribusi bagi perkembangan kehidupan sosial di Indonesia adalah: pertama, kesadaran kealamsemestaan menjadi relevan sebagai dasar manusia untuk berkesadaran, bahwa prinsip harmoni/kesatuan diperlukan manusia dalam kehidupan di masyarakat sebagai suatu sistem sosial; kedua, konsep manusia sebagai khalifatullah yang memiliki aspek-aspek otonomi-kebebasan, tanggung-jawab, dan keterbatasan, sangat relevan bagi tatanan masyarakat yang menuntut manusia untuk bersikap rasional, kritis, dan bertanggung-jawab; ketiga, ketercerahan manusia dalam tiga tingkatannya (spiritual, mental, intelektual) sehingga menghasilkan ketercerahan moral memiliki relevansi terhadap tuntutan moralitas manusia sebagai pilar kehidupan bermasyarakat.

The title of this study is Emha Ainun Nadjib’s Thought in Review Philosophy of Humanism: Its Contribution to the Development of Social Life. The symptoms of dehumanization as a humanitarian crisis that raises social issues is the background to do research. The purpose of this study was to discover the human essence of thought Emha Ainun Najib thought, and to reflect the humanistic dimension of Emha Ainun Nadjib’s thought thus be contributing ideas to the development of social life in Indonesia. This study is a library research with the type of qualitative descriptive. Methodical assessment of the elements used in the process of data analysis is the method: historical, hermeneutics, descriptions, and heuristics. Philosophy of humanism is the formal object of study, and the object material is humanistic of Emha Ainun Nadjib’s thoughts. The results of this study are: (1) of Emha Ainun Nadjib’s thought, human essence is ruh (spirit), while the dunia ruh (world of spirits) is the authenticity of human being, and the human body is a manifestation of the dunia ruh in the form of physical-matter, (2) there are four types of humanistic dimensions contained in the Emha Ainun Nadjib’s thought. First, theistic-religious dimension in the concept of sunnatullah as the basis for humans as God's creatures, sunnatullah has aspects of autonomy-freedom, responsibility, and limitations. Second, rationalistic dimension which require human on three concepts of truth, consisting of the truth of personal, communal, and revelation/God. Third, naturalistic dimensions in the concept of kesadaran kealamsemestaan or cosmological consciousness, is the human consciousness of the basic nature that comes God, of the unity/harmony of the universe with each of its elements. Fourth, the ethical dimension in the concept ketercerahan manusia (human enlighted) as a moral conscience (value) that is achieved/produced by three of consciousness, consisting of the consciousness of spiritual, mental, and intellectual. (3) Critical-implications for the humanistic dimension of Emha Ainun Nadjib’s thought as a contribution to the development of social life in Indonesia are: first, kesadaran kealamsemestaan becomes relevant as a basis for the conscious human, the principle of harmony/unity necessary for human life in society as a social system, secondly, khalifatullah concept of man as having aspects of autonomy-freedom, responsibility, and limitations are very relevant to society that requires humans to be rational, critical, and responsible; third, ketercerahan manusia (human enlighted) in three levels (spiritual, mental, intellectual) that produces ketercerahan moral (moral enlighted) have relevance to the demands of human morality as a pillar of social life.

Kata Kunci : humanisme, Emha Ainun Nadjib, kesadaran kealamsemestaan, khalifatullah, sunnatullah, ketercerahan manusia


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.