Laporkan Masalah

PERAN KOPERASI AKU SEJAHTERA TERHADAP KELOMPOK UPPKS (STUDI KASUS KOPERASI AKU SEJAHTERA PROPINSI DIY)

ROBANI CATURSAPTANI, S.SI., Sukamdi,

2011 | Tesis | S2 Mag.Studi Kebijakan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Koperasi AKU Sejahtera Propinsi DIY terhadap kelompok UPPKS dan mengetahui faktor – faktor yang mendukung keberhasilan koperasi ini dalam menjalankan perannya. Tujuan khusus penelitian ini adalah :1) mendapatkan gambaran mengenai peran Koperasi AKU Sejahtera dalam menjembatani kelompok UPPKS dengan para penyandang dana, 2) mendapatkan informasi tentang sumberdaya manusia maupun non manusia yang tersedia dalam mendukung keberhasilan peran koperasi AKU Sejahtera, dan 3) mendapatkan gambaran tentang pola hubungan antar organisasi (kemitraan) yang dijalin oleh Koperasi AKU Sejahtera terhadap kelompok UPPKS. Metode penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif yang lebih mengarah pada studi kasus. Data dikumpulkan melalui pengamatan (observasi) dan wawancara. Wawancara ditujukan kepada Kepala Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KSPK) dan Kepala Seksi Pemberdayaan Ekonomi Keluarga (PEK) BKKBN Propinsi DIY, Ketua I Badan Pengurus Daerah AKU Provinsi DIY, Ketua II Badan Pengurus Daerah AKU Propinsi DIY, Manajer Keuangan Koperasi AKU Sejahtera, 2 (dua) orang ketua kelompok UPPKS, serta 2 (dua) orang anggota Kelompok UPPKS. Data dianalisis dengan menggunakan teknis analisis interaktif yang meliputi reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), interpretasi data (data interpretation), dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan: pertama, peran Koperasi AKU Sejahtera terhadap kelompok UPPKS di antaranya adalah membangun hubungan kelembagaan dengan BKKBN sampai pada level paling bawah yaitu dalam membina UPPKS, menjembatani UPPKS dengan penyandang dana, dan memberikan pembinaan terhadap kelompok UPPKS. Hubungan kelembagaan antara Badan Pengurus Daerah AKU Propinsi DIY dengan BKKBN dan Koperasi AKU Sejahtera bersifat hubungan partnership atau kemitraan, meskipun AKU dibentuk oleh BKKBN. Kedua, Faktor-faktor yang mendukung keberhasilan Koperasi AKU Sejahtera Propinsi DIY dalam menjalankan perannya. Faktor – faktor yang mendukung keberhasilan Koperasi AKU Sejahtera meliputi faktor internal yaitu leadership yang kuat, manajemen yang tertata, serta tersedianya sarana dan prasarana penunjang yang relatif lengkap, dan faktor eksternal yaitu kemitraan dengan lembaga penyandang dana, baik bank maupun instansi pemerintah. Kesimpulannya, peran Koperasi AKU Sejahtera terhadap kelompok UPPKS memiliki kaitan erat dengan BKKBN sebagai intansi pemerintah yang meluncurkan program UPPKS sekaligus mendanai dan mendampingi kelompok-kelompok UPPKS melalui PLKB yang ada di daerah-daerah. Kekuatan internal yang paling menonjol adalah kepemimpinan GKR Pembayun sebagai ketua Badan Pengurus Daerah AKU Propinsi DIY sekaligus menjabat sebagai ketua Koperasi AKU Sejahtera, dan pemilik BPR Mataram yang merupakan penyandang dana terbesar bagi Koperasi AKU Sejahtera.

This research aims at finding out the role of AKU Sejahtera Cooperation in Province of Yogyakarta Priviledged Area toward UPPKS group and knowing factors contributing to cooperation success. The research’s special purposes are as follows: 1) to get a clear description about the role of AKU Sejahtera in helping UPPKS Group communicate with the financiers, 2) to get information about resources, either human or non-human that are provided to make sure that the role of AKU Sejahtera Cooperation runs well, and 3) to get a clear picture of inter organizations pattern of relationship (partnership) between AKU Sejahtera Cooperation and UPPKS Group. This research uses qualitative method which tends to a case study. Data was collected by performing some observations and interviews. The interviews were done with Head of Prosperous Family and Family Empowerment Division and Head of Empowerment of Family Economy Subdivision, Board of Prosperity and National Planned Family, Province of Yogyakarta Priviledged Area, Head I and II of Local Management of AKU Board in Province of Yogyakarta Priviledged Area, Manager of Finance in AKU Sejahtera Cooperation, 2 Heads and 2 members of UPPKS Groups. Data was analyzed by applying interractive analysis technique, covering data reduction, data display, data interpretation and conclusion taking. The results indicate that: first, the role of AKU Sejahtera Cooperation toward UPPKS Group among others are building institutional relationship with Board of Prosperity and National Planned Family to the lowest level, that is building UPPKS, relating UPPKS with the Financiers and building groups of UPPKS. The institutional relationship between Local Management of AKU Board in Province of Yogyakarta Priviledged Area, Board of Prosperity and National Planned Family and AKU Sejahtera Cooperation is partnership, eventhough AKU was established by Board of Prosperity and National Planned Family. Second, the factors contributes to the success gained by AKU Sejahtera Cooperation in Province of Yogyakarta Priviledged Area covering internal factors such as strong leadership, wellorganized management, and avalaibility of supporting means, and also external factors, that is partnership with financiers organization, either banks as well as Government institutions. The conclusion is that the role of AKU Sejahtera Cooperation in Province of Yogyakarta Priviledged Area toward UPPKS group has a strong linkage with Board of Prosperity and National Planned Family as Government Institution which launches UPPKS Program, as well as financing and assisting UPPKS groups through PLKB in the local areas. Distinguished internal advantages is GKR Pembayun leadership as the Head of Local Management of AKU Board in Province of Yogyakarta Priviledged Area as well as the Head of AKU Sejahtera Cooperation and the Owner of BPR Mataram, which is the Biggest Financier for AKU Sejahtera Cooperation.

Kata Kunci : Koperasi AKU, Kelompok UPPKS, Badan Pengurus Daerah (BPD) AKU.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.