EKSISTENSI AGUNAN DALAM AKAD MURABAHAH PADA BANK MUAMALAT INDONESIA CABANG BANJARMASIN
ERIKA LISMAYANI, Prof. Dr. Abdul Ghofur Anshori, S.H., M.H.
2011 | Tesis | S2 Magister KenotariatanPenelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui penerapan prinsip syariah dan fungsi agunan dalam akad murabahah pada Bank Muamalat Indonesia Cabang Banjarmasin, apakah sudah sesuai dengan UU No. 21 Tahun 2008 dan relevansinya dengan prinsipprinsip syariah. Penelitian ini bersifat yuridis normatif yaitu suatu penelitian hukum yang dilakukan dengan cara meneliti asas-asas hukum, sistematika hukum, sinkronisasi hukum, mengenai pemberlakuan atau penerapan ketentuan hukum normatif secara perilaku nyata pada setiap peristiwa hukum yang terjadi dalam masyarakat. Penelitian ini dianalisis menggunakan metode analisis kualitatif dan disajikan dengan deskriptif analitis. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) Penerapan akad murabahah pada Bank Muamalat Indonesia Cabang Banjarmasin, dilihat dari rukun atau kaedah-kaedah yang berhubungan dengan akad murabahah sudah selaras dalam kegiatan usahanya tidak bertentangan dengan undang-undang, dan dalam penerapannya tidak mengandung unsurunsur seperti Maisyir, Gharar, Haram, Riba dan Dzalim. Namun dalam penerapan prinsip syariah ditinjau dari Fatwa DSN No.04/DSN-MUI/IV/2000 praktiknya telah menyimpang dari ketentuan yang seharusnya, terutama dalam hal : a) kepemilikan barang yang diperjual belikan dalam akad murabahah dimana bank menjual barang yang belum menjadi miliknya. b) penetapan margin (keuntungan) berdasarkan harga pasar. c) dalam menjalankan wakalah, praktiknya akad murabahah dilaksanakan lebih dahulu dari pemberian wakalah dan dropping dana pembelian barang ke supplier. (2) Fungsi agunan dalam pembiayaan murabahah dimaksudkan untuk mengurangi risiko akibat kegagalan nasabah mengembalikan kewajibannya, eksekusi agunan merupakan solusi terakhir dengan cara menjual baik melalui pelelangan umum maupun secara dibawah tangan untuk menutupi seluruh kewajiban nasabah yang tidak terpenuhi dalam akadnya.
This study is aimed to determine the application of Islamic syariah principles and functions in the collateral existence of murabahah contract on the Bank of Muamalat Indonesia, Branch of Banjarmasin, whether it is based on the law number 21 year 2008 and its relevance to the principles of Islamic syariah. This study is a normative juridical legal research and it is done by examining the principles of law, legal systematic, and synchronization of the law, regarding the enforcement or application of provisions of normative law on the apparent behavior of each legal event that occurs in social community. This study is analyzed using qualitative analysis methods and it is presented descriptive and analytically. The research results show that (1) the application of the murabahah contract on the Bank of Muamalat Indonesia, Branch of Banjarmasin, viewed from the overall pillars and axioms relating to murabahah contract, is already aligned in their business activities and does not conflict with the law, and the application does not contain elements such Maisyir, Gharar, Haram, Riba and Dzalim. However, in the application of Islamic syariah principles in terms of Fatwa DSN No.04/DSN-MUI/IV/2000, it has deviated from the provisions that should be, especially in terms of a) the ownership of the goods which are traded in murabahah contract where the bank sells the goods that haven’t been it, b) the determination of the margin (profit) based on market prices, c) in the running power of wakalah, murabahah contract practice is implemented ahead of granting power of wakalah, and dropping fund to purchase goods from the supplier. (2) The function of collateral existence in murabahah financing is intended to reduce the risk of customer returns due to failure of its obligations, the execution of collateral is the final solution by selling either through public auction or be under the hand to cover the entire obligation of the customers which are not accomplished their contracts.
Kata Kunci : Pembiayaan Murabahah, Agunan, Perbankan Syariah