TINJAUAN YURIDIS TENTANG DAMPAK KEPAILITAN TERHADAP EKSEKUSI JAMINAN FIDUSIA
Yatika Rukmana, ST, Dr. Tata Wijayanta, S.H., M.Hum
2011 | Tesis | S2 Magister HukumPenelitian mengenai tinjauan yuridis tentang dampak kepailitan terhadap eksekusi jaminan fidusia merupakan penelitian normatif empiris. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan guna memperoleh data sekunder di bidang hukum, Untuk melengkapi dan menunjang data yang diperoleh dari penelitian kepustakaan dilakukan juga penelitian lapangan. Penelitian kepustakaan dilakukan dengan mengumpulkan bahan-bahan pustaka melalui perpustakaan berupa dokumen hukum, peraturan perundang-undangan, buku-buku dan tulisan-tulisan umum yang berhubungan dengan permasalahan yang diteliti dan untuk akurasi data maka dilakkan penelitian lapangan maka dilakukan wawancara langsung dengan Hakim Ketua Pengadilan Niaga/Negeri Semarang guna memperoleh penjelasan dan keterangan yang lebih rill. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa adanya penangguhan selama 90 (Sembilan puluh) hari yang tercantum dalam UUKPKPU adalah dilakukan semata-mata untuk kepentingan semua pihak yang terlibat dalam kasus kepailitan, walaupun jika dilihat dari segi Undang-undang Fidusia sangat bertentangan dengan hak-hak kreditur pemegang jaminan fidusia, namun hak-hak kreditur tersebut tetap diutamakan sebagai kreditur separatis. Kepailitan memberikan banyak dampak, baik dampak positif maupun dampak negatif. Bagi Kreditur dengan adanya Kepailitan memberikan dampak negatif, yaitu barang jaminan fidusia masuk kedalam harta pailit sehingga hak kreditur separatis tidak bisa dilaksanakan sebagaimana mestinya yaitu dapat mengeksekusi barang yang menjadi jaminan secara langsung, tetapi kepailitan bisa juga berdampak positif terhadap kreditur separatis, yaitu dengan adanya pailit kreditur mendapatkan pembayaran piutang didahulukan dari kreditur-kreditur konkuren, sedangkan dampak positif bagi debitur adalah dengan dinyatakannya debitur pailit maka dapat membantu pelunasan utang menurut besarnya piutang masing-masing kreditur.
Researchon JudicialReview of BankruptcyImpacton theExecution ofFiduciaryis anormativeempiricalresearch.This research was aliteraturein order toobtainsecondarydatainthe field oflaw, To complement and support of data obtained from the research literature was also conducted field research. The researchliteratureconductedbycollectinglibrarymaterialsthrough thelibraryoflegal documents, legislation, the books and writings generally associated with issues under study and and for the accuracy of the data is carried out field research then conducted interviews directly with the presiding judge of the Commercial Court or District Semarang in order to obtain explanations and information that is more real. The resultsobtainedindicatedthatthe existence ofpostponementfor 90daysspecifiedin bankruptcy law and postponement of debt payment obligations is carried out solely for the benefit of all parties involved in bankruptcy cases, even though if viewed in terms of Fiduciary Act is is in sharp contrastwithcreditor rights holders fiduciary, but the rights of creditors are still preferred as a separatist creditors. Bankruptcy gives a lot of impact, eitherpositiveandnegativeimpacts. For creditors with the existence of bankruptcy will give negative impact, namelyfiduciarygoodsintothebankruptcy estate thatrights ofcreditorsseparatistscan not beadequately performed thatcanexecutegoodsbecomecollateraldirectly. bankruptcymayalsohave positive impact onseparatistcreditors, thatthe presenceof bankruptcy, the creditorsreceiverepaymentpriority overunsecuredcreditors, while thepositive impact on thedebtorisdeclaredbankruptdebtorcan help torepayment ofdebtsbythe amount ofreceivableseachcreditor.
Kata Kunci : Kepailitan, Eksekusi, Jaminan Fidusia.