Laporkan Masalah

EFEKTIVITAS PELAKSANAAN PROGRAM RASKIN (Studi di Dukuh Jurangkajong Desa Karangpakel Kecamatan Trucuk Kabupaten Klaten)

Riecha Fatma Puspitasarie, Prof. Dr. Agus Dwiyanto

2011 | Tesis | S2 Magister Adm. Publik

Program Raskin merupakan salah satu program dari pemerintah pusat yang ditujukan kepada rumah tangga miskin yang mengalami kerawanan pangan. Program Raskin ini dikeluarkan atas dasar kenaikan harga beras dan pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat miskin. Pada perkembangannya Program Raskin ini masih terus mengalami permasalahan. Permasalahan tersebut yaitu mengenai ketepatan sasaran penerima Program Raskin yang tidak sesuai, ketepatan jumlah beras yang diterima rumah tangga sasaran yang tidak tepat, waktu pendistribusian yang tidak tepat maupun kualitas beras raskin yang kurang bagus. Seringkali harga beras juga menjadi permasalahan karena adanya pungutan liar dari pihak tertentu. Selain itu ketepatan administrasi juga menjadi masalah yang berakibat tidak lancarnya proses pendistribusian Raskin. Oleh sebab itu, penelitian ini melihat efektivitas Program Raskin dengan kemiskinan yang terjadi di dukuh Jurangkajong. Efektivitas Program Raskin ini dilakukan dengan menggunakan 6 indikator ketepatan yaitu tepat sasaran, tepat jumlah, tepat harga, tepat waktu, tepat kualitas dan juga tepat administrasi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif dan dilengkapi dengan analisis terhadap data sekunder. Data diperoleh dari hasil wawancara dengan narasumber atau informan yang merupakan informan kunci. Selain itu data juga berasal dari dokumen maupun observasi yang dilakukan di lokasi penelitian. Teknik analisa data yang digunakan yaitu menggunakan metode deskriptif kualitatif dan dilengkapi dengan analisis data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Raskin di dukuh Jurangkajong tidak dapat dilaksanakan secara efektif atau tepat. Karena dari 6 indikator ketepatan Program Raskin hanya dua ketepatan saja yang dapat dilaksanakan secara tepat. Ketepatan tersebut yaitu tepat harga dan tepat administrasi. Sedangkan 4 ketepatan lainnya yaitu tepat sasaran, tepat jumlah, tepat waktu dan tepat kualitas belum dapat dilaksanakan secara efektif atau tepat. Agar permasalahan ketidakefektifan atau ketidaktepatan dari 4 indikator ketepatan tersebut menjadi tidak berlarut-larut maka pemerintah harus melakukan monitoring dan sosialisasi ke lapangan mengenai pelaksanaan Program Raskin tersebut agar pemerintah mengetahui permasalahan yang terjadi di masyarakat. Sehingga tidak terjadi permasalahan mengenai tepat sasaran dan tepat waktu lagi. selain itu, pemerintah juga dapat memberikan pengertian dan pemahaman ke masyarakat. Pemerintah seharusnya merencanakan dari awal jadwal pendistribusian Raskin ini dengan berdasarkan tahun sebelumnya sehingga proses pendistribusiannya akan menjadi tepat waktu. Terakhir pemerintah harus tetap menjaga kualitas Raskin dengan memantau beras di gudang beras agar permasalahan mengenai kualitas beras ini tidak terjadi lagi.

Program Raskin is one of the central government programs aimed at poor households experiencing food insecurity. Program Raskin was issued on the basis of rising rice prices and food needs of the poor. In the development of the Raskin program is still experiencing problems. The problem is that the target accuracy of Raskin program recipients who do not fit, the accuracy of the amount of rice received by households that are not appropriate targets, the time of distribution that is not appropriate and the quality of Raskin rice is not good. Often the price of rice is also a problem because of illegal fees from certain parties. Besides the accuracy of administration is also a problem that results are not smooth distribution process Raskin. Therefore, this study see the effectiveness of the Raskin program with a poverty that occurred in the hamlet Jurangkajong. The effectiveness of the Raskin program is carried out using 6 indicators are on target accuracy, the right quantity, right price, right time, right quality and also proper administration. This study is a qualitative research method and is equipped with a descriptive analysis of secondary data. Data obtained from interviews with informants or informants who are key informants. In addition the data also comes from documents and observations made at the sites. Data analysis technique used is using a qualitative descriptive method and is equipped with a secondary data analysis. The results showed that the Raskin program in the hamlet Jurangkajong can not be implemented effectively or appropriately. Because of the six indicators of accuracy of the Raskin program is only two precision that can be implemented appropriately. Accuracy is the right price and proper administration. Meanwhile, four other accuracy is right on target, right amount, right on time and quality can not be executed effectively or appropriately. In order to issue the ineffectiveness or inappropriateness of the 4 indicators such precision becomes protracted then the government must conduct monitoring and socialization to the field regarding the implementation of Raskin program is that the government knows the problems that occur in society. So there is no question of right on target and on time again. in addition, the government may also provide insight and understanding into the community. The government should plan from the beginning of this Raskin distribution schedule based on the previous year so that the process will be distributed on time. Finally the government should keep monitoring the quality of Raskin rice in warehouses with rice so that the problems regarding the quality of rice is not the case anymore.

Kata Kunci : Efektivitas, Program Raskin, Dukuh Jurangkajong


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.