Laporkan Masalah

PERJUANGAN PEREMPUAN KETURUNAN AFRIKA: KAJIAN SUBALTERN DALAM EN FAMILLE KARYA MARIE NDIAYE SEBAGAI KARYA SASTRA FRANCOPHONE

Nieken Dyah Ariretno, Dr. R.Ay. Siti Hariti Sastriyani, S.S., M.Hum.,

2011 | Tesis | S2 Sastra

Perjuangan perempuan keturunan Afrika pada masa sesudah kolonialisme, menjadi sebuah realitas di masyarakat Prancis. Keturunan Afrika, menjadi pendatang dan kemudian tinggal menetap di Prancis, apabila ditelusuri sejarahnya sudah dimulai semenjak abad keenam belas. Pada masa kolonialisme Afrika oleh Prancis, orang-orang Afrika (black), dianggap sebagai komoditas budak yang diperjualbelikan. Hak-hak para budak, sepenuhnya diambil oleh majikan (white) yang telah membeli mereka. Diperas tenaganya untuk kepentingan industri: pertanian, perkebunan, peternakan, pertambangan, pelayan domestik, buruh pabrik, serta dilatih menjadi tentara bayaran, dan sebagainya. Penelitian ini memiliki tujuan teoretis untuk mengungkapkan perjuangan perempuan keturunan Afrika dalam En Famille sebagai karya sastra francophone dengan mengaplikasikan kajian subaltern Spivak. Peneliti, memandang sesuai apabila dilakukan penelitian dengan kajian subaltern karena perjuangan perempuan keturunan Afrika setara dengan perjuangan perempuan kaum subaltern di Asia Selatan. Dalam pembacaan Spivak terhadap kelompok-kelompok tertindas yang dirampas haknya, dipahami sebagai representasi kelas buruh perempuan di Asia Selatan karena mereka telah didiskriminasi dan dianggap sebagai subjek subaltern yang dibungkam ‘suaranya’. Kehidupan perempuan keturunan Afrika di Prancis, menempatkan perempuan keturunan Afrika dalam posisi yang ambigu, karena oleh hukum, ekonomi, politik, dan ideologi Barat, subaltern dianggap tidak memiliki determinasi geopolitik. Marie NDiaye menggunakan kata En Famille pada judul karyanya, untuk pengejawantahan dari kata ‘keluarga’ yang digunakan oleh NDiaye dalam menunjukkan benang merah pertalian kisah antara individu-individu tokoh yang berperan dalam perjuangan tokoh utama perempuan keturunan Afrika. Melalui pendekatan kajian subaltern Spivak dan didukung oleh pendapat dari tokoh-tokoh lain tentang kaum subaltern dan kolonialisme, perjuangan perempuan keturunan Afrika dalam En Famille dapat diungkapkan, serta menunjukkan bahwa selepas masa kolonialisme, perjuangan belum berakhir.

The struggle of African women descent in the aftermath of colonialism, became a reality in French society. African descent, became settlers and later settled in France, when traced its history has been started since the sixteenth century. By French colonialism in Africa, African peoples (black), regarded as a commodity bought and sold slaves. The rights of slaves, completely taken by thir patron (white) who have purchased them. Squeezed their energies to the interests of the industry, such as: agriculture, plantation, animal husbandry, mining, domestic servants, factory workers, and trained as a mercenary, and so on. This study has a theoretical purpose to reveal the struggle of African women descent in En Famille as a francophone literature by applying the subaltern studies Spivak. Researchers thought that using the subaltern studies for the struggle of African women descent are equivalent with the subaltern peoples struggles in South Asia. In reading Spivak against oppressed groups are deprived of their rights, understood as the representation of working class women in South Asia because they have been discriminated against and considered the subject of the silenced subaltern 'voice'. Lives of African women descent in France, placing them in an ambiguous position, because by law, economics, politics, and western ideology, subaltern as a lacking geopolitics determination. Marie Ndiaye use the word En Famille in the title of his work, for the embodiment of the word 'family' used by Ndiaye in demonstrating the common thread ties between individuals tale figure who plays the main character in the struggle of African women descent. Through Spivak and subaltern studies approach is supported by the opinion of the other figures on the subaltern and colonialism, the struggle of African women descent can be mentioned in En Famille, and proven that after the period of colonialism, the struggle has no ended.

Kata Kunci : francophone literature, African women descent, subaltern studies


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.