Laporkan Masalah

Konstruksi Berita Fatwa Haram Rokok (Studi Analisis Wacana Kritis terhadap Berita tentang Fatwa Haram Rokok pada Harian Republika Edisi 17 Maret- 16 April 2010)

MIFTAHUSH SHALIHAH, Dr. Phil. Ana Nadhya Abrar, M.E.S.

2011 | Tesis | S2 Ilmu Politik/Ilmu Komunikasi

Fatwa haram yang diumumkan oleh Muhammadiyah pada 9 Maret 2010 lalu menjadi polemik di masyarakat mengingat mayoritas penduduk Indonesia adalah mulim. Harian Republika adalah salah satu surat kabar yang turut memberitakan mengenai fatwa haram rokok tersebut. Tentu akan menarik bila kita melihat bagaimana fatwa haram rokok diberitakan di Harian Republika yang memfokuskan dirinya untuk mengakomodasi kepentingan umat Islam. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana keberpihakan media yaitu Harian Republika mengenai berita fatwa haram rokok yang dimuat pada edisi 17 Maret – 16 April 2010. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis beritakan fatwa haram rokok yang diumumkan oleh Muhammadiyah pada Harian Republika dengan melihat konstruksi berita fatwa haram rokok. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang dilakukan dengan menggunakan critical discourse analysis (CDA) atau analisis wacana kritis model Norman Fairclough. Objek yang diambil dalam penelitian ini adalah berita mengenai fatwa haram rokok yang dimuat di harian umum Republika edisi 17 Maret – 16 April 2010. Setelah dilakukan penelitian, dari edisi Republika sepanjang 17 Maret – 16 April 2010, terdapat 3 berita yang dianalisis. Analisis data yang dilakukan terdiri dari tiga level yaitu level text, discourse practice dan sociocultural practice. Pada level text, analisis dilakukan dengan menganalisis artikel-artikel di harian Republika. Pada level discourse practice, dilakukan interpretasi, yakni menafsirkan teks dihubungkan dengan praktek wacana yang dilakukan. Terakhir, pada level sociocultural practice, analisis dilakukan untuk melihat faktor situasional, institusional dan sosial yang mempengaruhi produksi teks. Berdasarkan analisis pada tiga level, disimpulkan bahwa harian Republika mengkonstruksi fatwa haram yang diumumkan Muhammadiyah. Namun, harian Republika memaknai bahwa fatwa haram rokok yang diumumkan Muhammadiyah sebagai sesuatu yang tidak perlu dijadikan perdebatan dikalangan masyarakat. Republika juga memandang bahwa isu fatwa haram rokok juga tidak hanya menyangkut persoalan agama saja, tapi juga menyangkut masalah kesehatan dan ekonomi masyarakat, terutama masyarakat miskin. Pada akhirnya terlihat bahwa Republika mengkonstruksi isu fatwa haram rokok dalam substansi beritanya dengan memberikan penekanan terhadap kerugian yang ditimbulkan oleh rokok serta pendapat tokoh masyarakat dari kalangan pejabat pemerintah, ulama hingga akademisi yang mendukung fatwa haram rokok tersebut. Namun mengingat objek penelitian yang terbatas, peneliti berharap topik ini bisa diteliti lebih lanjut dengan membedah surat kabar lain, terlebih mengingat fatwa ini masih terus digodok. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya.

The purpose of this research is to analyze the partiality of Republika in its news related to the cigarette ban which is announced by Muhammadiyah in Republika daily by seeing the news construction. The research conducted is qualitative research using critical discourse analysis (CDA) method by Norman Fairclough. The object of the research is the news of cigarette ban reported in Republika daily of 17 March until 16 April, 2010. The cigarette ban which is announced by Muhammadiyah becomes a polemic in the society since the majority of Indonesian people are Muslim. The aim of this research is to look at the position of Republika since Republika declares itself as the newspaper for Muslim society in Indonesia with its mission to send all the useful information to Muslim society. From 17 March until 16 April, 2010, there are three news which are analyzed. The data analysis is conducted in three levels. Those are text, discourse practice and socio-cultural practice. On the text level, the analysis is done by analyzing the articles in Republika Daily. In the discourse practice level, the interpretation is done by interpreting the text which is connected with the discourse practice done by the institution. The last one, the socio-cultural practice level, the analysis is done by observing some factors such as situational, institutional and social factors which is influencing the text production. Based on those three levels of analyses, it can be concluded that Republika supports the cigarette ban which is announced by Muhammadiyah. However, Republika construes that it is unnecessary to make the ban becomes a polemic in the society. Republika sees that the cigarette ban issue is not only related to religion issue, but also health and economy issue, especially the poor. At the end, it can be seen that Republika constructs the cigarette ban issue in its news by emphasizing the disadvantages which are emerged.

Kata Kunci : Fatwa Haram Rokok, Republika, Konstruksi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.