Laporkan Masalah

PENGGUNAAN METODE DUKUNGAN KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PENDAMPINGAN BERJENJANG PADA KOMUNITAS ORANG DENGAN HIV AIDS

DYAH AYU KARTIKA PARAMITA, Prof. Dr. J. Endang Prawitasari, Psi.

2011 | Tesis | S2 Magister Profesi Psikologi

Intervensi Dukungan Kelompok terhadap komunitas orang dengan HIV AIDS (ODHA) mampu meningkatkan kepedulian mereka pada sesama yang ditunjukkan dalam proses pendampingan dalam kelompok kecil. Kehadiran pendamping terlatih dan terampil membantu ODHA untuk memperoleh dukungan untuk meningkatkan kualitas hidup mereka. Bentuk intervensi Dukungan Kelompok berlandaskan pada pendekatan jenjang ganda (Miltilevel Helping). Partisipan penelitian berjumlah 18 orang (n=18) ODHA yang dipilih secara acak dari delapan kelompok ODHA yang tergabung dalam sebuah lembaga sosial masyarakat di Yogyakarta. Delapan belas partisipan terbagi dalam dua kelompok, 6 orang sebagai kelompok inti dan 12 orang sebagai kelompok lanjutan lapis kedua. Penelitian dilakukan selama 2 bulan. Penelitian menggunakan one group pretest-posttest design without control group. Efektifitas program pelatihan diukur dengan checklist keterampilan pendampingan dengan reliabilitas sebesar 0,965. Hasil penelitian menunjukkan skor rata-rata keterampilan pendampingan partisipan sebelum lokakarya sebesar 21,33 dan sesudah lokakarya menjadi 28,66 dengan selisih peningkatan sebesar 7,33. Skor rata-rata pengalaman peserta sebelum didampingi sebesar 17.41 dan skor rata-rata pengalaman peserta setelah didampingi meningkat menjadi 26.16. Rata-rata pengetahuan dukungan sosial partisipan kelompok inti pada lokakarya pertama sebesar 57 dan meningkat menjadi 67.83 pada lokakarya kedua.

Support Group Intervention among people living with HIV AIDS (PLWHA) may improves their concerns for their peer which is visible during facilitating process in small groups. The presence of trained and skilled facilitators help PLWHA to receive supports that may improve their life qualities. The form of Support Group Intervention used in this study was derived from Multilevel Helping approach. Participants for this study were 18 (n=18) PLWHA who were randomly chosen from eight HIV AIDS communities that were parts of an NGO in Yogyakarta. Participants were divided into two groups. Six participants were assigned to the core group and the rest of 12 participants were assigned to the downliner group for continuation purpose of the intervention on second lining. The study was carried out for two months. It used one group pretest-posttest design without control group. The effectivity of the training program was measured using facilitating skills checklist which reliability was 0,965. Results showed that average score of participants' facilitating skill before the workshop was 21.33 and after workshop was 28.66 with difference in improvement of 7.33. Average score of the participants’ facilitated experience before the workshop was 17.41 and it increased up to 26.16 after the workshop. The core group participants’ average score of knowledge on social support increased from 57 after the first workshop up to 67.83 after the second workshop.

Kata Kunci : keterampilan pendampingan bagi ODHA, dukungan sosial, dan model pendekatan berjenjang ganda


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.