Laporkan Masalah

PENGARUH PENAMBANGAN GALIAN C DI SUNGAI SOMBE DAN SUNGAI LEWARA TERHADAP SISTEM PENGENDALIAN ALIRAN DEBRIS

Yanty Ardhyanti Bawias, Prof. Dr. Ir. Djoko Legono

2011 | Tesis | S2 Mag.Pengl.Bencana Alam

Sungai Sombe dan Sungai Lewara merupakan sungai pegunungan (torrent river) dengan kemiringan dasar bagian hulu relatif curam dan berpotensi terjadi aliran debris. Sebagai upaya mitigasi aliran debris, saat ini terdapat 6 unit checkdam di Sungai Sombe dan 2 unit checkdam di Sungai Lewara. Seiring pembangunan prasarana fisik menyebabkan kebutuhan material juga meningkat. Eksploitasi material secara berlebihan dapat menyebabkan kerusakan lingkungan sungai termasuk kerusakan dam pengendali sedimen, sehingga pengelolaan sedimen secara seimbang perlu dilakukan. Penelitian ini bertujuan mengkaji imbangan sedimen berdasarkan estimasi volume sedimen yang mengalir dari bagian hulu Sungai Sombe dan Sungai Lewara sampai ke titik pertemuan kedua sungai tersebut (titik kontrol). Analisis volume sedimen masuk didasarkan rumus empiris Takahashi (1991) dan Mizuyama (1977) sedangkan volume sedimen yang melimpas berdasarkan rumus empiris Shimoda (1995). Hasil simulasi imbangan digunakan untuk mengetahui kemampuan checkdam yang sudah ada dalam mengendalikan volume sedimen yang masuk pada kondisi tidak ada kegiatan penambangan maupun ada kegiatan penambangan. Hasil penelitian diperoleh bahwa imbangan sedimen kondisi tanpa kegiatan penambangan berdasarkan volume sedimen yang masuk dengan asumsi batasan hujan kritik 10 mm sampai dengan 60 mm per hari dapat menyebabkan limpasan sedimen di titik kontrol. Volume sedimen yang masuk tersebut dapat dikendalikan checkdam sebesar 10,22% sampai 70,70%. Pada kondisi ada kegiatan penambangan diperoleh limpasan sedimen dapat terjadi di titik kontrol berdasarkan volume sedimen yang masuk dengan asumsi batasan hujan kritik 10 mm sampai dengan 40 mm per hari. Volume sedimen yang dapat dikendalikan kapasitas checkdam dan direduksi kegiatan penambangan sebesar 23,64% sampai 84,23%. Optimalisasi fungsi dam pengendali sedimen yang sudah ada dengan cara mengembalikan kapasitas tampung dan mengefektifkan fungsi kontrol checkdam dapat meningkatkan kemampuan struktural mitigasi terhadap bencana aliran debris.

Sombe River and Lewara River is a torrent river where the bottom slope in the upstream is relatively steep and the debris flow could potentially occur. As a debris flow mitigation efforts, there are 6 units of check dams in the Sombe River and 2 units in the Lewara River. The development of physical infrastructure caused the material needs also increased. Excessive material exploitation may cause the environmental damage (degradation) including the defect of sediment control dam, so therefore the sediment balance management needs to be done. This study aims to assess the sediment balance based on the estimated of sediment flowing from the Sombe River and Lewara River upstream to the meeting point of the two rivers (control points). The analysis of the sediment inflow volume was approached with Takahashi (1991) and Mizuyama (1977) empirical formula while the sediment outflow volume was approached with Shimoda (1995) empirical formula. The balance simulation result is used to determine the ability of existing check dam in controlling the sediment inflow volume without mining activities and if mining activities occur. The results obtained that the sediment balance without any mining activities that accounted by volume of sediment inflow assuming with rainfall limit 10 mm to 60 mm per day can lead to sediment runoff at the control points. The sediment inflow volume that can be controlled by checkdam is 10.22% to 70.70%. In the condition of mining activities occured, the sediment runoff developed at the control points that accounted by volume of sediment inflow assuming rainfall limit 10 mm to 40 mm per day. The sediment inflow volume that can be controlled by checkdam capacity and reduced by mining activity is 23,64% to 84,23%. Optimization functions of the existing sediment control dam by returning the storage capacity and effecting the checkdam control function can improve the ability of structural mitigation of debris flow disaster.

Kata Kunci : imbangan sedimen, bangunan pengendali sedimen, penambangan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.